Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
104


__ADS_3

Hai kakak, author boleh mintak saran gak ya. Ini cerita mau author tamatin, kira-kira baiknya gi mana ya kak.


12 Tahun berlalu. Di mana sekarang Caca sudah memasuki usia remaja. Sedangkan Neysia hamil dengan keadaan semakin melemah. Tiga hari sekali Neysia pasti masuk rumah sakit. Hingga membuatnya bosan bertemu dengan dokter kandungannya.


"Sayang ayo!"


"Aku gak mau Mas! Aku sudah capek, lebih baik aku pergi!"


"Sayang tidak boleh bicara seperti itu. Kamu harus yakin jika kamu akan sembuh. Kita akan membesarkan anak-anak kita nanti"


"Aku sudah bosan mas melihat dokter itu. Apa tidak ada dokter lain?"


"Sayang, itu dokter yang sudah merawat kandungan mu dari awal hingga sekarang memasuki 7 bulan."


"Mas"


"Iya sayang. Mas mohon mau ya. Demi anak-anak kita sayang" mohon Noval


"Iya mas. Caca di mana Mas?" tanya Neysia


"Mas panggilin dulu. Kamu siap-siap ya, sayang!" Neysia pun mengagguk tanda setuju


"Caca" panggil Noval


"Iya pa. Ada apa?"


"Kamu di cariin sama mama"


Caca pun membuka pintu kamarnya menemui sang papa


"Mama di mana pa?"

__ADS_1


"Ada di kamar. Aca rayu mama ya, supaya mama mau ke dokter."


"Iya pa" ucap Caca mengikuti langkah kaki Noval menemui Neysia


"Assalammualaikum ma" ucap Caca membuka pintu


"Iya sayang"


"Ma, ayo kita periksa adek! Kakak sudah tidak sabar melihat adek"


"Kakak sudah mandi?"


"Sudah donk dek" ucap Caca sambil menciumi perut buncit Neysia


"Sini coba mama sayang dulu" Seperti itu lah Neysia yang selalu membuat Caca seperti anak kecil walaupun Caca sudah remaja.


"Aca sayang mama"


"Ca. Mama mau tanya?"


"Apa ma? Tanya saja"


"Jika mama menyimpan sesuatu dari Aca. Apa Aca bakal membenci mama?"


"Aca tidak akan bisa membenci mama. Karena bagi Caca mama itu separuh nyawa Aca. Walapun kenyataannya Aca bukan anak kandung mama"


"Maksud Aca apa?"


"Mama! Aca sudah tahu. Jika mama bukan mama kandung Aca" ucap Caca memeluk Neysia


"Maafin mama sayang."

__ADS_1


"Mama tidak perlu minta maaf sama Aca. Mama tidak ada salah kok sama Aca. Mala Aca beruntung punya mama seperti mama yang tidak pernah mengagap Aca anak sambung mama. Mama selalu sayang dengan Aca"


"Makasih sayang. Mama takut, jika kamu mengetahui sebenarnya, kamu tidak bisa menerima mama." ucap Neysia dengan isak tangis


"Mama! Mana mungkin Aca tidak bisa menerima mama. Mama adalah wanita yang selalu memberi Aca kasih sayang yang tulus tidak pernah lelah dengan sikap Aca walaupun mama dengan keadaan tidak baik. Mama yang selalu ada di samping Aca, mama yang selalu mendukung Aca dalam segi apapun. Mana bisa ma? Aca melupakan itu semua. Bagi Aca mama adalah mama kandung Aca" ucap Caca memeluk tubuh mungil Neysia


"Makasih sayang. Mama tidak menyangka jika anak mama sekarang sudah berfikir sedewasa ini"


"Iya dong ma. Kan, sebentar lagi Aca bakal jadi kakak. Jangan nakal ya dek, di perut mama" ucap Caca mngusap-mengusap perut Neysia yang sudah membesar.


"Ma! Aca sudah siapin nama yang pas buat adek"


"Siapa Kak?" tanya Noval


"Rahasia dong"


"Ya sudah sekarang mari kita ke dokter!" ajak Noval.


"Siap pak komandan" ucap Neysia bersamaan Caca sambil memberi tanda hormat.


"Kakak bawak ini ya!" perintah Noval sambil memberi sebuah tas


"Iya pa" Caca pun mengikuti Noval bersama Neysia menuju mobil. Tidak lama setelah itu Neysia pun tiba di mana tempat ia selalu memeriksa kandungannya.


"Ma, pa. Kakak tunggu di mobil saja ya"


"Iya sayang" jawab Neysia pergi meninggalkan Caca.


Bersambung.....


Terimaksih yang sudah setia membaca karya author. Maaf ya kalau kurang bagus, tidak memuaskan kakak semua. Maaf ya, author jarang up. Karena kesibukan dunia nyata yang sangat padat. Hingga membuat author tidak bisa berimajinasi. Oh iya kak. Jangan lupa like, komen, dan Vote.

__ADS_1


"


__ADS_2