
Hai kakak semua, salam kenal dari author ya. Oh iya kak, jangan lupa mampir ke sini ya.
"Salah Alamat Berujung Nikah"
2 bulan kemudian. Hari yang di nanti-nanti keluarga Noval pun tiba. Di mana hari ini Neysia akan melahirkan malaikat kecil. Neysia sudah di larikan ke rumah sakit sejak tadi malam dengan keadaan melemah.
"Sayang! bertahan demi anak-anak kita, mas selalu ada di sini"
"Mas! Aku capek"
"Sayang! Mas mohon kamu jangan menyerah"
"Mas! Aku sudah tak sanggup lagi" ucap Neysia semakin melemah, bibir yang makin lama semakin pucat.
"Sayang! Bertahan lah. Kamu tidak boleh bicara seperti itu. Anak-anak membutuhkan mu, mas tidak bisa tanpa mu"
"Pak Noval! Mohon diam. Kami akan berusaha sebisa kami mempertahankan anak dan istri pak Noval. Jadi, pak Noval harap tenang dulu" Dokter dan para suster pun memasang bermacam alat di tubuh Neysia.
"Pak Noval. Tolong keluar sebentar! Kami akan memeriksa istri anda!" Perintah Dokter,
"Dok! Biar saya di sini. Menunggu istri saya dok" Mohon Noval
"Baiklah. Tapi, bapak diam jangan banyak bicara" Perintah Dokter. Noval pun tak banyak bicara, ia setia menggenggam tangan Neysia. Tidak lama setelah dokter memeriksa Neysia terdengarlah suara tangisan si bayi mungil. Yang berjenis kelamin laki-laki.
"Oekk...Oek...Oek" tangisan bayi
"Alhamdulillah" ucap yang ada di luar sana mendengar tangisan bayi.
__ADS_1
"Pak Noval, bapak tolong keluar dulu! Kami akan melakukan yang terbaik untuk Neysia istri bapak!"
"Dok, saya tidak mau!"
"Ya, sudah kalau bapak tidak mau. Jangan salahkan kami jika akan terjadi apa-apa!" ancam Dokter. Noval pun mengikuti kata Dokter, ia keluar ruangan dengan perasaan tidak menentu. Bahagia si baby sudah selamat, dan bersedih sang istri belum sadarkan diri.
"Val bagaimana keadaan Neysia dan bayi, nya?" tanya Nenek
"Neysia masih belum sadarkan diri ma, sedangkan si baby lagi di bersihkan suster"
"Papa.. Jenis kelamin adek apa? Pasti laki-laki, kan!" tebak Caca
"Kamu benar sayang. Adek kamu laki-laki"
"Yes!! Ada yang jagain Caca nantinya" bahagia Caca
"Bayi nya, sedang di bersihkan"
"Alhamdulillah"
"Tapi," ucapan Noval terputus.
"Tapi apa Val?" tanya Andrian panik. Karena Andrian tahu kondisi sang adek lemah. Awalnya Andrian tidak setuju jika Neysia hamil, tapi mau bagaimana lagi jika Neysia yang mengiinkan.
"Neysia masih belum sadarkan diri kak"
"Lahirannya Normal atau sesar?" tanya Sarah
__ADS_1
"Sesar kak. Mana bisa normal kak, kalau ke adaan Neysia semakin lemah"
"Kamu yang sabar. Kakak yakin Neysia bakal baik-baik saja" ucap Andrian memberi semangat untuk Noval, karena melihat kondisi Noval sudah tidak bisa di katakan lagi.
"Iya kak! Oh iya kak, aku pamit sebentar"
"Mau ke mana Val?" tanya papa
"Noval ke masjid sebentar pa" ucap Noval. Papa pun mengangguk. Tidak menggunakan waktu lama, Noval pun sudah selesai menghadap sang ilahi. Ketika mereka asyik dengan lamunanya masing-masing. Dokter pun memanggil keluarga Noval.
"Keluarga pak Noval!" panggil Dokter
"Iya Dok." jawab mereka serentak.
"Untuk pak Noval, azankan dulu anaknya!" Noval bersama keluarganya pun memasuki ruangan. Noval mengambil alih, dari Dokter. Noval pun mengazani putra tercintanya. Setelah itu, Sarah mengambil alih dari Noval. Memberi susu dengan baby Noval. Baby itu tersenyum sangat manis, siapa yang melihatnya pasti gemas sendiri.
"Adek kakak, tampan sekali!" puji Caca
"Iya dong kakak. Adek siapa dulu?" ucap Sarah meniru suara anak kecil.
"Bunda, Kakak mau gendong adek, boleh?"
"Sini! Tapi, hati-hati ya" Sarah pun memindahkan si baby di dalam gendongan Caca.
"Adek tampan sekali si dek. Cepat besar ya dek, biar kakak ada teman" Ucap Caca, Caca terus mengajak si baby Cerita. Si baby pun seperti mengerti apa yang di katakan sang kakak.
Bersambung..
__ADS_1
Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Maaf ya, author nya lama up. Karena kondisi tidak mengizinkan. Jangan lupa like, komen, dan Vote.