
🌹Vote
Cara vote.
Kumpulkan poin di pusat misi, buka poin pada profilku. Selesaikan semua tugas, jika tugas sudah selesai kalian bisa vote author sebanyak mungkin. Dan vote bisa di lakukan setiap hari selama poin kalian ada, terimakasih.
Selamat Membaca.
***
Keesokan harinya di kediaman Zira dan Ziko. Hari-hari selalu di sibukkan dengan menyiapkan sarapan pagi untuk suami tercinta. Setelah selesai berutinitas di dapur Zira membangunkan suaminya.
Zira menggoyangkan tubuh suaminya.
"Sayang bangun." Ucap Zira.
"Hemmm." Ziko tidak bangun dia malah menutup kepalanya dengan bantal.
"Sayang bangun." Ucap Zira.
"Sebentar lagi." Ucap Ziko dengan suara khas bangun tidur.
"Yakin enggak mau ini." Ucap Zira menunjukkan sesuatu kepada suaminya.
"Kado? Aku enggak ulang tahun hari ini." Ucap Ziko masih tetap memejamkan matanya tanpa menyentuh kotak yang ada di depannya.
"Ayo bangun." Ucap Zira sambil menarik bulu kaki suaminya.
"Aw sakit." Ziko meringis kesakitan sambil mengelus kakinya.
"Makanya bangun, aku sudah menyiapkan sarapan enak untuk kamu, tapi kamu enggak mau bangun. Kalau dingin nanti enggak enak." Gerutu Zira sambil berlalu meninggalkan suaminya di kamar.
"Kadonya bagaimana." Teriak Ziko, karena Zira sudah keburu keluar dari kamar.
"Kalau enggak mau buang aja." Ucap Zira teriak juga.
Ziko melihat kotak kecil yang di bungkus rapi dan ada pita di atasnya.
"Lebih baik aku mandi." Gumam Ziko sambil meninggalkan kotak itu di atas nakas. Setelah mandi dia memakai pakaian yang telah di siapkan istrinya. Dia kembali melirik kado yang ada di atas nakas.
"Sepertinya ini sebuah jam. Istriku membelikan jam baru untukku."Gumam Ziko sambil membuka kotak kado tersebut. Ketika di buka Ziko mengerutkan pelipisnya.
"Sayang ini jam model terbaru ya." Teriak Ziko dari dalam kamar. Zira kembali masuk ke dalam kamar.
"Ada apa?" tanya Zira.
"Kamu membelikan jam tangan baru untukku." Ucap Ziko sambil menunjukkan kearah istrinya. Kado yang di berikan Zira di bungkus dengan berlapis-lapis kertas kado.
Zira menepuk dahinya.
"Kenapa ekspresi kamu seperti itu." Ucap Ziko heran.
"Kamu belum membuka isinya hanya bungkusnya saja. Coba kamu lihat dulu isinya." Ucap Zira lagi.
Ziko membuka bungkus terakhir dan mengeluarkan isinya.
"Termometer?" Ziko mengerutkan dahinya. Lagi-lagi Zira menepuk dahinya.
"Mana ada termometer seperti itu, baca dulu baru ngomong." Protes Zira sambil duduk di pinggir kasur.
Ziko membaca dengan cermat kemudian dia menunjukan ekspresi yang sangat senang.
"Kamu hamil." Ucap Ziko.
"Iya." Ucap Zira singkat.
"Terima kasih ya Allah." Ziko loncat-loncat kegirangan. Dia menciumi istrinya berulang kali. Dan mengelus perut istrinya.
"Sudah berapa lama kamu hamil?" tanya Ziko senang
"Enggak tau, dua hari yang lalu aku tes dan hasilnya garis dua."
__ADS_1
"Apa! Kamu sudah mengetes selama dua hari dan baru memberitahukanku hari ini." Ucap Ziko sewot.
"Iya, aku bingung harus membungkus pakai apa akhirnya aku bungkus aja dengan kertas kado berlapis-lapis." Ucap Zira.
"Aku pikir ini jam tangan baru. Rupanya sebuah kado luar biasa." Ucap Ziko senang.
"Ayo makan." Ajak Zira sambil beranjak dari kasur.
"Tunggu." Ziko membopong tubuh istrinya.
"Hey turunkan aku." Ucap Zira.
"Aku enggak mau kamu kelelahan." Ucap Ziko sambil membopong tubuh istrinya menuju ruang makan.
Di ruang makan Zira ingin mengambil piring tapi Ziko melarangnya.
"Biar aku saja." Ucap Ziko.
"Tapi aku istrimu."
"Yang bilang kamu suamiku siapa." Ucap Ziko.
"Bukan maksudku itu pekerjaan seorang istri."
"Kamu lagi hamil, aku enggak mau tanganmu kelelahan. Jadi biar aku yang menyediakan makanan ini." Ucap Ziko.
"Sayang itu bukan pekerjaan berat, aku bisa melakukannya dan aku yakin tidak akan membahayakan." Ucap Zira.
Ziko tidak perduli, dia melakukan pekerjaan yang biasa istrinya lakukan.
"Makanlah, aku tidak berangkat kerja. Kita hari ini pergi kontrol ke rumah sakit." Ucap Ziko.
"Bukannya kamu ada meeting." Ucap Zira mengingatkan suaminya.
"Apa kamu lupa kalau aku pemilik Raharsya group."
"Sombong." Ucap Zira.
"Masuk, tuan dan nona lagi sarapan." Ucap bik Inah.
Kevin masuk ke dalam rumah itu dan bergabung dengan pemilik rumah.
