
Hari yang paling di nanti-nanti setiap insan, di mana hari ini Neysia akan melepaskan masa lajangnya. Neysia sudah di rias layaknya seperti ratu
"Wahhh... Kak Nay cantik sekali" puji Dewi
"Kamu mah lebay Dew"
"Kak Nay bagaimana perasaan kakak?" tanya Dewi
"Cemas Dew.. kakak takut"
"Kakak tidak usah takut, Dewi yakin kak Noval tidak seperti Kelpin sialan itu"
"Kamu tidak boleh bicara seperti itu" Nasehat Neysia, setelah Neysia mengetahui penyebab ia gagal menikah dengan Kelpin bukan membuat ia membenci Kelpin justru membuat ia merasa iba dengan Kelpin.
"Kak Nay, kok kakak baik sekali sih. Kalau aku di posisi kakak rasanya ingin ku cincang-cingcang muka nya jika bertemu kembali dengan ku" Omel Dewi. Neysia pun tersenyum menaggapi ucapan Dewi
"Tokk. ..tokkk" ketukan pintu
"Masuk" perintah Neysia
"Nay, apa kamu sudah siap?" tanya Sarah mendekati Neysia.
"Sudah kak" jawab Neysia
"Dew, Neysia seperti artis kore hari ini, cantik sekali. Bisa-bisa Noval tidak kenal lagi nanti"
"Betul mbak Sarah, kak Nay sangat cantik kan"
"Makasih gak ada duit kecil" canda Neysia menghilangkan rasa tegang.
"Hahahahah.."
"Ayo Nay" Sarah bersama Dewi pun menggandeng Neysia menuju ruang pernikahan. Di mana di sana sudah ramai dengan para tamu undangan, tidak lupa pula dengan kehadiran Noval serta keluarga besarnya. Neysia mendekati Noval mengambil posisi bersebelahan bersama Noval.
"Apa acaranya bisa kita mulai?" tanya pak KUA
"Sudah pak" jawab Noval
"Bagaimana para saksi"
"Sahh...Sah.." ucap para saksi
"Alhamdulillah" ijab kabulnya author skip ya kak. Maklum belum berpengalaman.
Neysia pun meyalami tangan Noval yang mana sekarang sudah sah menjadi suaminya, Sedangkan Noval menciumi kening Neysia dengan lembut.
"Makasih Nay" ucap Noval
"Makasih buat apa??" tanya Neysia bingung
"Makasih buat semuanya" jawab Noval.
"Tante tantik tekarang tudah tadi mama Caca ??(Tante cantik sekarang sudah jadi mama Caca) " tanya Caca sambil meregangkan kedua tangannya mintak di peluk oleh Neysia. Dengan cepat neysia menerima pelukan itu
"Iya sayang, mulai sekarang Caca jadi anak tante. Dan mulai sekarang Caca tidak boleh panggil tante lagi ya, panggilnya mama" ucap Neysia lembut.
" Ma mama" ucap Caca ragu-ragu.
"Iya sayang mama"
"Yeyeye Aca senang Aca senang" ucap Caca girang sambil melompat-lompat.
__ADS_1
"Aca jangan seperti itu, nanti Aca jatuh" ucap Neysia
"Iya mama"
"Aca sekarang sama nenek ya, mama sama Papa ingin menyalami para tamu undangan" perintah Noval
"Ot papa. Mama Aca main tama nenek duyu ya(Mama Aca main sama nenek dulu ya)" pamit Caca, tidak lupa Neysia menciumi anak sambungnya itu
"Jangan nakal ya sayang"
Waktu begitu cepat berlalu, di mana sekarang malam pun tiba. Para tamu undangan pun sudah meninggalkan acara itu hanya ada bebera keluarga yang masih tertinggal.
"Noval istrhatlah bersama istri mu, Caca biar mama yang jagain" ucap mama
"Iya ma, maksih ma"
Akhirnya Neysia bersama Noval pun memasuki sebuah kamar hotel yang mana sudah di siapkan dari pihak keluarga Noval. Neysia memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai dengan ritualnya, Neysia pun menghampiri Noval yang tengah memainkan ponselnya, entalah apa yang di kerjakan Noval.
"Val, kamu tidak mandi?" tanya Neysia memulai percakapan
"Sebentar Nay, ini ada imel yang harus di kirimkan" ucap Noval tanpa melihat Neysia
"Ya sudah" jawab Neysia meninggalakan Noval.
