
Waktu begitu cepat berlalu, kandungan Sarah pun sudah memasuki 7 bulan. Di mana sekarang perut Sarah semakin membuncit tidak jauh seperti balon. Hari ini tepat tanggal pemeriksaan Sarah dan calon bayinya. Sarah bersama sang suami sengaja tidak melihat jenis kelamin calon bayinya, karna bagi sepasang suami itu pun laki laki maupun wanita sama saja, yang paling utama bagi mereka bayinya selalu sehat. Sarah sudah siap dengan penampilannya yang sederhana, tapi tidak membuat kecantikanya berkurang.
"Mas, mau kemana? " tanya Sarah, Karna Sarah melihat penampilan sang suami sudah rapi tidak seperti biasanya.
"Maaf sayang, hari ini mas tidak bisa menemani kamu ke dokter. " ucap Andrian
"Oh iya gak papa mas " dalam hati Sarah sedih tapi ia sebisa mungkin tegar di hadapan sang suami.
"Nanti kamu di temani bik Ida ya " ucap Andrian
"Tidak usah mas, aku bisa sendiri kok. " tolak Sarah
"Gak sayang, kamu tidak boleh sendiri. "tegas Andrian. Sarah tersenyum menanggapi sang suami.
"Papa pergi kerja dulu ya nak, jangan nakal di perut mama, jangan membuat mama lelah. Papa sudah tidak sabar menunggu kehadiran jagoan papa. Muacch " Andrian mengelus ngelus perut buncit sang istri, tidak lupa Andrian mencium perut sang istri layaknya mencium baby mereka.
iya papa, adek tanti tidak natal di peyut mana (iya papa, adek janji tidak akan nakal di perut mama ) " ucap Sarah sambil meniru suara anak kecil. Andrian tersenyum ke arah sang istri menginsyaratkan ia sangat bahagia.
"Mas berangkat dulu sayang. Jangan lupa nanti sebelum pergi hubungi mas terlebih dahulu. " ucap Andrian.
"Baik pak bos. " ucap Sarah sambil memberi tanda hormat. Andrian gemas sendiri melihat tingkah sang istri. Sarah pun menyalami sang suami seperti biasa, sebaliknya dengan Andrian ia pun mengecup kening sang isrti.
"Assalammualaikum " ucap Andrian pergi meninggalkan sang istri.
"Waalaikumsalam " jawab Sarah dengan senyum termanisnya. Sarah pun menuju ke dapur mencari keberadaan bik Idah.
"Bik, bibik " panggil Sarah
"Iya, ada apa non?? " tanya bik Ida panik.
"Bibik kenapa?, seperti di kejar setan saja." tanya Sarah
"Tidak apa apa non."
__ADS_1
"Oh ya bik, temani Sarah ke dokter. "
"Siap non, oh ya non Sarah tidak di antar sama.den Andrian? " tanya bik Ida, karna selama ini Sarah selalu di temani dengan sang suami
"Mas Andriannya sibuk bik, ia mintak Sarah di temani bibik hari ini. " bibik pun angguk angguk.
"Ayo bik " ajak Sarah, Sarah pun mengandeng tangan bik Idah layaknya seperti anak dan ibu.
"Makasih ya bik, bibik sudah hadir di tengah tengah keluarga kecil kami "ucap Sarah dengan lembut.
"Non Sarah bisa saja"
"Beneran kok bik, bibik itu pengganti orang tua kami. "ucap Sarah serius.
"Makasih ya non, kalian tidak pernah mengaggap bibik orang lain. "
"Oh ya bik, kita naik taksi onlain saja bik. Aku.sudah tidak sanggup membawa mobil. " jelas Sarah.
Sarah pun memesan aplikasi taksi onlain, tidak lama Sarah menunggu taksi pun tiba. Tidak memakan waktu lama Sarah pun tiba di mana tempat ia akan melakukan pemeriksaan.
"Mas Andriannya mana? kok gak turun " tanya Dokter,
"Mas Andrian tidak ikut dok " jawab Sarah malas, tidak tau kenapa ada rasa cemburu ketika orang lain menanyakan suaminya.
"Terus mbak sama siapa?? " tanya dokter.
"Aku bersama ibu ku dok "jawab Sarah dengan senyum
"Kamu benar benar baik non Sarah, kamu selalu mengatakan kalau bibik adalah orang tua mu. Anak bibik saja tidak mau mengakui bibik. " batin bik Idah.
Pemeriksaan pun selesai. Dokter memberi Sarah bermacam Vitamin.
" Dok bagaimana dengan kandungan saya?? " tanya Sarah antusias
__ADS_1
"Kandungan non Sarah baik baik saja, tapi ingat jangan suka minum es " pesan dokter dengan Sarah.
"Baik dok " ucap Sarah pergi meninggalkan dokter.
"Bik kita langsung pulang aja ya, aku capek "ucap Sarah. Sarah pun memesan taksi Onlain, tidak lama taksi itu pun tiba. Tidak tau kenapa bik Ida mempunyai pirasaat tidak baik dengan pengemudi taksi itu.
"Non apa sebaiknya kita batalkan saja?. Bibik merasa tidak nyaman " jelas bik Ida
"Itu cuma perasaan bibik saja, karana bibik belum makan " ucap Sarah dengan tawa
"Mungkin saja non " Jawab bik Ida dengan gelisa.
"Bibik tidak usah cemas, yakin dan percaya kita akan baik baik saja " ucap Sarah menyakini bik Ida.
"Tiitt..titt" bunyi kelakson taksi menghentikan percakapan Sarah bersama bik Ida.Sarah bersama bibik pun masuk ke dalam mobil. Sarah menyebutkan alamat yang akan mereka tuju, pak supir pun angguk anguk. Sarah heran kenapa yang mereka lewati bukan jalan menuju ke rumahnya.
"Maaf pak, sepertinya bapak sala jalan " tegur Sarah
"Tidak non, bapak mengambil jalan pintas " jawab pak supir, di balas angguk oleh Sarah dan bibik.
"Pak kenapa sampainya lama sekali? bukannya bapak mengatakan kalau ini jalan pintas?!!! " kesal Sarah
"Diammm!! Jangan banyak bicara!!! "bentak pak supir. Membuat nyali Sarah menciut. Sedangkan bik idah sudah keringat dingin menahan rasa takut.
Bersambung...
Tirimakasih buat para pencinta Novel telah berkenan membaca karya Author.
Author sangat butuh bantuan dari kalian semua, jangan lupa like, komen dan jangan pelit pelit votenya ya.
Ikuti terus kisah Sarah bersama Andrian
Salam hangat dari author buat pembaca setia author.. Semoga kita dalam lindungan allah swt..
__ADS_1
Author sayang kalian semua..
muachh😘😘