
"Mama... Aca pengen seperti kakak itu" Caca menunjuk ke arah gombrolan anak-anak yang pakain seragam merah putih.
"Anak mama mau sekolah?"
"Iya ma, Aca mau" jawab Caca antusias
"Nanti kita bilang sama ayah ya sayang"
"Ok.. Mama"
"Sekarang Caca temani mama ke toko. Mau kan sayang?"
"Mau dong ma,, Aca mau main sama ante Dewi"
"Ganti baju nya dulu nak" Neysia memakaikan Caca baju gaun berwarna merah bergambar bunga kembang.
"Mama baju nya cantik. Caca suka" Caca memutari-mutar kan tubuhnya layak seperti penari balet.
"Iya lah cantik anak siapa dulu"
"Anak mama dan papa" ucap Caca menggemaskan, tanpa aba-aba Neysia langsung mencium pipi bakpau putri sambungnya.
Tidak memakan waktu lama Neysia bersama putrinya tiba di toko miliknya. Di mana suasana toko sangat ramai. Bola mata Neysia tertuju dengan salah satu pelanggan itu, yang tengah memilih pakaian dalam bersama laki-laki paru baya.
"Siapa laki-laki yang bersama Nindri itu? apa mungkin ayahnya. Masa ayahnya" batin Neysia
"Ma, mama kenapa bengong? "
"Gak kok sayang, ayo kita masuk bantuin tante Dewi" Neysia menggandeng tangan putri tercintannya sambil bernyayi riah.
"Assalammualikum" ucap dua beranak itu
"Waalikumsalam" jawab Dewi bersama karyawan lainnya. Setelah Neysia menikah ia memutuskan mempunyai 5 karyawan, yang mempunyai bagian masing-masing. Neysia memberi kepercayaan sepenuhnya dengan Dewi.
"Eh ada kak Neysia" ucap Dewi sambil menyalami Neysia
"Ante Dewi...." panggi Caca
"Eh ada gembaran ante Dewi ni" Ucap Dewi menciumi pipi gembul Caca.
"Ante Dewi mau main" rengek Caca.
__ADS_1
"Iya sayang, nanti kita main ya. Sekarang tante mau kerja dulu"
"Janji ya tante"
"Iya Sayang" Caca melingkari jari kelingkingnya bersama Dewi.
"Kak, Dewi ke sana lagi" pamit Dewi
"Iya Dew"
"Apa lebih baik aku datangi saja Nindri? Tapi tidak terlalu penting la.. " bantin ku
Neysia pun membantu para karyawannya. Itu lah Neysia ia tidak pernah menganggap jika ia itu bos, dia selalu menganggap jika dia itu karyawan sama seperti yang lain.
"Kak, duduk di kasir saja. Biarkan Dewi yang membereskan ini." pinta Dewi
"Kamu di sana, biar kakak di sini" tolak Neysia.
"Kak, ayo lah.. plissss" rengek Dewi, Neysia tidak bisa menolak jika senjata rayuan Dewi telah keluar.
"Kamu ini ya Dew!!!" Neysia pun menuju meja kasir.
"Mbak berapa total semuanya??" tanya wanita itu dengan angkuhnya. Betapa terkejutnya ke dua wanita itu, bukan lain Neysia dan Nindri
"Senang bisa bertemu dengan kamu Nin" ucap Neysia
"Kamu ngapain ke sini Nay??"
"Ini toko ku"
"Ohh...Maaf aku tidak tahu. Karena selama ini kamu tidak ada di sini"
"Iya Nin, aku memang jarang di toko"
"Ohh... Jadi berapa totalnya"
"Mama,, Aca mau itu" ucap Caca baru tiba dengan napas ngos-ngosan
"Anak mama mau apa?" tanya Neysia tanpa memperdulikan Nindri
"Anak mama?? Bukannya waktu itu pernikahannya batal. Kenapa dia sudah punya anak? Apa mungkin si Neysia mengadopsi anak?" fikiran Nindri
__ADS_1
"Nin sebentar ya" pamit Neysia. Nindri pun mengangguk
"Maaf ya Nin, sudah membuat mu menunggu" ucap Neysia baru tiba.
"Itu anak siapa Nay?" tanya Nindri
"Itu anak ku Nin, cantik bukan??" puji Neysia
"Anak mu??" tanya Nindri
"Iya anak ku"
"Bukannya kamu batal nikah dengan Kelpin waktu itu?"
"Hehehe" Neysia tersenyum sinis
"Iya kan??? kamu batal nikah waktu itu" ucap Nindri dengan nada sedikit tinggi
"Kamu tahu dari mana? Apa itu semua rencana kamu?" ucap Neysia pura-pura tidak tahu
"Kamu jahat sekali si Nay, menuduh ku. Mana mungkin aku tega lakuin itu dengan mu" jawab Nindri dengan perasaan gelisah
"Siapa tahu??"
"Ya sudah Nay, aku pamit dulu" ucap Nindri langsung pergi meninggalakan Neysia
"Hati-hati Nin" teriak Neysia, karena Nindri sudah menghilang
Setalah kepulangan Nindri, Neysia Sibuk dengan aktifitasnya. Tiba-tiba saja Caca berteriak kencang di luar sana. Dengan cepat Neysia menghampiri putrinya.
"Ada apa sayang? Kenapa menangis? Siapa yang jahat" pertanyaan Neysia bertubi-tubi
"Hikss,,hikss.. Ma, mama tente itu" ucap Caca dengan isak tangia
"Iya nak, tante itu kenapa? jahat sama caca?" tanya Neysia sambil membawa Caca ke dalan pelukannya
"Tidak ma, Caca cuma takut. Tante itu kasih ini dengan Caca" Caca memberi sebuah amplot putih dengan Neysia, pemberian wanita misterius itu..
"Caca, jangan takut lagi. Mama ada di sini" Neysia menenagkan anak sambungnya itu.
Jangan lupa mampir ke sini ya kak
__ADS_1
(Salah Alamat Berujung Nikah)
...Terimakasih buat kakak yang sudah setia membaca karya author. Author sangat butuh dukungan kakak, supaya author lebih semangat menulisnya. Jangan lupa like, komen dan vote ya kaka....