Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 82


__ADS_3

Zira masih terharu dengan kejutan yang di berikan Ziko. Ziko berusaha untuk menggodanya.


" Lubang hidungmu tambah besar kalau kebanyakan nangis." Goda ziko.


" Ah kamu." Ucap Zira manja sambil mencubit badan Ziko berulang-ulang.


Anak-anak menikmati semua makanan yang di sediakan. Zira menghampiri ibu panti yang sedang duduk di kursi taman.


" Ibu." Ucap Zira.


" Ya Zira." Ucap ibu panti.


" Bagaimana keadaan ibu dan anak-anak?" Ucap Zira.


" Alhamdulillah ibu dan anak-anak sehat." Jawab ibu panti.


" Ibu maaf karena aku sudah lama tidak berkunjung kesini." Ucap Zira.


" Ibu tau Zira, kamu sibuk dan sebentar lagi kamu akan menikah pasti akan sangat sibuk nantinya.


Zira diam beberapa saat.


" Maaf bu, ibu tau mengenai pernikahan saya dari media ya." Tanya Zira.


" Tidak Zira. Sebelum di umumkan di media tentang pertunangan kamu ibu sudah tau sebelumnya." Ucap ibu panti.


" Apa maksud ibu." Tanya Zira heran.


" Zira apa kamu tidak tau, Nyonya Amel memang ingin menjodohkan kamu dengan anaknya." Ucap ibu panti.


Zira masih menunggu ucapan ibu panti yang menggantung.


" Kamu tau Zira, Nyonya Amel wanita yang sangat baik, dia adalah donatur terbesar di panti asuhan ini.

__ADS_1


Zira kaget mendengar pengakuan dari ibu panti.


" Nyonya Amel sudah mencari informasi dari ibu sebelum perjodohan itu berlangsung.


" Jadi maksud ibu, ibu tau mengenai perjodohan ini." Tanya Zira.


Ibu panti mengangguk.


" Nyonya Amel menceritakan semuanya kepada ibu tentang niat menjodohkan anaknya, dan beliau meminta pendapat tentang perjodohan kamu dengan tuan muda Ziko. Tanpa pikir panjang ibu langsung setuju."


Zira membulatkan matanya tidak percaya dengan yang baru saja dia dengar. Ibu panti memegang kedua tangannya.


" Zira, nyonya Amel wanita yang sangat baik dan dia sangat dermawan, kamu beruntung menjadi menantu dari keluarga Raharsya.


" Tapi Bu." Ucap Zira.


" Kenapa Zira? Apakah kamu tidak suka dengan perjodohan ini." Tanya ibu panti.


Zira diam tidak menjawab pertanyaan ibu panti.


Zira mengangguk dan mencium tangan ibu panti. Ibu panti membalas dengan memeluk Zira erat.


" Apakah ibu akan datang ke pesta pernikahan ku." Tanya Zira masih dalam pelukan ibu panti.


" Maafkan ibu Zira. Ibu tidak bisa datang karena kondisi yang sudah tua, ibu tidak mau merepotkan banyak orang." Ucap ibu panti menjelaskan.


" Enggak bu, tidak ada yang merasa direpotkan dengan kehadiran ibu." Rayu Zira.


" Sudahlah doa ibu selalu bersamamu." Ucap ibu panti sambil mengecup kening Zira.


Anak-anak berlarian kesana-kemari mereka tertawa riang. Zira duduk sendiri di kursi taman, ibu panti sudah kembali ke dalam untuk beristirahat.


Zira termenung dengan semua ucapan ibu panti. Dia merasa bersalah karena telah berpikiran yang jelek tentang Nyonya Amel.

__ADS_1


Ziko menghampiri Zira yang masih termenung. Dia sudah duduk di sebelah calon istrinya. Zira tidak mengetahui tentang keberadaan calon suaminya yang telah duduk di sebelahnya. Pikirannya masih melalang buana seperti si bolang.


Ziko memperhatikan tatapan Zira yang entah kemana. Lamunan Zira buyar ketika terdengar suara seorang pria.


" Apa yang kamu pikirkan." Tanya Ziko.


" Eh kamu tuan, apakah kamu sudah dari tadi di sini." Tanya Zira.


" Ya aku sudah satu tahun yang lalu di sini." Canda Ziko.


Zira hanya diam tidak menghiraukan candaan pria di sebelahnya.


" Ayolah ini hari ulang tahunmu kenapa kamu bersedih." Ucap Ziko.


" Maaf tuan sepertinya aku harus berbuat sesuatu." Ucap Zira sambil meninggalkan calon suaminya yang masih bingung dengan ucapan Zira.


Ziko hendak mengikuti Zira. Tetapi Kevin sudah berada di dekatnya dan ingin menyampaikan sesuatu.


" Tuan pria itu sudah berada di markas. Apa selanjutnya." Tanya Kevin.


" Jangan lakukan apapun, Kita lihat reaksinya ketika berjumpa denganku." Ucap Ziko tegas.


Ziko pamit dengan ibu panti begitupun dengan Zira.


" Aku harus pergi sebentar ada pekerjaan yang harus aku lakukan, kamu mau tetap di sini." Tanya Ziko.


" Enggak aku juga mau pamit pulang." Ucap Zira cepat.


" Baiklah kalau begitu kamu pulang dengan supir dan langsung pulang jangan kemana-mana." Ucap Ziko.


Zira menjawab dengan anggukan. Ziko dan Kevin pergi meninggalkan panti asuhan amal bakti. Zira masih pamit dengan ibu panti dan anak-anak panti.


Mobil Ziko sudah menuju rumah tua tempat berkumpulnya para orang kepercayaan keluarga Raharsya. Tempat itu bisa di jadikan sebagai markas untuk mereka.

__ADS_1


Mobil menuju jalanan yang sepi. Mobil memasuki kawasan hutan. Kanan kiri di sajikan dengan pemandangan yang sangat asri pohon-pohon menjulang tinggi. Udara di kawasan itu sangat sejuk. Jarang mobil melewati kawasan itu karena lokasinya yang sepi.


" Like komen dan vote yang banyak ya terimakasih."


__ADS_2