"Nay. sini" panggil Noval,
"Ada apa?" tanya Neysia
"Apa kamu tidak ingin menemani suami mu?" tanya Noval masih setia menatap ponselnya.
"Malasss" jawab Neysia singkat
"Ya malas, aku hanya di jadikan patung"
"Hahahaha" Noval tertawa menanggapi ucapan Neysia
"Kenapa kamu??" tanya Neysia kesal dengan sikap Noval
"Sini" ucap Noval sambil menepuk-nepuk pahanya, untuk meminta Neysia duduk di pangkuannya.
"Apa??"
"Sini sayang temani Babang kerja" canda Noval
"Apaan si Val, gak lucu"
"Siapa juga yang melawak" Noval pun menarik tangan Neysia membawa Neysia ke dalam pangkuannya, setelah itu Noval pun meletakkan ponselnya di atas meja tanpa memperdulikan ponselnya yang terus berbunyi.
"Itu ponselnya terus berbunyi" ucap Neysia
"Biarkan saja, tidak penting. Ada yang lebih penting" jawab Noval sambil memandang Neysia dengan senyum jahil
"Val, kamu kenapa sih?" tanya Neysia risih di lihat seperti itu.
"Kamu cantik sayang" puji Noval
"Sana mandi" usir Neysia,
"Mau nya di mandiin dengan kamu sayang" lagi-lagi Noval menggoda
"Vall" ucap Neysia yang tengah menahan malu
__ADS_1
"Iya sayang, kenapa??" ucap Noval dengan lembut
"Mandi"
"Nanti saja mandinya, Mas masih ingin memandang wajah cantik istri mas"
"Tapi Val, sudah seharian belum mandi"
"Iya sayang iya. Bentar ya" tawar Noval
"Terserahlah" Neysia memanyutkan bibir mungilnya, dengan cepat Noval melahapnya
"Cupp" kecupan pertama. Neysia yang mendapat serangan dadakan membuat ia menjadi salah tingkah
"Val" kesal Neysia
"Iya mau lagi atau lebih, mas siap melayani 24 jam" goda Noval
"Ih,,, Sana mandi dulu" Neysia turun dari pangkuan Noval, bukan lepas justru Noval semakin erat memeluk tubuh mungil Neysia
"Sayang mas boleh menabung bibit dengan mu?" tanya Noval
"Bibit??" tanya Neysia bingung
"Iya bibit"
"Nay tidak menanam bibit Val"
"Hahahah.. Maksud mas itu bibit benih cinta kita berdua di dalam rahimmu sayang" ucap Noval
"Hehehehe, maaf gak tau"
"Mulai sekarang panggil aku Mas atau sayang, Karena kita sudah bersuami istri"
"Ok mas" jawab Neysia
"Anak yang pintar" ucap Noval sambil mengusap-ngusap ke pala Neysia
"Ayo sayang kita manabung bibit" Ajak Noval. Neysia pun mengikuti permainan Noval
"Sayang kita pindah ke sana, di sini kurang pas" ucap Noval sambil menggendong tubuh mungil Neysia membawanya ke atas ranjang. Neysia pun mengikuti permainan Noval hingga tiba di puncaknya.
"Huffzzz" Lelah Noval telah tiba di puncak, sedangkan Neysia sudah tergeletak lemah.
Heheh.. Maaf kak malam pertamanya author skip ajah ya. Maklumin Author sungguh tak paham.
"Makasih sayang sudah memperbolehkan mas menabung dengan mu" ucap Noval dengan memandang wajah cantik sang istri.
"Mas itu kewajiban ku" ucap Neysia
"Ya sudah kamu istirahat ya, mas mau mandi dulu. Apa mau mandi bareng mas" goda Noval
"Masss,,"Teriak Neyska, Noval pun melakukan ritual mandi memandinya. Setelah selesai dengan ritualnya Noval menghampiri sang istri yang tengah tertidur nyeyak. Noval pun mengecup kening istri tercintanya sambil membaringkan tubuh kekarnya di samping tubuh mungil sang istri hingga ia ikut terlelap.
Bersambung...
Terimakasih yang telah berkenan membaca karya Author, dan yang sudah setia membaca karya Author. Author sangat butuh bantuan kalian semua. Jangan lupa like, komen, dan vote janagan lupa ya...
"
:
__ADS_1