Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 60


__ADS_3

"Mas bukannya rumah kita sudah lewat?" tanya Sarah, sedangkan Andrian tidak menanggapi ucapan sang istri.


"Mas" Kesal Sarah, Author sama dengan Sarah, kalau author sedang bicara tidak di anggap bisa-bisa kesalnya sampai seharian.


Sarah enggan bertanya lagi, percuma hanya membuang buang energi saja. Sarah sengaja cuekin sang suami, biar imbas sama-sama merasakan.


"Sayang" ucap Andrian lembut, Andrian tau mood istri sedang tidak baik, sama dengan wanita jika sedang PMS.


"Sayang, kamu mau makan apa?"


"Terserah" Jawab sarah singkat


"Sayang, kok terserah sih. Mas tidak tau kamu selera apa?"


"Apa saja, semuanya aku makan" ucap Sarah, eggan melihat arah sang suami.


"Sayang, lihat mas dulu, mas sedang bicara" Sarah mengikuti gaya sang suami, melirik sedikit memberikan senyuman termanis, lalu memalingkan wajah.


"Tidak baik balas dendam, apa lagi pada suami.sendiri" Sindir Andrian


"Siapa yang balas dendam?" Tanya Sarah sok polos


"Semut merah, tadi mas membunuh anaknya tidak taunya sekarang mas di gigit induknya." Jawab Andrian asal, sambil menahan senyum.karna berhasil menjahili istri tercinta.


"Ohhh" Lagi lagi Sarah di buat kesal.


Memakan waktu lumayan lama, kurang lebih mencapai 3 jam. Untuk tiba di rumah baru Andrian bersama keluarga. Andrian turun dari mobil membuka gerbang, sedangkan Sarah masih di dalam mobil menggendong buah hati mereka. Setelah itu Andrian membuka pintu mobil untuk Sarah. Sarah tertegun melihat bangunan yang ada di depan matanya. Berbentuk minimalis, berwarana biru mudah berpaduan dengan pink, walaupun bentuk minimalis tapi terlihat sangat mewah. Andrian sengaja membeli rumah yang mempunyai halaman luas, Andrian ingin membangun tempat berolahraga untuk anak-anaknya nanti. Tidak lupa Andrian menyediakan ayunan untuk tempat bermain anak-anaknya.


"Sayang" panggil Andrian. Sarah masih mematung memandang bangunan yang ada di depan matannya.


"Sayang" panggil Andrian kembali.


"Eh iya mas"


"Kenapa? kamu tidak suka?" tanya Andrian


"Aku sangat menyukainya mas, ini rumah impian ku dari SMP"


"Benar? kamu tidak bohong" Sarah menggeleng


"Sayang, apa kamu tidak ingin masuk?" tanya Andrian. Andrian membuka pintu utama, di mana di sana sudah tertata sangat rapi dengan perlengkapan. Sarah menyulusuri di setiap sudut ruangan, di mana semuanya sudah rapi dengan perlengkapan masing-masing. Ketika Sarah membuka pintu belakang, lagi-lagi Sarah di beri kejutan oleh suami tercinta. Sarah tidak pernah menyangka jika yang ia idam-idamkan selama ini terwujud. Mempunyai rumah yang ada kebun di belakang rumah. Sarah sangat hobi namanya nanam menanam.

__ADS_1


"Mas, kamu kok bisa tau apa yang aku idam-idamkan? selama ini" tanya Sarah


"Mas, sudah katakan apa pun pasti mas cari tau, apa yang bisa membuat istri mas tercinta ini bahagia." Ucap Andrian serius


"Makasih mas, kamu memang suami idaman" Sarah memeluk suami tercintanya, rasanya tak rela ingin melepaskan pelukan itu.


"Mas, aku bahagia bisa bersama mu. Aku bersyukur papa telah menjodohkan aku dengan kamu. Yang selalu menyayangiku dalam keadaan apa pun, selalu memberiku kejutan yang tidak pernah terfikir oleh ku. Apa mas bahagia bersama ku?"


"Alhamdulillah, jika kamu bahagia bersama mas. Jangan pernah menanyakan mas bahagia atau tidak. Karna jawaban nya ada dengan kamu sayang." Andrian menatap lekat wajah istri tercinta, ketika Andrian ingin menciumi sang istri, ada-ada saja gangguan.


"Krekk,,krekk" bunyi cacing demo di perut Sarah.


