Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 55


__ADS_3

Andrian merasa hidupnya sudah tidak berwarna, harapannya pun mulai memudar. Bagaimana tidak separuh nyawanya masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sudah satu minggu Sarah berbaring di atas ranjang pasien. Belum ada tanda tanda dia akan Sadar. Setiap hari mala setiap detik Andrian menemani sang istri berbaring di atas ranjang pasien. Walaupun mbak Susan atau buk Ningsih meminta untuk gantian jagain Sarah, tentu saja di tolak Andrian, seditik pun rasannya enggan ia meninggalkan istri tercintannya dengan siapa pun.


"Nak istrihatlah, biarkan ibu bersama nak Susan yang jagain Sarah. Tubuh kamu juga butuh istrihat" Ucap ibu sambil mendekati Andrian


"Biarkan Andri di sini mu," tolak Andrian


"Tapi nak, tubuh kamu juga butuh istrahat." Nasehat bu Ningsih.


"Andri bisa istrhat di Sini bu, Andri tidak bisa meninggalkan Sarah dengan keadaan seperti ini bu." Tolak Andri


"Kalau seperti itu kamu makan dulu, ibu sudah masak makanan kesukaan kamu." Ibu sengaja memasakkan makanan kesukaan Andrian, supaya ia berselera untuk makan.


"Assalammualaikum" ucap Kelpin bersama Neysia.


"Waalaikumsalam" jawab mereka serentak.


"Bagaimana keadaan Sarah? Ndri" tanya Neysia


"Seperti yang kamu lihat Nay, Sudah satu minggu Sarah belum sadarkan diri." Jelas Andrian sedih.


"Kamu yang sabar Ndri, yakin Sarah akan baik baik saja" ucap Neysia memberi semangat


"Makasih nay" ucap Andrian.


"Pin sudah kamu uruskan wanita itu?" tanya Andrian pada sahabatnya


"Tenang Ndri, semuanya sudah ku bereskan." Ucap Kelpin


"Tapi Ndri" ucapan Kelpin terhenti


"Tapi apa pin?"


"Sepertinya Nindri sedikit kurang waras" Jelas Kelpin


"Yang benar kamu Pin, jangan ngada ngada"


"Benar, mungkin dia terlalu obsesi dengan kamu Ndri"

__ADS_1


"Biarkan saja, aku tidak peduli dengannya. Yang paling utama kesehatan istri dan anak ku"


"Permisi" ucap suster. Suster membawa sang buah hati Sarah mendekati tubuh mungil Sarah. Suster pun meletakkan bayi itu ke dalam dada Sarah, Untuk menyatukan detak jantung ibu dan anak. Agar Sarah bisa merasakan detak jantung sang buah hati, insaallah akan membuat Sarah bisa cepat siuman. Hari ini pas satu minggu buah hati Andrian bersama sang istri di dalam tabung, di mana hari ini hari pertama buah hati Andrian keluar dari tabung, selama ini makan dan minum hanya menggunakan selang.


"Sus, bolehkah saya menggendongnya?" tanya Andrian penuh harap.


"Tentu boleh pak, mulai hari ini anak bapak tidak akan di masukkan ke dalam tabung lagi. Di karnakan kondisinya sudah baik." Jelas suster


"Serius sus?" tanya Andrian senyum mengembang. Di balas angguk dengan suster.


"Makasih sus" Andrian pun langsung mengambil alih dari tangan suster menggendong sang buah hati. Sudah tidak terhitung lagi Andrian mengucap syukur alhamdulilah pada sang pencipta (tuhan), karna sang buah hati dalam keadaan sehat. Andrian pun membawa baby nya mendekati sang istri yang tengah berbaring di atas ranjang pasien.


"Sayang apa kamu masih tidak ingin bangun dari lelap tidur panjang mu itu, Coba kamu lihat anak kita. Ia sangat menggemaskan sama seperti dirimu sayang." Andrian pun membaringkan tubuh si kecil di samping tubuh Sarah, ia pun ikut berbaring bersama sang istri dan buah hatinya. Tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata kebahagian yang di rasakan Andrian.


"Owekk,,owekk,,"tangisan si kecil. Dengan cepat Andrian mengngkat tubuh mungil si kecil ke dalam pelukannya sambil menimang nimang si kecil. Si kecil pun diam di dalam pelukan sang ayah.


