
Tidak memakan waktu lama Andrian pun selesai dengan ritual mandi memandinya. Ia pun langsung menghampiri sang istri yang sedang asyik menonton sinetron kesayangannya yaitu Azab.
"halah halah istri kesayngan mas ini, fokus sekali nontonnya. "ucap Andrian sambil mendekati sang istri.
"Mas mau ke mana? sudah rapi saja " tanya Sarah, Karna melihat penampilan sang suami berbeda malam ini. Andrian menggunakan baju kemeja berlengan panjang, berwarna biru dongker, dan di lawankan bersama celana jean panjang.
"Aku mau cari istri baru, istri ku sibuk dengan sinetron Azab " canda Andrian
"Pergi sana!!!, " usir Sarah, Sarah pun mendorong tubuh tegap sang suami. Andrian semakin senang melihat raut wajah kesal sang istri.
"Cup,,cup,, istri mas semakin cantik saja kalau lagi kesal seperti ini. " ucap Andrian ,sambil memainkan rambut sang istri.
"Mass!!! " Andrian tersenyum
"Istri mas tercinta mandi dulu ya, temani mas. " ucap Andrian dengan lembut.
"Tapi mas, filemnya belum habis"
"Ya sudah kalau gitu mas pai sendiri saja. "Andrian ingin melangkah kakinya, dengan cepat Sarah mencegahnya.
"Tunggu di sini!!. Aku mandi dulu mas " dengan cepat Sarah melangkah kakinya menuju kamar mandi.
Tidak memakan waktu lama Sarah pun sudah siap dengan penampilannya. Ia menggunakan baju dres panjang, berwarna biru kebiruan di tambah dengan sedikit manik manik. Tidak lupa Sarah menambahkan sedikit lipstik di bibir mungilnya.
"Mas!! " panggil Sarah. Andrian tidak menjawab. Ia terpaku melihat kecantikan sang istri.
"Mass!! "
"Iya sayang, udah siap? "tanya Andrian.
"Mas kenapa melihat ku seperti itu, apa ada yang sala dengan penampilan ku?? "tanya Sarah
__ADS_1
"Tidak ada yang sala, kamu begitu sempurna. " puji Andrian. Sarah tersenyum menanggapi ucapan sang suami.
"Oh ya mas, kita mau kemana? " tanya Sarah penuh rasa penasaran. Andrian tidak menjawab pertanyaan sang istri.
Tidak memakan waktu lama sepasang suami itu pun tiba di sebuah kafe terkenal di kotanya, di mana itu kafe janji jiwa. Andrian menggandeng tangan sang istri memasuki wilayah kafe. Di mana kedatangan mereka telah di tunggu oleh para karyawan toko Andrian dari pusat sampai anak cabang semuanya hadir. Sarah mengerutkan keningnya melihat semua para karyawan, hingga membuat banyak pertanyaan di benaknya.
"Mas, kenapa semua anak anak ada di sini?. "tanya Sarah berbisik, Andrian diam, tidak menghiraukan pertanyaan sang istri, ia terus berjalan menggandeng tangan sang istri, hingga membuat Sarah kesal sendiri.
"Assalammualaikum mbak " ucap para karyawan toko.
"Waalaikumsalam" jawab Sarah dengan senyum termanisnya. Sarah pun mengambil posisi duduk berdekatan dengan Dewi. Sedangkan Andrian pergi ke toelet sebentar.
"Rina mana?, gak datang ya " tanya Sarah. karna tidak melihat keberadaan Rina
"Gak tau kak " jawab Dewi
"Mbak, tambah cantik saja sekarang." puji sala.satu karyawan
"Kalian bisa saja, kita semua cantik kecuali para laki laki "
"Mana ada mbak bos seperti pak Andrian. Ngajakin para karyawan makan di tempat mewah seperti ini. Biasanya bos lain mah bodoh amat kalau bukak cabang mana ada peduli sama karyawannya. Yang ia pikir hanya dirinya saja, kalau pak Andrian ia selalu memikirkan kami. Kami semua bersyukur bisa kerja sama pak Andrian " ucap Dewi bahagia
"Maksudnya pak Andrian bukak cabang toko?? "tanya Sarah
"Memangnya mbak Sarah, gak tau? " tanya Rina baru tiba. Sarah pun menggeleng
"Hahahahah,,, mbak Sarah mbak Sarah, mbak pasti tidak tau kalau semua yang ada di sini karyawan pak Andrian " tebak Rina.
"Yang bener saja Rin??, " tanya Sarah tidak percaya yang ia dengar, mana bisa percaya totalnya kurang lebih 300 orang. Sarah melihat semua yang ada di sana menggunakan lirikan matannya. Mereka pun tersenyum kepada Sarah.
"Ya sayang, yang Rina katakan itu semua benar. Masih ada yang belum hadir " ucap Andrian baru tiba.
__ADS_1
"Mas, memangnya kamu mempunyai berapa cabang?, tanya Sarah karna selama ini yang ia ketahui Andrian mempunyai 3 toko saja.
"Maskan sudah bilang, insaallah tujuh keturunan tidak bakal habis" ucap Andrian
"Seberapa kayanya kamu mas, sampai kamu yakin mengatakan itu semua."batin Sarah
"Sayang kenapa bengong? " tanya Andrian
"Oh ya mas apa kamu tidak mau memberi tahu ku, berapa banya usaha mu" Andrian tersenyum menanggapi ucapan sang istri
"Nanti mas akan mengajak mu ke setiap usaha mas, tapi belum sekarang ya sayang. "Andrian membelai rambut panjang milik sang istri
Tidak terasa waktu terus berputar, hingga sekarang menunjukkan pukul 11 malam. Semua yang ada di sana meninggalkan kafe itu, hanya tinggal beberapa saja.
"Selamat buat pak Andrian bersama mbak Sarah atas usaha barunya, semoga kalian cepat dapat momongan "ucap Rina, Hati Sarah teriris mendengar kata momongan, sudah hampi 1 tahun pernikahannya tapi belum di beri kepercayaan memiliki bayi.
"Sayang, " panggil Andrian lembut. Andrian tahu apa yang di fikirkan oleh sang istri, pasti masala anak.
"Mas sudah bilang jangan pernah berfikir yang tidak tidak "ucap Andrian sambil merangkul tubuh mungil istri tercintannya
"Kami pamit pulang pak, mbak" pamit Rina bersama rekan kerjannya.
Hati hati, semoga kita bertemu d lain waktu
Terimakasih buat para pencinta novel telah berkenan membaca karya Author.
Jangan lupa like, komen dan votenya
Author sangat butuh bantuan kalian semua.
Salam kenal dari Author buat kalian semua..
__ADS_1
muachhππππ
E