
Hai kakak semua yang gemar membaca Novel, jangan lupa mampir yuk ke cerita ku yang ini.
(Salah alamat berujung nikah) . Di sini ceritanya sangat berbeda dengan Andrian dan Sarah. Di tunggu ya kakak kehadirannya.
Suara kicauan burung membuat hening di pagi itu serasa menyejukkan. Matahari yang malu-malu untuk menyapa sang fajar. Semua makhluk hidup pun memulai aktifitasnya masing-masing. Tetapi tidak dengan Neysia, ia masih setia dengan selimut tebalnya karena ulah Noval hingga membuatnya malas untuk bergerak.
"Sayang bangunn" ucap Noval dengan lembut
"Ehemm" Sarah berdhem tanda ia tidak ingin di ganggu
"Ya Sudah tidur yang nyenyak sayang, mas mau mandi dulu" Noval turun dari ranjang menuju kamar mandi. Setelah selesai dengan ritual mandi memandinya Noval menuju ke ranjang di mana sang istri masih terlelap.
"Sayang apa kamu masih belum mau bangun" ucap Noval mengusap ke pala Neysia
"Masih ngantuk"
"Baik la, kalau seperti itu biar mas yang menemani mu tidur" goda Noval. Dengan cepat Neysia membuka bola matanya melototi Noval yang tengah memandangnya.
"Apa sayang?? apa kamu mau mas temani" ucap Noval dengan senyum jahilnya
"Enggak" Neysia langsung bangkit dari ranjagnnya menuju kamar mandi. Sedangkan Noval tersenyum puas karena sudah berhasil menjahili sang istri. Setelah selesai ritual mandi memandi, Neysia menghampiri Noval yang tengah sibuk memainkan pensel
"Mas" panggil Neysia
"Iya Sayang" jawab Noval,
"Aku lapar" ucap Neysia
"Istri mas Lapar???" Neysia pun mengangguk
"Ya sudah kalau gitu kita keluar cari makan apa mau pesan makanan hotel saja?" tanya Noval
"Aku mau cari di luar mas sambil jalan-jalan"
"Ayok" ajak Noval, Noval menggandeng Neysia.
"Sayang mau makan apa? perasaan mas kita sudah sangat jauh berjalan, tidak ada satu pun yang kamu selera" ucap Noval,
__ADS_1
"Aku bingung mas, habisnya semua yang di jual aku suka"
"Bagus donk"
"Kok bagus sih mas??"
"Iya baguslah, jadi tidak susah mencari makan untuk mu sayang"
"Gak bagus mas, aku jadi bingung mau pilih yang mana?"
"Kita pilih semua"
"Mas pikir perut aku terbuat dari karet apa?"
"Terus... kamu mau makan apa sayang?? mas sudah lelah"
"Aku mau lontong kuah tunjang"
"Oh... Jadi dari tadi cari itu. Bilang dong sayang, kalau tahu itu yang di cari tidak perlu kita jalan sejauh ini"
"Ayo kita belok lagi" ajak Noval
"Memangnya di mana mas??" tanya Neysia
"Di sebelah kiri hotel" jawab Noval.
"Hehehehe,, bodoh" Neysia menjitak ke palanya Sendiri..
Neysia bersama Noval pun tiba di tempat yang ingin mereka tuju. Di mana di sana pengunjungnya sangat ramai walau hanya penjual kaki lima.
"Mass, ramai sekali"
"Iya, di sini enak" jawab Noval sambil merangkul Neysia
"Mas, jangan seperti ini aku malu" ucap Neysia menuruni tangan Noval yang terletak di pundaknnya
"Malu? kenapa malu? kamu kan istri mas"
__ADS_1
"Mas apa kamu tidak sadar semua tertuju pada kita" ucap Neysia
"Tidak peduli" jawab Noval singkat
"Eh ada pak Noval. Siapa itu pak?" tanya penjual lontong.
"Ini mamanya Caca buk" jawab Noval
"Mama Caca?" tanya ibuk itu bingung, pengingat bibik mama Caca bukan itu
"Iya buk, kenapa ibuk bengong?" tanya Noval
" Gak pak Noval"
"Pasti ibuk bingung kenapa berubah. Ini mama sambung Caca buk" jawab Noval
"Selamat pak Noval" ucap ibu itu
"Apa... pak Noval sudah menikah lagi??? " tanya salah satu pengunjung. Noval pun mengangguk.
"Bapak kenapa bapak tega dengan kami semua, kami sudah lama nungguin duda bapak. Mala bapak tinggalin kami menikah" ucap salah satu ibu-ibu yang ada di sana
"Iya, bapak memang jahat. "
"Kami tidak mau ngefens sama bapak lagi, bapak sudah beristri sekarang." ucap para ibu-ibu. Noval tersenyum menanggapi perkataan para ibu-ibu itu, karena Noval sudah terbiasa di serang oleh ibu-ibu.
"Mas, teryata kamu banyak idola nya ya"goda Neysi
"Apaan si sayang"
"Pak Noval, ini pesanannya sudah selesai"
"Makasih ya buk" ucap Noval pergi neninggalkan tempat lontong itu.
Bersambung...
Terimaksih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa like, komen dab Vote nya kak.
__ADS_1