"Bunyi apaan tu?" canda Andrian


"Mass!!" Ucap Sarah, menahan malu karena ulah adek-adek di dalam perutnya(cacing).


"Hehehe, Ayo kita makan, kasihan sama adek-adek di dalam sana." Ucap Andrian sambil memegang perut istri tercintannya.


"Aku siapkan dulu mas" ucap Sarah, Sarah pun menuju dapur, menyiapkan semua makanan yang akan mereka makan. Sedangkan Andrian aysik bermain bersama baby Ansa.


"Jagoan ayah, semakin hari semakin tanpan saja." Andrian memainkan hidung baby Ansa, membuat baby Ansa senyum-senyum.


"Senyuman mu sayang, mirip sekali sama bundamu. Membuat ayah tidak bisa jauh-jauh dari kalian" Andrian mencium baby Ansa tak henti-henti. Hingga membuat baby Ansa kesal


"Anak bunda kenapa? ayah jahat ya nak?" ucap Sarah baru tiba


"Lidak tok bunda, ayah tangan baik(tidak kok bunda, ayah sangat baik)" ucap Andrian meniru gaya anak kecil.


"Hemmzz, Siput muji buntut" sindir Sarah


"Hehehe" Andrian cengir kuda.


Tidak lama setelah itu, baby Ansa tertidur di dalam pelukan bunda. Sarah memindahkan baby Ansa ke dalam box baby. Setelah itu Sarah menuju ke ruang tamu mencari keberadaan suaminya


"Mas" panggil Sarah


"Mas, kamu di mana, katannya mau makan" panggil Sarah


"Iya sayang, mas sudah di belakang" Jawab Andrian. Sarah menuju ke dapur menemui suami tercinta. Di mana di sana Andrian sudah menyantap makanan dengan lahap.


"Sudah berapa hari tidak makan pak?" Canda Sarah, Karna melihat sang suami begitu lahap menyantap makan, hingga tidak menyadari kedatangan istri.

__ADS_1


"Hehe, lapar sayang" ucap Andrian, sambil mengunyah makanan.


"Berarti bukan cacing aku yang demo" canda Sarah.


"Ayo sayang makan," Ajak Andrian. Sarah pun mengambil posisi di sebelah Andrian.


"Mas, mintak itu" Tunjuk Sarah, memintak Sambal terong campur ikan asin cabe hijau.


"Enak mas" puji Sarah


" Ya ia lah, makanan yang mas beli, pasti selalu enak" Bangga Andrian.


"Sombong" cibir Sarah.


"Gak kok, sayang. Hidup itu tidak perlu sombong. Hidup itu hanya sementara, jadi tidak perlu untuk di sombongkan." Nasehat Andrian


"Iya mas, aku tidak akan sombong" ucap Sarah, menyakinkan.


"Itu baru nama nya istri Andrian Saputra" puji Andrian.


"Owek,,owekk" Tangisan baby Ansa.


Sepasang suami istri pun langsung menuju ke kamar, melihat baby Ansa yang tengah menangis.


"Cup,,cup, anak bunda kenapa menagis?" Sarah mengambil baby Ansa dari box. Sarah pun menimang-nimang baby Ansa. Sedangkan Andrian sibuk membuat susu untuk baby Ansa. Baby Ansa tidak menyusui dengan Sarah. Karena air susu Sarah memang tidak ada, akibat selama 1 minggu Sarah masa kritis.


"Mass, tolong cepat sedikit, baby Ansa nya sudah tidak tahan" teriak Sarah


"Iya, ini juga selesai" Andrian pun langsung memberi Susu untuk baby Ansa. Dengan lahap baby Ansa menyedot susu buatan sang ayah.


"Wah,,wah, jagoan ayah kelaparan ni" ucap Andrian.


"Mas, coba lihat anak mu itu, ia makan sangat rakus. Sama seperti mu" ucap Sarah


"Haha, bukannya bundanya yang rakus"


Bersambung.. Ikuti terus kisah Andrian bersama Sarah.


Terimakasih yang telah setia membaca karya author. Author sangat butuh bantuan kalian semuaa, tanpa kalian author tidak tau nasib author bagaimana.


Jangan lupa like, komen, dan votenya yang banya ya. Maaf kalau kata-kata author kurang mengigit, karna ini karya pertama author.

__ADS_1


Sekian dan terimakasih.


__ADS_2