
"Enggak apa- apa, mama senang kok." Jawab Nyonya Amel.
Zelin pun mendekati mamanya, dia terus memperhatikan tingkah mamanya yang aneh.
"Mama kenapa sih, kok aku perhatikan melihat ke arah pintu terus." Selidik Zelin.
Tiba-tiba dari arah pintu ada seseorang yang datang dan berjalan dengan anggun. Seseorang itu berjalan menuju tempat nyonya Amel, Ziko dan Zelin berdiri.
"Selamat malam semuanya." Sapa Sisil.
"Malam Sisil." Jawab nyonya Amel.
Ziko dan Zelin langsung pergi meninggalkan Sisil dan mamanya.
"Tante selamat ya atas ulang tahun pernikahannya, semoga tante dan om langgeng terus." Ucap Sisil manja.
"Om di mana Tante." Tanya Sisil.
Nyonya Amel menunjuk jarinya ke arah suaminya berdiri. Di sana terlihat suaminya sedang mengobrol dengan para pejabat tinggi.
Inilah kesempatanku untuk menunjukkan kepada kalangan pejabat kalo aku calon istri Ziko.
"Baiklah tante, aku akan menemui om dulu, nanti aku balik lagi." Ucap Sisil sambil berjalan menuju tuan besar dan temannya mengobrol.
Melihat Sisil sudah tidak di dekat mamanya, Ziko dan Zelin mendekati kembali mamanya.
"Ma, kenapa mama mengundang perempuan itu." Tanya Ziko dengan nada sedikit emosi.
"Iya ma, bukannya mama enggak suka dengan perempuan itu." Zelin ikut bertanya.
__ADS_1
"Kalian berdua diam lah mama lagi pusing nih!"
Melihat mamanya marah dua orang kakak beradik itu pergi meninggalkan mamanya. Mereka tetap memperhatikan tingkah mamanya dari jauh.
"Kak Ziko coba deh lihat, mama sepertinya sedang menunggu seseorang." Ucap Zelin.
"Hemmmmm, iya benar juga, siapa yang di tunggu mama ya?"
Zelin menggelengkan kepalanya.
"Enggak tau kak." Jawab Zelin cepat.
"Mungkin mama sedang menunggu sahabatnya dari luar negeri." Jawab Ziko lagi.
Tetapi tiba-tiba mereka melihat wajah mamanya berubah jadi ceria, mereka berdua saling berpandangan dan mencari sebabnya. Sambil melihat arah pandangan mamanya.
Betapa terkejutnya mereka dari arah pintu, seseorang datang dengan anggunnya.
Zelin bengong begitupun Ziko, dia ikut terpesona dengan kecantikan wanita itu.
Zira berjalan dengan anggunnya, semua mata yang ada di pesta itu tertuju kepadanya.
Mengapa mereka semua melihat kearah ku, apa ada yang salah denganku, apakah bajuku ada noda, atau ada cabe di gigiku atau ada lipstik di gigiku.
Zira yang tadinya berjalan pede jadi salah tingkah, melihat semua tatapan tertuju kepadanya.
Sisil pun ikut memperhatikan kearah yang menjadi pusat perhatian.
"Bagaimana mungkin dia bisa datang ke acara ini, siapa yang mengundangnya. Dan kenapa harus dia sih jadi pusat perhatian kan masih lebih cantik aku." Gerutu Sisil.
__ADS_1
"Tuan sepertinya seorang peri telah turun dari kayangan." Goda Kevin yang melihat bosnya bengong.
"Diam kamu!"
Zira mendekati nyonya Amel, dan memberi selamat kepada wanita paruh baya itu.
"Selamat nyonya atas ulang tahun pernikahannya semoga langgeng sampai akhir hayat." Ucap Zira sambil tersenyum.
"Terimakasih Zira, panggil saja saya tante. Kamu cantik sekali Zira." Puji nyonya Amel.
Cih kenapa bisa melunak gini nyonya amel bukannya kemarin masih mengaung.
"Terimakasih atas pujiannya nyonya eh, tante." Ucap Zira gugup.
Nyonya Amel melambaikan tangannya memanggil suaminya. Kemudian tuan besar Raharsya datang mendekati istrinya.
"Selamat ulang tahun pernikahan tuan besar, semoga langgeng sampai akhir hayat." Ucap Zira lagi sambil menyalami pria paruh baya itu.
"Panggil aja saya om." Ucap tuan besar.
"Baik om tante." Ucap Zira gugup.
Kemudian mereka bertiga tertawa bersama-sama.
Sisil merasa iri, dia pergi ke kamar mandi meluapkan emosinya.
"Silahkan menikmati hidangannya Zira." Ucap nyonya Amel.
"Baik nyonya eh tante." Jawab Zira.
__ADS_1
"Hello readers maaf jika ada typo, like episode favorit kalian ya dan komen sebanyak mungkin ya, terimakasih."