
Zira dan Lina kembali ke butik menggunakan taxi online. Setelah kepulangan Zira dari kota B dia tidak mendapati supir sekaligus bodyguardnya menurut pengakuan Ziko, untuk sementara supirnya di nonaktifkan sampai waktunya tiba.
Ada rasa kasihan melihat si supir di nonaktifkan semua karena ulahnya, seandainya dia menghubungi Kevin mungkin si supir tidak di nonaktifkan.
Zira sudah kembali berkutat dengan pekerjaannya.
Di Gedung Raharsya Group.
Ziko sedang meeting dengan para pemegang saham. Ini adalah meeting yang tertunda. Ziko memimpin dengan piawai banyak para pemegang saham bangga akan kejeniusan dan ide-idenya yang brilian.
Asisten Kevin berada di sebelah tuannya mengikuti jalannya meeting. Pada saat meeting semua ponsel di silent dan jika ada kepentingan yang mendesak harap keluar ruang meeting itulah pesan dari Ziko sebelum memulai meeting nya.
Ziko dan Kevin meletakkan ponselnya di atas meja. Ada sebuah cahaya lampu yang keluar dari ponsel Ziko, dan bisa di pastikan itu tanda sebuah pesan masuk.
Ziko tidak menghiraukan ponselnya, dia masih memimpin meeting. Setelah satu jam akhirnya meeting selesai. Ziko meninggalkan ruangan meeting di ikut asisten Kevin.
Asisten Kevin memberikan ponsel bosnya, Ziko menyimpan ponselnya di dalam saku.
Sesampainya di ruangan Presiden direktur seperti biasa duduk di kursi kebanggaannya.
" Apakah kamu sudah mengirim kursi seperti ini kepada si mulut micin." Tanya Ziko sambil menunjuk kursinya.
" Sudah tuan." Ucap Kevin cepat.
" Kenapa dia belum mengucapkan terima kasih kepadaku." Ucap Ziko.
" Mungkin nona lagi sibuk tuan." Jawab Kevin.
Ziko mengangguk sambil melipat tangannya di depan dadanya.
" Bagaimana dengan bodyguardnya." Tanya Ziko.
" Untuk bodyguard saya sudah mengganti yang baru tuan." Jawab Kevin cepat.
__ADS_1
" Kapan dia mulai bekerja." Tanya Ziko.
" Besok tuan." Jawab Kevin cepat.
Kevin kembali ke ruangannya, Ziko membuka laptopnya melihat beberapa pekerjaannya. Ziko menutup kembali laptopnya, hari ini dia belum mendengar mulut bawel calon istrinya. Dia mengambil ponselnya dari dalam saku.
Dari layar ponselnya ada beberapa pesan yang masuk tapi ada satu pesan yang tidak terdaftar dalam daftar kontak ponselnya. Ziko membuka nomor tersebut.
Di dalam nomor asing itu ada beberapa foto Zira, foto Zira sedang duduk berdua dengan pria dan foto yang ketiga tangan calon istrinya di cium oleh pria asing.
Ziko langsung membanting ponselnya.
" Bisa-bisanya kamu makan dengan pria asing dan bagaimana mungkin kamu bisa memberikan tanganmu kepada pria asing." Teriak Ziko marah.
Ziko menjatuhkan semua yang ada di meja kerjanya. Terjadi kebisingan dari dalam ruangannya. Sekertaris Ziko tidak berani untuk masuk dia berlari menuju ruangan asisten kevin.
Tok tok tok.
" Pak cepat tuan muda ziko lagi marah-marah." Untuk sekertaris panik.
Asisten Kevin langsung pergi meninggalkan ruangannya langsung menuju ketempat Ziko.
Begitu pintu di buka semua barang-barang hancur berantakan. Kevin mencoba menenangkan tuannya.
" Tuan sebaiknya anda tenang." Ucap Kevin sambil menenangkan tuannya.
Ziko masih menghancurkan barang-barang di dekatnya. Ini adalah pemandangan kedua yang di lihat Kevin, sebelumnya Ziko juga pernah melakukan hal serupa ketika mengetahui Sisil bermesraan dengan pria lain.
Kevin mencoba berpikir apa yang menyebabkan tuannya marah. Karena akhir-akhir ini mood tuannya bisa di kontrol tapi hari ini meledak seperti boom waktu.
Kevin mencari sesuatu dari tumpukan barang-barang yang rusak, dia menemukan sebuah ponsel Ziko yang sudah pecah layar kacanya. Dia mencoba mengaktifkan kembali ponsel itu. Setelah ponsel ON, Kevin melihat dari layar ada beberapa pesan, Kevin memilih pesan yang sudah di baca. Satu persatu di lihatnya, dia berhenti pada satu nomor yang di dalamnya ada foto Zira dengan pria asing.
Kevin menghela nafasnya.
__ADS_1
Kejadian seperti ini terulang lagi.
Setelah emosi Ziko mulai stabil Kevin mencoba berbicara.
" Tuan sepertinya ada yang sengaja ingin membatalkan pernikahan tuan dan nona Zira." Ucap Kevin.
Ziko hanya melihat sekilas, tidak menghiraukan ucapan asistennya.
" Coba tuan perhatikan sepertinya di belakang nona Zira ada seseorang wanita yang sedang berdiri." Ucap Kevin lagi sambil menunjukkan foto di dalam ponsel Ziko.
Ziko langsung berdiri dari kursinya, dan pergi meninggalkan ruangannya yang kacau balau.
Kevin mengikuti tuannya dari belakang. Sebelumnya Kevin menemui sekertaris Ziko.
" Bersihkan ruangan tuan muda." Ucap Kevin.
Mendapat perintah dari asisten Kevin sekertaris itu langsung menganggukkan kepalanya cepat. Ziko sudah berada di dalam mobil dan Kevin berada di belakang setir mobil.
Beberapa menit kemudian mobil sudah sampai di depan butik. Kevin membukakan pintu untuk tuannya. Ziko masuk ke butik dengan langkah yang cepat, beberapa pengunjung butik melihat kedatangan Ziko.
" Di TV ganteng dilihat langsung lebih ganteng lagi." Ucap para pengunjung wanita sambil tersenyum.
Pesona seorang tuan muda Ziko memang tidak ada duanya, dia mempunyai daya tarik sendiri, semua kaum hawa sangat memujanya.
" Aku enggak jadi istrinya tidak apa-apa tapi jadi simpanannya juga boleh." Ucap salah satu wanita sambil tertawa.
Kevin mendengar ucapan beberapa wanita. Dia menghampiri mereka. Melihat asisten Kevin datang mendekat mereka langsung menutup mulutnya.
" Mau belanja atau mau ngerumpi!" Ucap Kevin tegas.
Secepat kilat beberapa wanita tadi langsung bubar barisan, ada yang pura-pura memilih baju, ada yang pura - pura mengecek ponselnya.
" Like komen dan vote yang banyak ya, ayo jangan kendor semangat dong votenya, yang belum vote di tunggu ya, terimakasih."
__ADS_1