
Ziko pergi meninggalkan rumah sakit. Di dalam mobil dia menghubungi pengacaranya.
" Selamat sore tuan muda." Ucap Pengacara tersebut.
" Selamat sore. Aku ingin perceraian ku di batalkan." Ucap Ziko tegas.
" Baik tuan, kami akan usahakan agar perceraian ini tidak terjadi." Ucap pengacara lagi.
" Apa kita bisa menghentikan persidangan nanti." Ucap Ziko cepat sambil tetap mengendarai mobilnya.
" Kalau yang menghentikan persidangan itu nanti pihak penggugat. Dimana pihak penggugat harus mencabut atau menarik semua berkas dari pengadilan maka persidangan tidak akan di adakan atau batal." Ucap pengacara menjelaskan.
" Bagaimana kalau pihak penggugat tidak mau mencabut berkasnya?" Ucap Ziko ragu. Dia ragu untuk memenangkan perkara ini. Karena istrinya baru saja merekam semua hinaan yang diutarakannya. Dan itu sebagai bukit kuat untuk Zira memenangkan persidangan nanti.
" Mungkin tuan bisa memanfaatkan mediasi. Mediasi itu merupakan suatu proses usaha perdamaian antara suami dan istri yang telah mengajukan gugatan cerai, di mana mediasi ini di jembatani oleh seorang hakim yang di tunjuk di pengadilan agama." Ucap pengacara menjelaskan.
Dan target mediasi ini biasanya diarahkan untuk merukunkan kembali kedua belah pihak dan mendorong perceraian dengan cara yang baik. Karena sering terjadi perceraian tapi tidak bisa di damaikan. Dengan cara mediasi ini walaupun mereka berpisah mereka tetap bisa saling rukun. Tanpa mempermasalahkan hal-hal lainnya di kemudian hari.
" Tapi istriku sedang hamil, apa kita tidak bisa langsung membatalkan gugatannya." Ucap Ziko lagi ragu.
" Kalau untuk yang membatalkan hanya pihak penggugat tuan. Tapi biasanya pada saat istri hamil, nanti hakim akan melakukan banyak pertimbangan apakah meluluskan permintaan penggugat atau menunda." Ucap pengacara menjelaskan lagi.
" Baiklah kabari aku jika ada info lainnya. Dan terus berusaha untuk membatalkan perceraian ini." Ucap Ziko sebelum menutup panggilannya.
Ziko mengendarai mobilnya menuju pusat kota. Jalanan pusat kota di padati kendaraan roda empat dan roda dua. Banyak warga yang pulang kerja atupun melakukan kegiatan lainnya. Dia terjebak macet. Dari jauh dia bisa melihat mobil adiknya sedang parkir di sebuah kafe. Ziko memutar mobilnya untuk sampai ke kafe tersebut.
***
Di dalam kafe.
" Kamu mau pesan apa?" tanya Koko menawari gadis cantik di depannya.
" Aku mau jus sirsak." Ucap Zelin mengalihkan pandangannya agar tidak bertatap dengan pria tersebut.
Koko melambaikan tangannya kearah pelayan. Seorang pelayan wanita datang menghampiri meja mereka. Koko memesan makanan dan minuman kepada pelayan tersebut. Pelayan tersebut meninggalkan meja setelah mencatat semua menu yang di pesan.
__ADS_1
" Maaf aku mengganggu pekerjaanmu." Ucap Zelin tidak enak hati.
" Ah kamu enggak mengganggu kok. Beberapa hari ini bos ku tidak datang jadi aku agak santai sedikit." Ucap Koko sambil menatap lembut gadis cantik di depannya.
Zelin merasa malu dan tidak berani membalas tatapan dari pria ganteng di depannya.
" Kamu bekerja di bagian apa di sana?" tanya Zelin mengalihkan pembicaraan agar terhindar dari tatapan pria tersebut.
" Oh aku bekerja sebagai sekretaris." Ucap Koko bangga. Dia dapat membanggakan dirinya dapat bekerja di perusahaan besar itu. Dan lebih membanggakan lagi dia menjadi sekertaris orang nomor satu.
" Wah pasti bos kamu cantik tuh." Goda Zelin. Dia ingin melihat apa reaksi yang di timbulkan ketika Zelin membicarakan wanita lain di hadapan Koko. Apakah Koko akan membanggakan bosnya atau tidak sama sekali.
" Hahaha, asal kamu tau bos ku seorang pria tulen dan beristri." Ucap Koko tertawa.
Koko tertawa sambil menatap gadis di depannya. Dia menatap dengan tatapan tajam. Sambil tersenyum lebar.
