
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Noval, ketika melihat buk dokter keluar dari ruangan Neysia
"Alhamdulillah pak, istri bapak dapat keajaiban dari tuhan. Sekarang istri bapak sudah sadar"
"Dokter tidak bercandakan?" tanya Noval tidak yakin. Buk dokter pun menggeleng
"Apa saya boleh melihat istri saya dok?" tanya Noval, yang sudah tak sabar
"Untuk sekarang biarkan istri bapak istirahat dulu"
"Iya dok, terimakasih" ucap Noval. Dokter pun meninggalkan Noval bersama keluarga Noval
"Val apa kata dokter?" tanya mama
"Alhamdulillah ma, Neysia sudah sadar"
"Mama sudah bangun pa...?" tanya Caca mendengar ucapan Noval bersama nenek
"Iya sayang"
"Aca mau lihat mama pa, ayo pa masuk" ajak Caca yang sudah tak sabar
"Sabar ya sayang, mamanya istirahat sebentar ya" pujuk Noval
"Papa jahat... " ucap Caca langsung managis,
"Sabar ya sayang,, Mama istirahat sebentar" ucap Naila menenagkan Caca
"Iya Tante" ucap Caca memeluk tubuh Naila Tidak lama setelah itu Neysia pun tersadar dengan kondisi melemah. Caca adalah nama yang pertama kali yang di cari oleh Neysia, begitu tulus kasih sayang antara mereka berdua
"Caca,,,Caca" panggil Neysia dengan suara pelan.
"Val sepertinya Neysia sudah bangun" ucap mama. Noval pun langsung menuju ke Neysia yang tengah berbaring di atas ranjang pasien.
"Sayang" panggil Noval lembut sambil membelai rambut Neysia
"Mas Caca mana?" tanya Neysia
"Mama" ucap Caca langsung memeluk tubuh Neysia yang tengah berbaring.
"Aca kangen mama.. Aca tidak mau mama bobok lama-lama lagi" ucap Caca yang penuh dengan isak tangis.
__ADS_1
"Iya sayang, mama juga kangen sekali sama Aca"
"Mama kenapa boboknya lama sekali? Aca tidak mau kalau mama bobok lama-lama lagi"
"Maafin mama ya sayang" ucap Neysia
"Ma, Aca belum makan" Adu Caca
"Kenapa papa tidak kasih Aca makan?"
"Tidak ma, Aca tidak mau makan kalau bukan mama yang suapin Aca"
"Lain kali tidak boleh seperti itu lagi ya nak, Nanti kalau Aca sakit siapa dong yang mau nemani mama"
"Maafin Aca ya ma?"
"Iya, sekarang Aca makan ya. Di suapi nenek" Caca pun mengangguk.
"Caca di suapi tante aja ya" ucap Naila
"Gak, Aca mau sama nenek saja" tolak Aca.
"Baik la" ucap naila. Caca pun menghampiri nenek yang sedang duduk di kursi tunggu sambil membawa satu piring nasi yang sudah terisi dengan lauk pauknya.
"Mbak tidak perlu mintak maaf mbak. Semuanya sudah di garis dengan sang pencipta. Mbak jangan pernah salahin diri mbak. Mungkin tuhan belum mempercayai nay untuk memiliki baby, maka dari itu tuhan mengambilnya kembali dari Nay. Nay yakin kejadian semua ini pasti ada hikmahnya mbak, selagi kita bersama sang pencipta kita mbak" jawab Neysia yang selalu tersenyum di bibir mungilnya itu
"Noval sangat beruntung mempunyai istri seperti kamu Nay, Baik, cantik sayang dengan putrinya. Sekali lagi maafin mbak Nay, mulai sekarang mbak titip Caca dengan mu. Mbak yakin kamu pasti jagaain Caca dengan tulus"
"Mbak harus tahu kenapa aku memilih mas Noval yang jadi suami ku. Karena aku sangat menyangi Caca, aku tidak tahu dari awal aku bertemu dengan Caca membuat ku tidak bisa melupakan anak itu. Aku tidak pernah mengaggap Caca anak sambungku bagi ku Caca adalah anak kandung ku mbak"
"Terimakasih Nay, kamu sudah menyayangi Caca seperti anak kamu sendiri. Sekali lagi maafin mbak Nay" ucap Neysia sambil berpelukan
"Oh iya mbak, Mbak bebas kok kapan saja mau ke temu dengan Caca. Aku janji sama mbak dengan perlahan aku akan memberi tahu Caca bahwa mbak adalah mama kandungnya"
"Terimakasih Nay" Neysia pun mengangguk sambil memeluk Naila
"Mama sama tante kok peluk-pelukkan?" tanya Caca baru tiba
"Tente juga kangen sama mama Aca" ucap Naila
"Memangnya tante kenal sama mama?"
__ADS_1
"Iya sayang, tante Naila ini teman mama waktu sekolah dulu" bohong Neysia
"Oh gitu ya ma" ucap caca sambil mencium Neysia
"Anak mama bucuk. Belum mandi"
"Heheh" gelak Caca
"Kalau gitu Aca mandi sama tante Naila dulu ya sayang. Mama belum bisa mandiin Caca" rayu Neysia
"iya ma" Neysia sengaja meminta Naila yang memandikan Caca agar mereka semakin dekat. Jadi, tidak terlalu canggung jika suatu hari nanti Caca mengetahui yang sebenarnya
"Dada ma, Aca mandi dulu ya" pamit Caca
"Iya sayang. Muach" ucap Neysia mengecup kening Caca. Caca pun pergi meninggalkan Neysia
"Pa, Aca titip mama sebentar ya" ucap Caca
"Iya sayang" jawab Noval.
"Mas" panggil Neysia
"Iya sayang" jawab Noval
"Maafin Nay. Tidak bisa jagain anak kita" ucap Neysia
"Tidak sayang, kamu tidak bersalah. Ini semua gara-gara mas"
"Tidak mas. Ini semua gara-gara Nay"
"Tidak ada yang salah. Ini semua sudah takdir dari sang ilahi. Seperti yang sayang katakan dengan Naila" ucap Noval
"Iya mas, Semoga tuhan memberi pengganti secepatnya"
"Iya sayang, setelah kamu sehat. Nanti kita nabung yang banyak. Supaya cepat jadinya" ucap Noval dengan menggoda
"Masss..." ucap Neysia sambil mencubiti pinggang Noval. Sepasang suami itu pun tersenyum bahagia sambil melepaskan rasa rindu masing-masing.
bersambung...
Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Maaf jika cerita author kurang menarik bagi kakak semua. Dan maaf author up nya lumayan lama. Jangan lupa like, komen, dan Vote nya kak, satu lagi jangan lupa di shaer.
__ADS_1
"