Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 52


__ADS_3

Ziko dan Kevin menunggu di luar kamar.


Didalam ruang VVIP terdapat kamar, ruang tamu dan ruang makan.


Zira membuka matanya perlahan masih dengan posisi berbaring.


"Apa aku sedang bermimpi, oh iya aku sedang bermimpi. Tadi aku bermimpi kalau di jodohkan dengan si ubi kayu, syukurlah itu hanya mimpi." Racau Zira dengan suara serak khas bangun tidur sambil membenamkan kembali kepalanya ke dalam selimut.


Ceklek pintu kamar terbuka.


"Tunggu-tunggu aku di apartemen hanya sendiri, pembantu aja enggak punya, lalu siapa yang membuka pintu. Apa di sini sekarang ada hantu? Oh tidak, mana mungkin ada hantu, aku kan lebih seram dari hantu, mana ada hantu yang mau tinggal di apartemenku." Gerutu Zira pelan.


Zira membuka selimutnya dengan perlahan, kepalanya menyembul keluar secara perlahan, betapa kagetnya ketika dia melihat seseorang di depannya.


"Aaaaaaa." Zira berteriak kencang dan melempar bantal ke arah yang membuka pintu.


Yang membuka pintu adalah Ziko. Ziko menangkap bantal yang di lemparkan Zira kearahnya.


"Kamu sudah sadar? Aku baru mau memberikanmu napas buatan." Ucap Ziko santai.


Zira tidak menghiraukan ucapan pria di depannya, dia memandang sekeliling kamar itu.


"Oh betapa bodohnya aku, kenapa tidak mengenali kamarku sendiri, kenapa ini bukan mimpi saja." Gumam Zira pelan.


"Hei ubi kayu keluar kamu!" Bentak Zira sambil melemparkan benda-benda yang ada di dekatnya ke arah Ziko secara berulang.


"Baik-baik aku keluar, kamu kalau marah tambah cantik calon istriku." Ucap Ziko tertawa kecil sambil kembali menutup pintu.

__ADS_1


Zira kesal, dia memikirkan cara untuk membatalkan pertunangan itu.


" Aha aku ada ide." Gumam Zira sedikit senang.


Diluar kamar.


Ziko telah menutup pintu kamar dan duduk kembali di sofa berseberangan dengan asisten Kevin.


Tiba-tiba pintu ruangan VVIP terbuka, nyonya Amel beserta asistennya datang keruangan itu.


"Dimana Zira." Tanya nyonya Amel.


Ziko menunjukkan jarinya ke arah kamar.


"Apa dia sudah sadar." Tanya mamanya lagi.


"Bagaimana keadaan diluar." Tanya Ziko.


"Mama dan papa sudah mengendalikannya dengan aman." Ucap nyonya Amel cepat.


Mamanya melangkahkan kakinya menuju kamar tapi sesaat berhenti karena ucapan anaknya.


"Ma apa ini harus berlanjut." Tanya Ziko.


Nyonya amel memutar badannya dan kembali ke arah anaknya.


"Mama tidak main-main dengan ucapan mama. Dua jam lagi akan ada konferensi pers, kamu harus mempersiapkan semuanya." Ucap mamanya tegas.

__ADS_1


Nyonya Amel hendak pergi dan kembali memutar badannya lagi.


"Ingat Ziko perlakukan Zira dengan baik." Kemudian mamanya pergi menuju kamar dan membuka kamar, betapa kagetnya dia melihat kamar yang sudah berantakan.


Zira melihat kedatangan nyonya Amel. Dia memalingkan wajahnya.


Cih, dasar singa betina bisa-bisanya dia menjodohkan ku dengan anaknya.


"Zira, saya tau kamu marah dan tidak terima dengan semua ini, saya hanya ingin Ziko menikah, dan menurut saya kamu adalah wanita yang tepat." Ucap nyonya Amel sambil duduk di samping Zira.


"Maaf saya telah mengancam kamu, tapi saya harus melakukannya." Ucap nyonya Amel lagi.


Zira masih tidak menjawab ataupun membantah ucapan nyonya Amel, dia masih dengan posisi yang sama memalingkan wajahnya dari wanita paruh baya itu.


"Baiklah siapkan dirimu, dua jam lagi kita akan ada konferensi pers." Ucap nyonya Amel sambil mengelus rambut Zira.


Nyonya Amel berjalan hendak keluar kamar dan menghentikan langkahnya karena mendengar pertanyaan dari Zira.


"Kenapa nyonya memilihku." Tanya Zira.


Nyonya Amel membalikkan badannya melihat kembali ke arah Zira.


"Karena kamu istimewa." Ucap nyonya Amel cepat sambil melangkahkan kakinya keluar kamar.


"Cih karena kamu istimewa, martabak kali istimewa." Gerutu Zira.


"like, komen dan vote yang banyak ya, terimakasih."

__ADS_1


__ADS_2