
"Sudah lah Sarah jangan kau tangisi laki laki seperti itu. Oki setia menunggu mu, kembali la dengan Oki. Karna Oki sangat memcintai mu,Andai kamu tau Sarah, Oki selalu nanyain kamu setiap detik. Sampai aka kasihan melihatnya"
"Nta la Tia, aku tidak tau harus bagaimana??"
"Sabar ya Ra, aku selalu mendukung yang terbaik untuk sahabat ku tercinta."ucap Tia ,memeluk Sarah
"Makasih Tia, kamu selalu ada untuk ku, senang maupun sedih."
"Sudalah Ra, jangan bicara seperti itu, aku tidak pernah menganggap mu orang lain "ucap Tiara
"Oh ya Ra, dari pada kamu steres seprti ini.Lebih baik kita jalan jalan "ajak Tiara
"Kamu benar Tia "
Tidak memakan waktu lama dua sahabat itu pun tiba di sebuah Mol terbesar di kota ini. Dua sahabat itu pun berkelilig dalam mol.
"Ra, beli baju yuk, sudah lama kita tidak beli baju sama "ajak Tiara
"Baik lah "Jawab Sarah tidak semangat
"Ayo dong Sarah semangat!!! buktikan dengan laki laki itu kalau kamu bukan wanita yang bisa di permain kan "
"Kamu benar Tia, aku harus kuat "
"Itu baru sahabat ku "ucap Tiara, memberi tanda dua jempol
"Ini bagus Ra"Tawar Tia
"Aku gak suka Tia, itu lehernya terlalu terbuka"tolak Sarah
__ADS_1
"Bukannya itu model yang paling kamu suka Ra ??"
"Gak tia, aku sudah tidak suka model baju yang terbuka seperti itu "
"Baik lah,kalau yang ini "Tiara menunjukan celana levis pendek di atas paha,
Sarah mengeleng"Aku juga tidak mau memakai celana seperti itu lagi Tia."
"Terus kamu mau yang bagaimana ??"Tanya Tiara kesal
"Aku suka ini "
"Apaa ??!?yang benar aja kamu Ra "
"Iya, aku suka model seperti ini "Sarah memegang baju lengan panjang yang menutupi pantat.Sarah juga menunjukan sebuah rok.panjang.
"Hahaha,Iya la Tia, kalau tidak normal mungkin kita sudah isdet alis mati."ucap Sarah
"Tapi Ra, Aneh aja "
"Udah ah lupa kan aja "Ucap Sarah, terus memilih pakain yang ia suka walaupun terus berdebat dengan Tiara sahabatnya.
"Ra coba kamu lihat itu "Tiara menunjukan sepasang wanita dan peria.
"Apaan si Tia, bikin kesal aja"
"Aku gak sala lihat kan Tia ??"ucap Sarah dengan isak tangis
"Tidak Ra, itu benar suami kamu "
__ADS_1
"Kenapa dia tega dengan aku Tia "
"Yang sabar Ra, sekarang kamu percayakan dengan aku "
Sarah ingin menghampiri Andrian, tapi di hadang dengan Tiara sahabatnya.
"Jangan Ra, biarkan saja "cegah Tiara
"Tapi Tia, aku ingin memberi pelajaran dengan mereka berdua."
"Kamu tenang dulu Ra,"Tiara mengusap ngusap punggung Sarah sahabatnya.
"Hikss,,,hikksss,,, kenapa dia tega dengan aku Tia"Sarah terus menangis di pelukan Tiara sahabatnya.
"Kamu tidak boleh jadi wanita cengeng Ra,Kamu buktikan dengan Andrian kalau kamu lebih hebat dari padanya "Nasehat Tiara
"Kamu benar, terus aku harus bagaimana ??"tanya Sarah
"Kalau aku di posisi kamu Ra, lebih baik berpisah "
"Maksudnya Cerai ??!"tanya Sarah terkejut
"Iya, kalau aku Ra,mumpung rumah tangga masih baru belum terlalu banyak kenangan. Dari pada kemudian hari lebih menyakitkan.Tapi semua itu terserah kamu saja Ra, itu hanya pendapat ku saja "jelas Tiara
"Kamu benar Tia, dari pada aku terlancur cinta dengannya lebih baik aku mintak ceraikan saja sekarang"Sarah pun langsung bergegas menuju pintu keluar
"Mau ke mana Ra ??!tunggu. "teriak Tiara tanpa di hiraukan dengan Sarah
Sarah pun langsung pulang. Setelah tiba di kediamannya hati Sarah semakin tidak tenang menunggu ke pulangan Andrian. Tapi sayangnya Andrian malam itu tidak pulang,Hingga membuat Sarah semakin yakin dengan kejadian yang ia lihat di mol tadi siang. Hati Sarah semakin panas jika mengingatkan cerita Tiara tentang Andrian. Di mana sahabatnya sangat setuju dengan perceraiannya dengan Andrian, hingga membuat Sarah semakin yakin melepaskan Andrian.
__ADS_1