
Keesokan harinya di gedung Rahasrya group.
" Apa informasi yang kamu dapat." Tanya Ziko.
" Mengenai informasi yang saya dapatkan, yang bernama Bram sering berada di club malam." Jawab Kevin menjelaskan.
Ziko masih mendengarkan asistennya sambil memainkan pena di jarinya.
" Dia tidak bekerja sendiri ada seseorang yang berperan dari belakang layar." Ucap Kevin lagi.
Ziko yang mendengar langsung duduk dengan tegak.
" Siapa." Tanya Ziko.
" Sisil." Jawab Kevin cepat.
" Apa! Sisil." Ucap Ziko dengan ekspresi kaget.
Kevin mengangguk cepat.
" Sisil Sisil ternyata ini permainan kamu ya, baik akan aku ladeni." Ucap Ziko sambil merapatkan giginya.
" Cari pria itu dan asing kan dia di tempat biasa." Ucap Ziko tegas.
Kevin bergerak pergi meninggalkan tuannya dan segera menghubungi kaki tangannya. Beberapa saat kemudian Kevin kembali ke ruangan bosnya.
" Bagaimana." Tanya Ziko.
" Sudah tuan, mereka akan bergerak nanti malam di club." Ucap Kevin menjelaskan.
Ziko manggut-manggut masih tetap duduk di kursi.
" Tuan saya ingin menyampaikan sesuatu." Ucap Kevin.
" Apa." Tanya Ziko cepat.
" Besok adalah ulang tahun nona Zira." Ucap Kevin cepat.
Ziko yang tadinya duduk di kursi langsung berdiri mendekati Kevin. Dia selalu tertarik jika ada hubungannya dengan calon istrinya.
" Baiklah buat dinner romantis." Ucap Ziko sambil tersenyum tipis.
" Tuan sepertinya nona Zira tidak suka dengan hal-hal seperti itu." Ucap Kevin.
__ADS_1
" Apa maksudmu." Tanya Ziko lagi.
" Nona Zira lebih suka melakukan kegiatan sosial." Ucapan Kevin.
" Baiklah kamu urus semuanya dan pastikan dia jangan tau, aku ingin menebus kesalahanku padanya." Ucap Ziko.
Kevin langsung pergi meninggalkan Ziko dan mempersiapkan ulang tahun Zira dengan orang-orang terpercaya.
" Zira Zira kamu memang wanita yang berbeda." Gumam Ziko.
Di butik.
Suara ponsel Zira berdering ada sebuah nomor asing tertera di layar ponselnya. Zira enggan mengangkat ponselnya tapi nomor tersebut terus menghubunginya.
Dengan malas Zira mengangkat ponselnya.
" Ya halo." Ucap Zira malas.
" Zira apa kabar." Ada suara perempuan dari ujung sana.
" Alhamdulillah baik." Ucap Zira masih bingung.
" Ini siapa." Tanya Zira cepat.
Mau apa si uget-uget sok akrab, gerutu Zira dalam hati.
" Ya ada apa." Tanya Zira masih dengan nada malas.
" Aku senang karena kamu akan menikah dengan Ziko dan aku ingin mengucapkan selamat atas pertunangan kalian." Ucap Sisil.
" Eh tunggu nona bukannya waktu di pesta kamu itu sewot denganku, kenapa tiba-tiba kamu sok baik begini." Ucap Zira cepat.
Lama Sisil tidak menjawab ucapan Zira.
" Ya waktu di pesta aku memang marah dengan kamu, tapi aku sudah mengerti bahwa segala sesuatu tidak boleh di paksakan." Ucap Sisil.
Zira hanya mendengar tidak berkomentar sama sekali.
" Sebagai penebus kesalahanku aku ingin mengajakmu makan siang, apakah bisa." Tanya Sisil.
" Oh maaf nona Sisil tidak bisa, aku ada makan siang dengan Ziko siang ini." Jawab Zira menolak.
Sisil tidak putus semangat dia harus mengajak Zira keluar dari butik.
__ADS_1
" Bagaimana kalau kita duduk-duduk santai di cafe setengah jam lagi." Ajak Sisil.
" Enggak aku banyak kerjaan." Ucap Zira menolak.
Sisil mencoba merayu Zira dengan segala cara.
" Ayolah kamu mau menikah dengan Ziko, kamu kan belum tau banyak mengenai dia seperti makanan kesukaannya dan kesehariannya yang belum kamu ketahui, bagaimana." Rayu Sisil.
Zira masih berpikir dan mencerna semua ucapan Sisil.
Aku memang akan menikah dengan si ubi kayu tapi ada benarnya juga kalau aku mengetahui sedikit tentangnya.
" Baiklah aku akan datang setengah jam lagi." Ucap Zira.
" Ok di cafe santuy ya." Ucap Sisil.
Tut Tut Tut panggilan pun terputus. Zira bersiap-siap untuk pergi menemui Sisil.
" Lina, mbak mau keluar dulu." Ucap Zira.
" Baik mbak hati-hati." Jawab Lina.
Zira keluar dari butik sambil mengambil ponselnya dari dalam tas. Ada seseorang yang datang mendekatinya.
" Nona Zira mau kemana." Tanya si pria.
" Maaf bapak siapa." Tanya Zira.
" Saya supir nona yang baru." Ucap si pria.
Zira hanya melihat dan memperhatikan si pria.
" Tunggu." Ucap Zira.
Zira memencet ponselnya mencari daftar kontaknya yang bernama ubi kayu gosong tetapi tidak ditemuinya. Lama dia mencari-cari tapi tidak ketemu.
" Seingat ku nomornya telah aku masukkan ke daftar kontak, dan aku memberikan namanya ubi kayu gosong tapi kenapa tidak ada." Gumam Zira pelan.
Si supir masih berdiri tidak jauh dari Zira. Zira masih melihat daftar kontak nya dia memulai dari abjad A dan dia berhenti pada daftar C yaitu dengan nama alon suamiku. Zira langsung mengerutkan dahinya.
" Aku tidak pernah membuat daftar kontak dengan nama calon suamiku." Gumam Zira.
" Like komen dan vote yang banyak ya, bagi yang belum vote ayo buruan vote terimakasih."
__ADS_1