
Hai kak jangan lupa mampir ke sini ya.
"Salah Alamat Berujung Nikah"
Tiga bulan kemudian. Di mana sekarang Neysia sibuk mengurus baby Raihan Putra Pratama Noval. Yaitu putra Noval bersama Neysia. Kesibukan itu lama-kelamaan membuat penyakit Neysia hilang secara perlahan, sampai membuatnya menjadi sembuh total saat ini. Sedangkan Caca sudah di sibukkan dengan urusan sekolah, hingga tidak banyak waktunya bersama mama dan sang adek. Terkadang membuat Caca kesal sendiri.
"Mama, Aca berangkat dulu, ya"pamit Caca sambil menyalami Neysia
"Iya kakak. Kakak belajar yang rajin ya." ucap Neysia meniru suara anak kecil
"Baik jagoan kakak. Kakak berangkat dulu, muachh" Caca pun menciumi sang adek lalu berlaju dengan mama.
"Hati-hati ka. Bay, bay"
"Assalammualaikum" ucap Caca meninggalkan Neysia.
"Oek,,oek,," tangisan Baby Raihan.
__ADS_1
"Duh,,duh kenapa jagoan papa menangis. Lapar ya sayang?" tanya Noval sambil mengambil baby Raihan dalam box bayi, lalu menimang-nimangkan baby Raihan.
"Sabar ya nak" Teriak Neysia." Mama bikin susus adek dulu" Baby Raihan tidak menyusui dengan Neysia. Karena waktu Neysia koma dulu, baby Raihan di beri susu formula, hingga membuatnya tak ingin menyusui dengan Neysia.
"Cepatan ma! Adek sudah lapar" teriak Noval. Dengan nafas ngos-ngosan Neysia membawa susu untuk baby Raihan. Karena tangisan baby Raihan membuat Neysia terburu-buru seperti di kejar setan. Neysia pun memberi susu itu dengan Noval, lalu Noval memberinya dengan baby Raihan. Baby Raihan langsung terdiam ketika menerima susu dari papa.
"Wah,,wah anak papa lapar rupa nya" ucap Noval mengusap ke pala sang anak.
"Iya pa, adek lapar" jawab Neysia meniru suara anak kecil. Setelah menghabisi satu botol susu, baby Raihan pun tertidur di dalam pelukan papa. Noval memberi Baby Raihan dengan Neysia, untuk di pindah kan di dalam box bayi. Dengan senang hati Neysia menerima Baby Raihan dalam gendongan Noval.
"Fokus sekali pak!" ucap Neysia menghampiri Noval
"Iya sayang. Ini beritanya tidak masuk akal" jelas Noval
"Tidak masuk akal bagaimana?" tanya Neysia sambil membaca koran yang di berikan Noval dengannya.
"Iya ya mas. Mungkin pemerintah kita lelah" ucap Neysia.
__ADS_1
"Ayo kita serapan. Dari pada baca berita Corona yang tidak sudah-sudah. Lebih baik kita isi bensin dulu!"ajak Neysia. Noval mengikuti langkah kaki Neysia menuju ruang tamu. Noval bersama Neysia pun menikmati serapan pagi dalam hening, hanya ada suara berperangan antara sendok dan garpu. Tidak menggunakan waktu lama mereka pun selesai serapannya. Noval bersiap akan pergi ke kantor, sedangkan Neysia membersihkan sisah bekas makan mereka.
"Sayang, mas berangkat dulu, ya" pamit Noval
"Iya. Hati-hati mas" ucap Neysia menyalami Noval.
"Assalammualaikum" ucap Noval
"Waalaikumsalam" jawab Neysia. Noval pun pergi meninggalkan Neysia. Setelah kepergian Noval Neysia pun membersihka rumah. Neysia sengaja tidak memakai jasa pembantu. Karena ia ingin mempunyai kesibukan sendiri. Kebetulan baby Raihan belum bangun, Neysia pun membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Tidak lama setelah Neysia selesai dengan pekerjaannya, baby Raihan pun terjaga dari tidurnya.
"Oek,,oek,," tangisan Baby Raihan. Dengan langkah cepat Neysai menyambut baby Raihan dalam box bayi. Di dalam gendongan Neysia, baby Raihan pun terdiam sambil menatalp wajah cantik sang mama.
Bersambung..
Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa tinggal jejak nya ya, dengan cara Like, komen, dan Vote yang banyak.
Salam kecup dari author, buat kakak semua.
__ADS_1