
Detik demi detik, menit demi menit, hari pun demi hari. Tidak terasa pernikahan Sarah dan Andrian memasuki bulan ke 6. Belum ada tanda tanda kehamilan untuk Sarah. Ada rasa sedih di hati Sarah, setiap kali tetangga selalu menanyakan tentang kehamilan dengannya.
Ia sempat berfikir kalau ia tidak bisa memberikan Andrian keturunan, Andrian akan mencampakakannya. Seperti yang sering di katakan ibu ibu rempong dengannya.
"Apa kamu sudah hamil Ra??. "
"Belum buk,, tapi Sarah yakin nanti Sarah bakal di kasih juga sama allah "
"Kamu hati hati Ra, laki laki itu kalau istrinya tidak bisa memberinya anak. Pasti ia campakkan"
"Aku yakin buk kalau Andrian orang tidak seperti itu. "
"Tapi kamu harus hati hati juga, soalnya itu pengalaman tetangga ibu di kampung dulu. Dia sama seperti kamu tidak mempunyai anak. Akhirnya di campakkan dengan suaminya"cerita ibuk rempong. Sarah tersenyum menanggapi ibu itu
"Sarah duluan buk "pamit Sarah. Sebenarnya Sarah belum puas memilih sayur sayuran dari pada tambah sakit hati dengarin omongan ibuk ibuk rempong lebih baik ia selesaikan saja belanjaannya. Sarah pun memulai aktifitas masak memasaknya. Ketika Sarah asyik menggoreng paha upin ipin, ia terkejut ada yang memeluknya dari belakang dengan cepat Sarah membelokkan badannya, memukuli orang itu dengan sendok goreng yang masih panas.
"Aww,, " Rengek orang itu pura pura kesakitan.
"Mas Andrian!! "Sarah pun langsung memeluk sang suami,
"Kenapa tidak memberi tahu ku, jika mas pulang hari ini. Supaya aku bisa siap siap" kesal Sarah
"Kalau mas memberi tahu, berarti bukan kejutan donk"
"Kebiasan!!"kesal Sarah di kerjai oleh sang suami.
"Tambah cantik saja istri mas ini kalau manyun seperti ini. "
"Bauk apa ini Mas??, nyengat seklai"tanya Sarah sambil mencari bauk menyengat itu.Andrian tersenyum ketika mengetahui bauk apah yang di cari.
"Kamu kenapa mas senyum senyum sendiri??, masih waraskan ?"
"Sayang coba kamu lihat itu, mungkin bauknya berasal dari sana"
"Astarfirullah,, mas Andrian!!"pekik Sarah,melihat keadaan upin ipinnya.
__ADS_1
"Ada apa sayang?? "Andrian pura pura tidak tahu.
"Ini gara mas, coba saja tidak mengganggu. "
"Jadi, mas yang salah. "di balas angguk dengan Sarah
"Istri mas ini memang menggemaskan sekali"
"Terus mas makan apa, Ayam upin ipinnya gosong"sedih Sarah
"Soal itu gampang sayang, kita bisa pesan lewat onlain saja "
"Mas mandi dulu sana, bauk."perintah Sarah sambil menutup hidungnnya. Andrian semakin gemes melihat sikap sang istri.
"Maunya di mandiin "goda Andrian.
"Masss!!! "Andrian terkekeh melihat raut wajah sang istri.
Tidak memakan waktu lama. Andrian sudah siap dengan pakain rapi.
"Mas ada keperluan sebentar. Tidak lama "
"Hati hati mas"ucap Sarah sambil menyelami sang suami. Andrian pun mengangguk.
Di tempat lain...
"Ton, kamu beneran suka sama temannya mbak Sarah?. "tanya Rina
"Ntahlah Rin, aku tidak tahu. "
"Kenapa kak?"tanya Dewi
"Aku takut, di saat aku sayang sayangnya aku di tinggal lagi "
"Kamu tidak perlu takut Ton, Tidak semua wanita seperti itu."Nasehat Rina
__ADS_1
"Kalau menurut aku, kamu cocok dengannya. Sama sama hobi makan "ledek Rina.Toni tersenyum.
"Di coba aja dulu kak Ton. Jangan menutup hati"Dewi memberi semangat pada Toni
"Kamu anak bocah diam saja, belum tahu apa apa tentang cinta "
"Gini gini, aku punya kekasih ya "Bangga Dewi
"Palingan tukang galon, yang suka sama kamu kalau tidak tukang somay"canda Toni
"Assalammualikum"ucap Seorang gadis
"Waalaikumslam, mbak cantik mau beli apa? "tanya Dewi
"Gak, aku hanya lewat, sekalian saja mampir "
"Kalau nyariin kak Toni, kak Toninya ada tu di gudang "tunjuk Dewi.Tiara pun tersenyum
Di tempat Lain..
"Hikkssa,,,hikkss,,abng lindu cama mimi, ayo dong ma kita main ke tempat mimi. "Rengek Hanif
"Diamm!!, mama tidak suka kalau kamu nyebut nyebut mimi"Marah Susan
"Tenapa ma? tenapa ma?, tidak boye.Abang lindu"
"Tidak boleh kata mama tidak boleh, Hanif!!"bentak Susan
"Hikss,,hikss,, mama jahat, mama jahat, abang benci mama "
"Maafin mama nak, mama lakuin ini semua. Demi nenek mu nak. "batin Susan.
Bersambung.
Jangan lupa like, komen, vote
__ADS_1