Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
103


__ADS_3

"Apaan si kamu Nay, mbak tidak merasa di repotkan justru mbak senang kita bisa jalan sama-sama" ucap Naila


"Ayo ma, tante jangan ngbrol terus" ajak Caca sambil menarik tangan Neysia


"Iya sayang, tunggu sebentar. Om iwan lagi manasin mobil" ucap Neysia


"Om cepat..."teriak Caca


"Ok mobil sudah siap" jawab om Iwan


Caca bersama Neysia pun menuju mobil yang di ikuti oleh Naila. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. suasana di dalam mobil pun terasa hangat dan nyaman. Caca yang sangat antusias pergi ke kebun binatang membuatnya tak henti-henti bicara.


"Mama nanti Aca mau lihat ular, harimau, singa, badak" ucap Caca


"Iya sayang, Aca boleh lihat apa saja. Mama akan menemani Caca sepuasnya"


"Makasih mama. Aca sayang mama"


"Mama juga sayang Aca" jawab Neysia


"Aca sayang tidak sama tante?" tanya Naila


"Sayang tante juga" ucap Caca lalu beralih ke Naila.


"Makasih ya sayang. Sudah sayang sama tante"


"Sama-sama tante"


Tidak memakan waktu lama Caca pun tiba di sebuah taman wisata di kotanya. Di mana di sana pengunjungnya sangat ramai walaupun bukan hari libur. Caca pun langsung turun dari mobil yang di ikuti oleh Neysia dan Naila. Sedangkan Om Iwan memarkirkan mobil di parkiran. Caca menuju ke tempat harimau, dan singa. Caca mendekati kandang harimau itu dengan santai tanpa ada rasa takut sedikit pun. Sedangkan Naila bersama Neysia sudah ketakutan melihat harimau itu mengaung di dalam kandang.


"Mbak aku tidak berani. Mbak saja ya yang menemani Caca ke sana" ucap Neysia gemetaran.


"Sama Nay mbak juga tidak berani" jawab Naila


"Jadi, bagaimana ni kak?" tanya Neysia


"Kita sama-sama Nay. Kamu peluk mbak ya" perinta Naila. Neysia pun mengikuti ucapan Naila. Semua mata para pengujung taman melihat ke arah Neysia bersama Naila. Karena mereka seperti orang tidak waras, bagaimana di katakan waras. Jika mereka berjalan sambil berpelukan lebih parahnya lagi menutupkan bola matanya masing-masing. Sedangkan Caca sibuk dengannya sendiri tanpa peduli keberadaan mamanya.


"Aca mama dan tante Naila mana?" tanya Om Iwan


"Ada tu" tunjuk Caca sembarang arah.


"Mana Ca? Tidak ada" ucap om Iwan

__ADS_1


"Itu Om" ucap Caca sambil membelokkan badannya


"Mana Om?" tanya Caca balik karena tidak melihat keberadaan mama bersama tante


"Om tidak tahu Ca. Kalau tahu untuk apa om tanya sama Caca"


"Hehehehe... Iya om. Aca lupa" ucap Caca sambil menampok jidatnya


"Ayo kalau gitu kita cari mama Aca dulu" ajak Om Iwan


"Siap Om" ucap Caca memberi tanda hormat


"Om itu ada apa?" Caca menunjuk ke grumbulan para pengunjung


"Om juga tidak tahu Ca"


"Ayo om kita ke sana. Nanti baru cari mama dan tante" Caca menyeret om Iwan menuju ke grumbulan para pengenjung taman


"Ada apa ya buk? Rame-rame?" tanya Om iwan dengan salah satu pengunjung taman


"Itu ada dua wanita aneh"


"Wanita Aneh?"


"Iya. Wanita aneh, coba saja mas lihat"


"Om ada apa? Kenapa om geleng-geleng ke pala sambil merekam?" tanya Caca semakin penasaran.


"Caca mau lihat?"


"Iya om, tapi Aca tidak sampai" Caca sambil menjingkitkan kakinya


"Sini om gendong" om iwan pun mengangkat tubuh Caca


"Om itu bukannya mama sama tante? Meraka ngapain Om?" bisik Caca


"Iya itu mama sama tante. Om juga tidak tahu mereka ngapain"


"Terus kita harus ngapain om?"


"Om juga bingung Ca"


"Ya sudah kalau gitu coba Om telefon mama atau tante. Suapaya mereka sadar om"

__ADS_1


"Kamu benar Ca" Dengan cepat Iwan mengambil hp menghubungi no Naila.


"Tutt.....tuttt..." panggilan telfon


"Mbak sepertinya anak yang nelfon" bisik Neysia dengan Naila


"Kamu benar Nay" Dengan ragu-ragu Naila bersama Neysia membuka bola matanya. Betapa malunya mereka di jadikan sebagai tontonan gratis karena ulah konyolnya


"Mbak sepertinya mereka menertawai kita"


"Kamu benar Nay, mau tarok di mana muka mbak Nay?"


"Nay juga tidak tahu mbak. Bagaimana jika di antara mereka ada yang vidion kita mbak?"


"Mbak pasrah pada sang ilahi" Ucap Naila dengan menundukkan ke pala menahan malu


"Mbak kalian itu sama-sama wanita, cantik lagi. Pasti banyak laki-laki yang suka sama kalian. Kenapa kalian bisa suka semasa jenis?" tanya seorang pengunjung sinis


"Eh mbak kalau punya mulut di jaganya. Jangan asal bicara!!" bentak Naila tidak terima di katakan lesbi


"Memang kenyataannya kan?"


"Kalau tidak tahu lebih baik diam!!!"


"Mama..." teriak Caca menghampiri Neysia dan Naila


"Iya sayang"


"Mama tadi ngapain sama tante Nai, peluk-pelukan di jalan?"


"Gak apa-apa kok. Kita hanya belajar akting. Iya kan mbak Nai"


"Benar tante?"


"Iya sayang. Tante sama mama hanya akting"


"Iya deh"


"Ayo ma kita cari makan. Aca sudah lapar"


"Baik lah sayang"


"Untuk tidak ke sana lagi" batin Naila dan Neysia

__ADS_1


bersambung...


Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa tinggalin jejak dengan cara di like, komen, dan vote.


__ADS_2