Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 54


__ADS_3

Mendengar ucapan Ziko, Zira langsung duduk di sofa berhadap-hadapan dengan Ziko. Sedangkan Kevin memindahkan posisi duduknya yaitu di ruang makan, karena Kevin masih ingat dengan ucapan bosnya yaitu jangan menatap Zira jika wanita itu sedang memakai pakaian yang seksi.


"Kenapa kamu duduk disitu." Ucap Ziko sedikit berteriak.


"Tadi kan kamu bilang duduk, ya aku duduklah." Jawab Zira cepat.


"Bukan duduk di situ tapi di sini di sebelahku." Ucap Ziko dengan senyum liciknya sambil menepuk-nepuk sofa di sebelahnya.


Zira masih tidak menghiraukan perintah pria yang duduk di depannya.


"Ah dia memberikan senyum liciknya pasti dia ingin merencanakan sesuatu, pasti dia akan mencium bibirku." Gumam Zira pelan.


"Cepat duduk sini." Perintah Ziko lagi.


"Aku enggak mau." Bantah Zira cepat.


"Hei, belum jadi istri, kamu sudah pintar membantah ya." Ucap Ziko.


"Siapa juga yang mau jadi istrimu." Jawab Zira sambil menjulurkan lidahnya.


"Aku hitung sampai tiga, kalau kamu tidak duduk di sini kamu akan ...." Belum siap Ziko menyelesaikan kalimatnya Zira sudah melangkahkan kakinya dengan cepat. Dia duduk tepat di sebelah Ziko. Begitu Zira duduk Ziko langsung memeluk bahu calon istrinya dengan sebelah tangannya.


"Kan betul udah mulai ini otaknya, kebanyakan makan pantat ayam kayak gini nih." Gerutu Zira pelan.


Ziko tidak mendengar gerutu Zira, dia masih sibuk dengan ponselnya.


"Tuan, bukannya seharusnya yang jadi calon istri kamu si uget-uget, kenapa harus aku." Tanya Zira.


Ziko masih sibuk dengan ponselnya.


"Tuan aku tidak mau jadi hama dalam hubungan kalian." Ucap Zira pelan.


Ucap Zira membuat Ziko sedikit emosi.

__ADS_1


"Sudah cukup jangan kamu sebut namanya." Bentak Ziko.


"Aku kan enggak menyebutkan namanya, aku kan hanya menyebutkan julukannya." Ucap Zira membela diri.


Ziko hanya menatap wanita yang duduk di sebelahnya, dia tidak memperdulikan ucapan Zira, menurutnya kalau bicara dengan wanita di sampingnya enggak akan ada ujungnya.


Kenapa si ubi kayu tidak menjawab ucapan ku malah menatapku, pasti dia mau merencanakan sesuatu, aku harus bertindak lebih cepat darinya.


"Tuan oh tuan." Ucap Zira manja sambil memainkan ujung jas Ziko.


"Hemmmmm."


"Nanti kan akan ada konferensi pers pasti akan di tanya mengenai makanan kesukaan, kita kan belum tau makanan kesukaan masing-masing." Ucap Zira manja masih dengan memainkan ujung jas Ziko.


Ziko tertawa mendengar ucapan manja Zira.


"Mana ada wartawan menanyakan apa makanan kesukaan kalian. Apa kamu pikir kita dalam acara Talk show." Ucap Ziko tertawa sambil menarik hidung Zira.


"Kalau nanti ditanya bagaimana? kan lebih baik kita bersiap-siap sebelum di tanya." Ucap Zira pelan sambil memegang hidungnya yang baru ditarik.


Ziko manggut-manggut.


"Aku suka makanan western dan kurang suka dengan masakan lokal, tapi ada satu makanan yang aku suka." Ucap Ziko sambil tersenyum licik.


"Apa itu." Tanya Zira cepat.


"Memakan mu." Ucap Ziko sambil tertawa bahagia.


"Cih bahagianya, kamu enggak bertanya apa makanan kesukaanku." Ucap Zira lagi.


"Enggak perlu aku tanya pasti kamu akan cerita." Ucap Ziko sambil tertawa.


Zira mencubit lengan Ziko dengan kuat.

__ADS_1


"Aih kenapa tanganmu seperti tangan kuli begini." Ucap Ziko sedikit meringis menahan sakit.


"Ya udah enggak usah tanya, kamu tau makanan kesukaanku adalah adalah adalah jengkol, jadi tadi sebelum kesini aku makan jengkol satu kilo." Ucap Zira santai.


Mendengar ucapan Zira, Ziko langsung melepaskan pelukannya dan berdiri menghindari Zira.


"Ah kamu cantik-cantik jorok ya." Sambil memberikan ekspresi jijik.


Zira tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha, dia enggak akan mau mencium ku." Gumam Zira pelan.


Ziko meninggalkan Zira dan pergi menghampiri Kevin.


"Kamu dengar tidak apa yang di ucapkan si mulut micin. Apa kamu sudah mencari informasi mengenai makanan kesukaannya itu." Tanya Ziko.


"Maaf tuan mengenai hal itu saya tidak tau tuan, kan gak apa-apa juga kalau nona Zira suka makan jengkol, jengkol juga baik untuk kesehatan asal jangan berlebihan." Ucap Kevin menjelaskan.


"Bagaimana enggak berlebihan, dia saja bilang hari ini makan jengkol satu kilo, kamu bisa bayangkan gimana baunya itu jigong." Gerutu Ziko cepat.


"Cari tau mengenai hal ini." Perintah Ziko.


Ziko pergi meninggalkan asistennya dan kembali ke uang tamu. Dia duduk di depan Zira.


"Tuan mari duduk denganku." Ucap Zira sambil menepuk-nepuk sofa di sebelahnya.


"Cih jigong mu bau." Ucap Ziko menolak.


"Tuan, jigong ku enggak bau tapi wangi. Wangi aromaterapi, tuan tidak mau mencium bibirku." Ucap Zira sambil memonyongkan bibirnya.


"Tutup mulutmu aku jijik melihatnya." Ucap Ziko cepat.


"like komen dan vote yang banyak ya, terimakasih."

__ADS_1


__ADS_2