
Hai kak jangan lupa mampir ke sini ya
(Salah Alamat Berujung Nikah)
Noval bersama keluarga pun tiba di sebuah pantai terkenal di kotanya, yaitu pantai panjang. Noval menepikan mobil miliknya sedangkan yang lain menuju ke pantai. Caca hebo sendiri ketika tiba di pinggiran pantai, melihat ombak bergulung dari tengah ke tepi.
"Ma.. mama coba lihat ombak ngejar Caca" ucap Caca berlarian sambil menarik tangan Neysia
"Iya sayang, pelan-pelan nanti jatuh"
"Ma.. mama ombak nya semakin besar. Caca suka" Caca pun mengibas-ngibas air laut yang menepi mendekatinya ke tubuh Neysia. Neysia melihat putrinya yang begitu antusias melihat ombak. Tidak memikir apa pun, Neysia langsung menjatuhkan tubuhnya di pasir. Sedangkan Caca melihat sang mama seperti itu, dengan cepat ia menjatuhkan tubuhnya di samping sang mama.
"Aca suka?" tanya Neysia sambil membuat gunung dari pasir.
"Iya ma, Aca suka sekali. Aca mau bikin seperti mama itu" Caca pun mengumpul pasir seperti yang di lalukan Neysia.
"Cucu nenek bikin apa?" tanya Nenek sambil mendekati Caca yang tengah bermain pasir.
"Aca bikin gunung nek, bagus kan nek?" tanya Caca semangat.
"Pasti baguslah, buatan cucung nenek." puji Nenek, Nenek pun mengikuti mengumpul pasir seperti Caca.
"Nenek mau bikin gunung juga? Seperti Caca " tanya Caca dengan mengumpul pasir.
"Iya, Nenek mau bermain dengan cucu nenek"
"Ma, Nenek bikin gunung seperti kita" ucap Caca dengan sang mama
"Kalau gitu kita lomba, gunung siapa yang paling bagus. Nanti biar kakek, dan papa yang nilai"
"Nenek setuju..." Nenek pun memberi tanda dua jempol
"1 2 3, mari kita mulai" ucap Neysia. Caca begitu semangat menumpukkan pasir setinggi mungkin. Ketika gunung yang berasal dari pasir sudah jadi, dengan cepat ombak menerjang gunung buatan mereka. Hingga membuat Caca menangis.
__ADS_1
"Hikks,,,hikssss. Ombak nya jahat ma. Ombak nya hancurin gunung Aca" adu Caca
"Ombak jangan jahat sama anak mama. Udah mama bilangin sama ombak supaya tidak jahat sama Aca. Jadi, Aca tidak boleh nangis lagi"
"Iya ma" Caca pun memulai kembali aktifitasnya.
"Kakek" paggil Caca ketika melihat kakek bersama sang ayah mendekati.
"Cucu kakek buat apa?" kakek pun menghampiri Caca yang tengah menumpukan pasir.
"Aca bikin gunung kek" ucap Caca semangat
"Wah kerenn... Cucu kakek pintar sekali" puji kakek
"Iya dong kek, anak mama" ucap Caca lalu memeluk Neysia
"Anak papa juga" ucap Noval baru tiba.
"Terus kalau gak ada papa, Siapa dong ayah Caca?" tanya Noval
"Iya papa la"
"Tadih katanya bukan anak papa" goda Noval
"Iya, anak papa juga" Caca pun memeluk tubuh Noval bersamaan dengan Neysia. Kakek pun memotoi keluarga kecil itu
"Ayo kita makan dulu" Ajak Nenek
"Nanti dulu Nek. Aca mau kakek sama papa nentuin gunung siapa yang paling bagus"
"Ok " ucap Nenek memeberi tanda dua jempol
"Ayo kek, pa. Siapa yang menang" ucap Caca Antusia.
__ADS_1
"Juara satu di menengkan oleh Salsabila alias Caca, cucu kakek yang paling cantik" ucap kakek, lalu menggendong tubuh mungil sang cucu
"Yeye,,,yeyey Caca menang" Caca pun tak henti-hentinya menciumi sang kakek
"Kek, Aca mau hadia" minta Caca.
"Cucu kakek mau apa?"
"tas"
"Itu saja?" Caca pun mengangguk, lalu mendekati nenek
"Nek Aca mau hadia"
"Cucu nenek mau apa?"
"Aca mau sepatu"
"Ok, nanti kita ke mol cariin sepatu Aca. Aca bebas pilih yang mana Aca suka"
"Makasih nenek" Caca pun memeluk sang nenek
"Aca tidak mau minta hadia sama papa, dan mama?" tanya Noval
"Mau dong, Aca mau baju seragam sekolah" ucap Caca semangat
"Oh, jadi putri papa mau sekolah?" Caca pun meggangguk
"Kalau gitu kita makan dulu, sehabis makan kita ke mol. Cariin Aca sepatu, tas, dan perlengkaoan sekolah
"Ok Nek"
Terimakasih yang sudah setia membaca karya Author. Maaf Author up nya sangat lama, di keranakan dengan ke sibukan dunia nyata yang tak habis-habisnya. Jangan lupa tinggal jejaknya ya kak. likr, komen, dan vote yang banyak, satu lagi ya jangan lupa bagikan. ok..
__ADS_1