"Anak ayah begitu manja" ucap Andrian sambil mencium gemes si kecil. Si kecil pun menatap sang ayah, layaknya paham dengan apa yang di katakan sang ayah. Ketika Andrian sedang asyik memgobrol dengan si kecil. Tiba tiba saja tangan Sarah bergerak. Dengan cepat Andrian menekan bel, pemberitahuan pada dokter. Tidak lama dokter pun tiba bersama beberapa suster.


"Pak Andrian bersama keluarga harap tunggu di depan" perintah dokter.


"Bapak bisa tunggu di depan" usir dokter, suster pun memdorong tubuh Andrian keluar, dengan rasa kesal Andrian pergi meninggalkan sang istrinya di dalam.


"Aku bisa sendiri, tidak perlu dorong dorong" kesal andrian dengan suster, suster pun tidak menanggapi ucapan Andrian mala ia semakin kencang mendorong tubuh Andrian.


"Dek, kamu tenang dulu" ucap Susan, Andrian pun mondar mandir di depan pintu sambil komat kamit tidak jelas. Andrian pun mengikuti ucapan Susan ia pun duduk di sebelah bu Ningsih yang mana tengah menggendong sang si kecil.


"Sayang do'akan bunda ya nak, semoga bunda kuat menghadapi masa masa kritisnya" ucap Andrian dengan si kecil sambil mencium si kecil. Sedangkan si kecil menatap sang ayah.


"Sungguh pintar anak mu Ndri, tatapannya sudah seperti orang dewasa saja." ucap Kelpin, gemas melihat tingkah si kecil Andrian.


"Siapa dulu ayahnya" bangga Andrian.


"Itu bukan karna ayahnya, tapi karna kecerdasan bundannya" Kelpin tidak terima apa yang di ucapkan oleh Andrian.


"Akui saja la pin, bahwa ayahnya sungguh pintar."


"Terseralah dengan kumu Ndri. Asal kau bahagia"

__ADS_1


"Lihat la sayang, jelek sekali muka pamanmu ketika lagi kesal" ucap Andrian dengan si kecil, sambil menggoda Kelpin. Sedangkan Kelpin memanyutkan bibirnya karna melihat tingkah sahabatnya. Ketika mereka asik bercanda keluarlah seorang dokter muda memanggil keluarga pasien.


"Keluarga Buk Sarah" ucap buk dokter,


"Iya dok" jawab mereka serentak.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Andrian, di penuhi dengan rasa cemas.


"Selamat pak, istri bapak sudah siuman."ucap buk dokter


"Dokter Serius??!" tanya Andrian lagi,untuk meyakini dirinya. Dokter pun mengangguk. Andrian pun ingin membuka pintu, tidak sabar ingin bertemu dengan istri tercinta. Langsung di hadang oleh dokter itu.


"Dok, kenapa saya tidak boleh masuk? saya ingin melihat istri saya dok, saya sangat merindukannya." Kesal Andrian


"Pak Andrian sabar dulu, biarkan buk Sarah istrahat. ucap dokter


Sabar Nak, alhamdulillah sekarang istrimu sudah siuman. Lebih baik kita shalat dulu.


"Anak ku di mana bu?" tanya Andrian karna tidak melihat sang buah hati bersama mereka.


"Putra kecil mu bersama suster, karna waktunya untuk beristirahat." ucap bu Ningsih. Andrian pun mengangguk tanda mengerti. Ketika mereka ingin melangkah menuju ke musolah, tiba tiba hp Andrian berbunyi. Dengan lincah Andrian mengambil benda pipi itu yang berada di dalam kantong celananya.


"Hallo" Suara di seberang sana.


"Benar ini bersama pak Andrian" tanya si penelpon.


"Benar, ini dengan siapa?" tanya Andrian balik


Bersambung... ikuti kisah Andrian dan Sarah


Terimakasih yang telah berkenan membaca karya Author. Author sangat butuh bantuan dari kalian semua, tanpa kalian author bukanlah apa apa.


Jangan lupa like, komen, satu lagi ya vote yang banyak. Maaf ya jika Author banyak permintaan


Salam kenal dari Author.. semoga lain waktu kita bisa bertemu.


Muachh😘😘

__ADS_1


__ADS_2