"Makan Vin." Ucap Zira.
"Terima kasih nona, saya sudah makan di rumah." Ucap Kevin.
"Bagaimana keadaan ibumu?" tanya Zira.
"Sudah lebih baik, kemaren mama sudah di izinkan pulang." Jawab Kevin.
"Syukurlah kalau begitu. Lalu bagaimana hubungan mama kamu dan Menik?" tanya Zira lagi.
"Mama tidak ingat apapun tentang semua ucapannya, dan syukurnya Menik tidak merasa marah ataupun kecewa, dia sudah paham akan kondisi mama pada saat itu." Ucap Kevin.
Zira mangut paham.
"Vin, aku tidak ke kantor hari ini, batalkan semua meeting untuk hari ini." Ucap Ziko.
"Baik tuan, apa tuan tidak enak badan." Tanya Kevin lagi.
"Tidak ada yang sakit, aku mau mengantar istriku ke rumah sakit." Jawab Ziko.
Kevin beralih melihat ke arah Zira, sosok Zira tidak menunjukkan kalau sedang tidak enak badan.
"Nona sakit apa?" tanya Kevin penasaran.
"Aku tidak sakit Vin, kami akan menjadi seorang ayah dan ibu." Ucap Zira senang.
"Wah selamat untuk tuan dan nona, akhirnya tuan berhasil." Ucap Kevin memberikan selamat kepada keduanya.
"Iya ini karena pakai pupuk." Ucap Ziko santai.
__ADS_1
"Pupuk? Memangnya pupuk apa yang tuan pakai dan apa hubungannya dengan kehamilan nona Zira?" tanya Kevin.
"Pupuk kompor." Ucap Ziko santai.
"Pupuk kompor? Bukannya pupuk kompos?" Ucap Kevin masih bingung.
"Udah enggak usah di bahas tentang masalah pupuk, nanti kalau kamu sudah menikah akan paham dengan istilah itu." Ucap Ziko.
"Bagaimana persiapan pernikahan kamu." Tanya Zira.
"Kami memakai jasa wedding organizer." Jawab Kevin.
"Oh baguslah itu, jadi kalian tidak akan pusing memikirkannya." Ucap Zira.
"Tapi saya bingung dengan tema yang di minta Menik." Curhat Kevin.
"Kenapa?"
"Pertama dia minta di adakan di losmen." Ucap Kevin.
"Apa!" Sepasang suami istri itu kaget.
"Kagetkan, saya aja kaget sama halnya dengan si mbak wo itu juga kaget." Ucap Kevin.
"Kenapa dia minta di losmen?" tanya Zira.
"Kalau hotel kan mahal dan menurutnya losmen pasti lebih murah, tapi pihak wo bilang losmen enggak ada ruangan khusus untuk acara besar, eh si Menik minta di pelataran hotel." Ucap Kevin.
"Buahahaha." Sepasang suami istri itu tertawa.
"Kenapa enggak minta di kos-kosan aja pestanya." Ejek Ziko.
"Si Menik sampai segitunya. Akhirnya di mana pesta kalian di adakan." Tanya Zira masih dengan gelak tawanya.
"Menik tetap ngotot di pelataran losmen degan tema rakyat tapi dia mundur karena ketika pihak wo bilang kalau pesta rakyat seluruh rakyat di undang, jadi dia mundur. Akhirnya ganti tema dan gedung, temanya tentang kampung." Ucap Kevin.
"Bagus itu unik." Ucap Zira.
"Iya bagus banget pelaminannya terbuat dari bambu tapi dekorasinya pakai daun pisang." Ucap Kevin.
"Hahaha, ambil aja itu kalian akan seperti pengantin lemper." Ejek Zira.
"Bukan lemper sayang tapi pasangan pincuk, hahaha." Ejek Ziko lagi.
Pasangan suami istri itu tak habis-habisnya menjahili Kevin.
"Jadi kalau itu temanya aku datang pakai daster aja." Ucap Zira lagi masih tetap dengan gelak tawanya.
"Saya juga enggak setuju dengan tema itu walaupun unik tapi lucu kalau daun pisang di mana-mana." Ucap Kevin.
"Akhirnya apa yang di ambil." Zira sudah bisa mengontrol tawanya.
"Tema piknik, di adakan di tempat terbuka dan duduk lesehan dengan beralaskan tikar." Ucap Kevin.
"Makannya bawa sendiri." Celetuk Ziko.
"Enggak kalau makan sudah di sediakan dong."
"Bagus itu Vin, tema itu unik. Kalau enggak salah satu artis juga pernah menggelar pesta dengan tema piknik seperti itu." Ucap Zira.
"Oh iya, jadi tema itu enggak malu-maluin ya?" tanya Kevin lagi.
"Ya enggaklah, tema yang di berikan pihak wo bukan sembarangan mereka merekomendasikan tema itu pasti ada maksud tertentu." Ucap Zira.
"Oh iya, mbak wo itu bilang kalau tema piknik akan terasa lebih hangat dan santai, di mana pihak pengantin tidak harus duduk di atas pelaminan saja, pengantin bisa membaur dengan para tamu undangan." Ucap Kevin.
"Betul itu, aku kalau dulu nikah pengen temanya pasukan avengers." Ucap Zira.
"Kalau tema kita dulu pasukan avengers, pakaian kita terus seperti apa, kan enggak lucu kalau kita pakai kostum hulk terus muka ijo semua." Ucap Ziko.
Bersambung.
__ADS_1
Mampir ke karya author yang lainnya ya "Love of a nurse".