Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 70


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu. Tapi, belum ada tanda-tanda keberadaan Kelpin. Semenjak kejadian itu Neysia jadi pendiam, dan pemarah. Sedangkan keadaan mama semakin memburuk. Mama terbaring lemah di atas ranjang pasien, di tambah dengan alat bantu. Ketika Andrian ingin mendekati mama, tiba-tiba saja alat yang di pasang di tubuh mama tidak berfungsi. Dengan cepat Andrian memanggil dokter. Tidak lama setelah itu dokter pun tiba.


"Dokk.. bantu mama saya" desak Andrian


"Bapak tenang dulu!! bapak tunggu di depan, kami akan memeriksa orang tua bapak" Dokter mendorong tubuh Andrian, agar bisa tenang.


"Dok, saya mau masuk" Teriak Andrian. Neysia bersama Sarah pun tiba ke rumah sakit setelah dapat telfon dari Andrian. Sarah langsung menghampiri Andrian yang tengah menagis di balik tembok.


"Mas, ada apa?" tanya Sarah


"Mama...."ucap Andrian


"Mama ke napa kak?" tanya Neysia baru tiba. Belum sempat Andrian menjawab, dokter pun tiba.


"Keluarga buk Jus?"tanya dokter itu


"Iya dok, bagaimana keadaan mama?" tanya Andrian cemas


"Mohon maaf, kami sudah melakukan yang terbaik untuk ibu, bapak. Tapi tuhan berkata lain" ucap dokter itu


"Maksud dokter, mama sudah menghadap sang ilahi?" tanya Neysia. Dokter pun mengangguk.


"Tidakkk mungkinnn..... Dokter pasti bohong" ucap Neysai sambil memukul mukul tubuh dokter muda itu.

__ADS_1


"Tidak buk, itu lah kenyataannya."ucap dokter itu. Neysia pun langsung menghampiri mama, di ruang jenazah. Di mana di sana sudah ada Andrian bersama Sarah.


"Mama,, maafin Nay ma, ini semua gara-gara nay ma. Jangan tinggalin Nay ma, Nay tidak sanggup kehilangan mama. Mama.. Nay sayang mama.. Nay janji ma, Nay akan nuruti maunya mama. Bangun la ma, bangun jangan tinggalkan Nay" Neysia menangis sambil memeluk tubuh mama.


"Kak, ini semua gara-gara Nay, Maafin Nay kak. Andaikan Nay menuruti apa yang di katakan mama, mungkin mama tidak akan pergi meninggalkan kita kak. Ini semua gara-gara Nay kak." Ucap Neysia sambil menghadap Andrian.


"Kamu tidak sala dek, ini semua sudah takdir. Kakak tidak pernah menyalakan kamu. Kakak hanya kecewa pada Kelpin, kenapa dia tega dengan kakak. Kamu tidak perlu menyalakan diri mu" Ucap Andrian, sambil memeluk Neysia


"Ini semua gara-gara kamu!!! cucu tidak tau di untung!!" Marah kakek


"Kek, Maafin Nay." Mohon Neysia


"Kakek, tidak peduli dengan kamu.!! Mulai hari ini kamu keluar dari rumah besar Atmaja." ucap kakek serius. Tubuh Neysia langsung bergetar kencang seperti tersamabar petir tenga hari bolong. Bagaimana tidak, sudah malu batal Nikah, mama pergi untuk selama-lamanya, yang lebih menyakitkan di usir dari rumah sendiri. Neysia menjatuhkan tubuhnya, hingga tidak sadarkan diri. Dengan cepat Neysia di bawa ke ruang ugd.


"Diam kamu Andri!! kalau tidak tau permasalahannya" bentak kakek pada Andrian.


"Terserah kakek, Andrian tidak peduli" ucap Andrian pergi meninggalkan kakek.


"Maafin kakek, kakek lakukan ini semua terbaik untuk Neysia. Kakek sayang kalian semua" ucap kakek dalam hati.


Semua sudah selesai, tinggal waktunya melayat, jenazah mama sudah di bawa dengan mobil ambulan menuju tempat pemakaman umum di kotannya. Andrian ikut serta mememindahkan mama ke tempat terakhirnya.


"Ma, mama tenang di sana ma, Andrian akan selalu mendo'a kan mama. Mama tidak perlu kuatir, Andrian pasti jagain Neysia" ucap Andrian dengan linangan air mata

__ADS_1


"Mas, mari pulang" Ajak Sarah


"Ma, Andri pulang dulu" Pamit Andrian ke makam mama. Andrian pun langsung bangkit, menuju ke arah sang istri. Setelah pulang dari makam Andrian bersama Sarah langsung menuju rumah sakit, di mana tempat Neysia sedang di rawat. Pelan-pelan Andrian menghampiri Neysia yang tengah berbaring lemah. Agar tidak menganggu istirahat Neysia.


"Kak, mama di mana?" Ucap Neysia sambil memejamkan mata


"Dek, kakak mohon jagan tangisi mama. Biarkan mama tenang di alamnya" bisik Andrian dengan Neysia. Neysia pun membuka bola matannya. Menatap Andrian


"Kak, Maafin Nay" ucap Neysia


"Kamu tidak perlu memintak maaf"jawab Andrian lembut


"Kak, apa kakak membenci ku?"tanya Neysia


"Jangan pernah berfikir yang tidak-tidak. Kakak tidak pernah marah atau pun membenci mu. Kamu tetap adek kakak yang manja" Ucap Andrian sambil membelai Neysia


"Makasih kak" ucap Neysia.


"Kakak tidak ingin melihat kamu seperti kemarin, Kamu harus bangkit dan tunjukan pada dunia kalau kamu bukan wanita lemah." ucap Andrian. Di balas senyum oleh Neysia.


Bersambungg..


Terimakasih yang telah berkenan membaca karya author. Jangan lupa like, komen dan votenya kak..

__ADS_1


Selamat menunggu buka puasa..


__ADS_2