Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 79


__ADS_3

"Drreetttt.......Drreettttt....." panggilan telfon


"Kak Nay,, ada telfon" ucap Dewi antara sadar dan tidak


"Biarkan saja Dew, kakak masih mengantuk" jawab Neysia enggan membuka mata


"Dretttt.......Drettttt....." panggilan kembali


"Kak..." panggil Dewi mendengar bunyi telfon kembali.


Dengan rasa malas Neysia mengangkat telfon itu.


"Hallo" ucap Neysia suara serak


"Hallo" ucap si penelfon


"Siapa?? Mengganggu tidur ku saja" kesal Neysia


"Maaf Nay, aku Noval" Dengan reflek Neysia langsung bangkit dari tidurnya.


"Eh iya Noval ada apa?" tanya Neysia


"Kamu nanti siang ada acara?"


"Enggak" jawab Neysia cepat


"Kalau gitu temani aku ke mol mau gak" jawab Noval ragu-ragu


"Sama Caca?"tanya Neysia


"Enggak"


"Makasih ya Nay. Oh ya Nay maaf sudah mengganggu tidur mu. Assalammualaikum"


"Waalaikumsalam" telfon pun terputus


"Cie..ciee.. Yang di ajak diner" goda Dewi


"Apaan si Dew"


"Aneh biasanya juga langsung datang tidak pernah main telfon-telfon dulu. Yang lebih aneh lagi pai berdua saja" batin Neysia


"Kak Nay" panggil Dewi membuyar lamunan Neysia


"Apa Dew?"


"Kakak lamunin kak Noval ya"


"Gak, oh ya Dew tutup saja ya"


"Hore.........."


"Dew, bagaimana penampilan kakak?" tanya Neysia. Neysia menggunakan baju Dres berwarana biru, rambut yang di ikal, tidak lupa Neysia memakai lipstik di bibir mungilnya.


"Cantik kak" puji Dewi memberi tanda dua jempol


" Lucu gak"


"Gak,, kakak tambah cantik rambutnya seperti ini. Seperti boneka barby"


"Kamu mah lebay Dew"


"Assalmmualaikum" ucap Noval

__ADS_1


"Waalaikumslam" Neysia pun membuka pintu roling ruko miliknya


"Sudah siap" ucap Noval sambil melotot menatap Neysia


"Cantik sekali kamu Nay, kenapa dengan jantugku dag dig dug." batin Noval


"Heyyy" Neysia melambai-lambai tangannya di hadapan Noval


"Maaf" ucap Noval. Neysia pun tersenyum


"Dew, kakak pergi dulu" pamit Neysia


"Iya kak, hati-hati jangan lupa oleh-olehnya" Teriak Dewi


Neysia pun mengikuti langkah kaki Noval, Tibalah di depan mobil ras berwarna putih. Noval membuka pintu bagian depan untuk Neysia


"Nay, kamu duduk di depan saja ya" pinta Noval sambil membuka pintu mobil untuk Neysia


"Makasih"


"Ke napa tidak bawa Caca?" tanya Neysia


"Sekali-kali biar tidak ada pengganggu"


"Maksudnya penganggu?" tanya Neysia polos atau pura-pura polos


"Lupakan saja Nay"


"Isss,,,bikin kesal saja" batin Neysia


Tidak memakan waktu lama Neysia bersama Noval pun tiba di sebuah mol terbesar di kotanya. Noval memperlakukan Neysia dengan sangat baik. Dari membuka pintu mobil hingga berjalan menuju mol Noval menggandeng tangan Neysia, layaknya seperti sepasang kekasih.


"Nay, kamu temani aku temui rekan bisnis ku dulu. Ntar baru kita jalan-jalan" ucap Noval dengan senyum. Neysia pun mengangguk


"Pak Noval, mari duduk" ucap pak Edwin


"Siapa itu pak?" tanya pak Edwin melirik Neysia


"Tidak perlu saya jelaskan, mungkin bapak sudah mengerti" jawab Noval serius


"Pak Noval pelit sekali" Canda Edwin. Sedangkan Noval menatap tidak suka


"Edwin" Edwin mengulur tangannya dengan Neysia walaupun Noval menatap tanda tidak suka jika miliknya di ganggu


"Neysia" Neysia menerima uluran tangan Edwin


"Ehemmm"Noval berdhem ketika melihat Neysia berjabat tangan dengan Edwin


"Pak bisa kita mulai" ucap Noval Serius


Noval bersama Edwin pun membahas masala bisnisnya, sedangkan Neysia hanya bisa menyimak perdebatan mereka hingga selesai


"Semua sudah selesai, saya pamit pak" pamit Noval


Noval bersama Neysia pergi meninggalkan pak Edwin.


"Val kamu kenapa? mukanya di tekuk seperti itu" tanya Neysia


"Gak" ucap Noval cuek


"Anehh" gumam Neysia tapi masih di dengar oleh Noval


"Bukan aneh. Tapi, aku tidak suka kamu dekat-dekat dia"Ucap Noval serius

__ADS_1


"Eh kenapa??" tanya Neysia sambil mengejar Noval


"Lupakan" jawab Noval membuat Neysia kesal


"Nay, kamu mau makan apa?" tanya Noval


"Apa saja, yang pasti membuat perut ku kenyang"


Noval pun membawa Neysia ke salah satu kafe yang terletak di dalam mol.


"Pesan apa Nay?"Noval memberi menu makanan dengan Neysia


"Gurami asam manis, sop iga minumnya es teh tawar"


"Nay,,"ucap Noval ragu-ragu


"Ada apa ya Val?" tanya Neysia


"Ehhm...Kamu kenapa belum menikah?" tanya Noval. Neysia diam


"Maaf kalau ucapan ku membuat mu tersinggung"


"Tidak kok Val. Siapa sih yang tidak mau menikah. Tapi, mau gi mana lagi tuhan belum mempercayai ku" ucap Neysia sedih membayangkan hari pernikahannya yang gagal berapa tahun yang lalu


"Nay, maaf jika membuat mu bersedih" Ucap Noval tidak keenaan


"Tidak Val, kamu tidak bersalah"


"Jangan menangis lagi" Noval menghapus linangan air mata Neysia


"Nay, jika aku" belum selesai Noval menguntara ucapannya pelayanan kafe pun tiba.


"Misi mas, mbak" ucapan pelayan meletakkan pesanan mereka


"Makasih" Ucap Neysia


"Nay, mau ke mana lagi?" tanya Noval


"Terserah Val, aku ikut kamu"


"Nonton mau?"


"Boleh. Tapi, horor ya" ucap Neysia


"Kamu suka horor Nay"


"Heheheehhe" Neysia Cengir kuda


Ketika Neysia ingin melangkah kakinya. Tiba-tiba saja ada yang memanggil


"Neysia....." panggil seseorang


Tiba-tiba saja tubuh Neysia membeku seperti batu es ketika mendengar suara yang amat ia kenal.


"Nay, ada apa?" tanya Noval melihat Neysia diam membeku


"Val bantu aku" ucap Neysia penuh harap


bersambung. ...


Terimakasih buat para pencinta novel yang sudah setia membaca karya author. Author sangat butuh bantuan kalian semua, jangan lupa like, komen, dan vote.


"

__ADS_1


__ADS_2