" Aku tidak menyangka di dunia ini ada orang yang sangat mirip." Ucap Koko sambil menegakkan isi gelasnya ke dalam tenggorokannya.
" Maksud kamu." Ucap Zelin sambil ikut menyeruput jusnya dengan sedotan.
Zelin langsung tersedak ketika mendengar kalimat yang di ucapkan pria tersebut.
" Kamu kenapa?" tanya Koko sambil memberikan air mineral kepada gadis cantik itu.
Dari pintu ada seseorang yang masuk ke dalam kafe. Pria tersebut melebarkan pandangannya ke sekeliling kafe. Pria tersebut langsung berjalan menghampiri meja Zelin dan Koko.
" Kakak." Ucap Zelin kaget karena tiba-tiba saja ada kakaknya berdiri di samping meja mereka.
Koko pun ikut melihat ke samping meja. Dia melihat dari bawah ke atas. Betapa terkejutnya dia, pria yang berdiri di samping meja adalah bosnya. Bos sekaligus kakak dari gadis yang diincarnya.
" Tunggu kakak di mobil." Ucap Ziko tegas.
" Tapi kak?" Ucap Zelin khawatir. Dia merasa khawatir kalau kakaknya akan menghajar Koko.
" Masuk dan tunggu di mobil!" Ucap Ziko tegas.
__ADS_1
Dengan berat hati Zelin meninggalkan Koko dengan kakaknya. Dia menunggu di dalam mobilnya.
" Jangan pernah sekali-kali kamu mendekati adikku. Pria gemulai seperti kamu tidak akan cocok untuk adikku. Ini peringatan terkahir buatmu. Kalau sampai aku melihatmu masih mendekati adikku. Siap-siap tinggalkan Raharsya group." Ucap Ziko meninggalkan kafe tersebut.
Koko merasa ketakutan. Dimana dia takut akan kesalahan yang baru saja di buatnya. Yaitu peraturan perusahaan yang menyebutkan tidak boleh ada ikatan sesama rekan kerja. Dan dia mendefinisikan sendiri kalau Zelin bukan rekan kerjanya tapi adalah pemilik dari perusahaan itu. Dengan berarti dia tidak di izinkan untuk berhubungan dengan gadis itu lagi. Dia akan menjauhi Zelin demi kariernya. Demi masa depannya, walaupun dia sudah merasa ada ketertarikan dengan gadis itu, tapi dia akan menguburnya.
Ziko melambaikan tangannya memerintahkan adiknya untuk ikut dengannya. Zelin langsung menuju mobil kakaknya. Dan duduk di samping Ziko.
" Kakak membuntuti aku ya?" tanya Zelin kesal.
Ziko tidak menjawab, dia memang tidak berniat membuntuti adiknya. Dia hanya ingin meminta bantuan adiknya untuk mempertemukan dirinya dengan Zira.
Ziko sudah menyalakan mesin mobil dan melajukan si roda empat keluar dari kafe tersebut.
" Bagaimana dengan mobilku." Rengek Zelin.
" Biar supir yang mengurusi mobilmu." Ucap Ziko sambil fokus mengendarai mobilnya.
" Kakak jawab aku? Apa kakak baru membuntuti aku?" Ucap Zelin penasaran.
" Siapa yang mengikuti mu, kakak itu mau meminta bantuan samamu. Kebetulan kakak melihat ada mobil kamu di kafe, jadi kakak sempatkan untuk mampir tapi apa yang baru saja kakak lihat sungguh di luar akal sehat kakak." Ucap Ziko cepat sambil tetap menyetir.
" Maksud kakak apa?" tanya Zelin penasaran.
" Kakak tidak mau membahas masalahmu, masalahmu akan kita bahas di rumah. Sekarang kakak cuma mau kamu membantu kakak untuk bertemu dengan kakak ipar mu." Ucap Ziko tegas.
" Apa maksud kakak? Apa kakak ingin menghina kak Zira lagi?" tanya Zelin sambil menatap sinis kearah pria di sampingnya.
" Aih, siapa yang mau menghinanya, kakak mau meminta maaf kepadanya." Ucap Ziko semangat.
Zelin membelalakkan matanya tidak percaya, karena baru tadi pagi dia mendengar kalau kakaknya ingin proses perceraian itu berjalan dengan cepat dan lancar, tapi sore ini kakaknya sudah berubah seperti bunglon.
" Kakak enggak pura-pura kan?" tanya Zelin lagi ragu.
Ziko menggelengkan kepalanya. Dia tidak ada berniat untuk menyakiti hati Istrinya. Menurutnya Zelin nanti bisa mencairkan suasana yang beku antar dirinya dan Zira.
__ADS_1
" Like, komen dan vote yang banyak ya terimakasih."