Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 42


__ADS_3

Setelah melalui perjalanan yang membosankan yaitu macet, akhirnya taksi yang di tumpangi Zira sampai.


Dia langsung memberi beberapa lembar uang dan langsung pergi. Ada teriakan dari si driver.


"Mbak kembaliannya." Ucap si driver.


Driver sedikit berteriak karena Zira sudah keluar dari mobilnya.


"Ambil aja Pak." Teriak Zira juga.


Zira berlari kecil menuju apartemennya. Dia melirik ke arah mobil mewah yang parkir di seberang jalan.


Pasti itu mobil nyonya Amel yang sudah menungguku, tapi di mana supirnya.


Zira berhenti sejenak.


Oh mungkin itu bukan mobil nyonya Amel.


Zira melangkahkan kakinya begitu dia hendak memasuki pintu loby apartemen. Ada seseorang keluar dari apartemen.


"Mbak Zira." Pria itu menunjukkan jarinya ke arah Zira.


Zira menganggukkan kepalanya.


"Saya di tugasnya nyonya Amel untuk menjemput mbak Zira." Ucapnya.


"Bapak dari jam berapa di sini." Tanya Zira.

__ADS_1


"Dari jam 6 mbak." Jawab supir itu.


"Apa!" Zira kaget mendengar jam 6.


"Bukan seharusnya jam setengah 7 pak." Tanya Zira.


"Nyonya Amel memerintahkan saya untuk menjemput mbak lebih awal karena jalanan akan macet." Jawab supir itu tegas.


"Sepertinya Nyonya Amel sudah menghubungi nona." Ucap supir itu lagi.


"Eh eh iya Pak sudah." Zira gugup.


Memang ada Pak, tapi aku enggak berani jawab teleponnya. Berarti Nyonya menghubungiku mau mengatakan itu.


"Bisa kita berangkat." Tanya supir cepat.


"Baiklah mbak, silahkan." Jawab supir.


Zira langsung membuka heelsnya dan lari secepat mungkin. Dia menuju lift kemudian memencet tombol 3.


Zira melirik jamnya.


"Aduh sudah jam 7, acara sudah di mulai. Kalau terlambat pasti aku akan di hukum." Gerutu Zira.


"Ah paling juga di hukumannya seperti anak sekolah berdiri di tengah lapangan atau di hukum lari keliling lapangan." Ucap Zira sambil tertawa kecil.


Ting tung. Pintu lift terbuka Zira meletakkan heelsnya di depan dadanya kemudian dia lari secepat cheetah.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen dia langsung masuk ke kamar mandi. Zira mandinya bukan kilat tapi kilat khusus, dan bukan mandi sebelas jari. Benar-benar mandi.


Zira menggunakan gaun berwarna hijau tua, dengan bagian atas terbuka. Gaunnya tidak ketat ya, tapi belahannya sampai paha guys, bisa di pastikan Zira malam ini sangat seksi.


Rambutnya sengaja di sanggulnya asal dan dia menggunakan make-up flawless, jadi bisa di pastikan Zira akan terlihat sangat cantik.


Setelah melihat dirinya dalam pantulan cermin dan yakin make up dan penampilannya sudah sempurna. Kemudian dia mengambil ponselnya.


Cekrek Zira Selfi dulu ya.


Zira keluar dari dalam apartemen menuju ke arah mobil mewah nyonya Amel.


Supir membukakan pintu mobil. Dia langsung masuk dan duduk dengan anggunnya.


Mobil melaju menuju hotel Z, tempat acaranya berlangsung.


Di hotel Z.


Tamu-tamu sudah berdatangan. Keluarga Raharsya mengundang banyak tamu untuk acara itu, ada dari kalangan pejabat, artis bangsawan semua kalangan elite.


Mereka memberi selamat kepada yang punya acara. Semua para tamu undangan menikmati alunan musik yang dinyanyikan seorang penyanyi terkenal. Sesekali mereka mengobrol satu sama lain, semua terlihat ceria.


Tapi tidak dengan nyonya Amel, dia gelisah sesekali melihat ke arah pintu kedatangan.


"Kenapa ma, aku perhatikan mama kurang senang dengan acara ini." Tanya anaknya Ziko.


"Hello readers maaf jika ada typo, like episode favorit kalian ya dan komen yang banyak, terimakasih."

__ADS_1


__ADS_2