Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 56


__ADS_3

Seteleh melaksanakan shalat, Andrian bersama rombangan kembali menuju ke ruang tunggu. Andrian pun menyandarakan tubuhnya sambil memejankan mata di balik tiang, Andrian pun sedikit menjauh dari rombangan. Ketika Andrian sibuk dengan lamunannya, tiba tiba saja ia merasa ada yang memeluk tubuhnya dari belakang. Andrian merasa pelukan itu tidak asing baginya. Hingga membuat Andrian enggan melepaskan pelukan itu. Pelukan itu pun semakin mendalam, hingga masuk ke dalam detak jantung Andrian. Andrian semakin penasaran siapa yang sedang memeluknya, memberi rasa kenyamanan. perlahan Andrian membelok kan tubuhnya agar tidak membuat orang yang memeluknya pergi meninggalkannya. Andrian sangat terkejut ketika melihat siapa yang sudah berani memeluknya.


"Sayang" ucap Andiran, Andrian pun tidak tau rasa apa yang ia rasakan saat ini, rasa gado gado atau lotek ,yang pastinya ia sangat bahagia, karna sang istri sudah siuman. Sarah tersenyum lebar dengan suami tercinta. Andrian memeluk istri tercintanya sekali kali ia menciumi wajah istri yang selama ini ia rindukan.


"Sayang aku capek" Keluh Sarah, karna Andrian enggan melepaskan pelukannya, membuat Sarah malu. Bagaimana tidak malu di jadikan bahan tontonan gratis.


"Sayangnya mas capek?" tanya Andrian lembut. Sarah pun mengangguk. Tidak menggunakan aba aba Andrian pun langsung mengangkat tubuh mungil Sarah ke dalam pelukannya.


"Mas turunin, aku malu" ucap Sarah menahan malu, karana di jadikan bahan tontonan garatis


"Kamu malu sama siapa?" tanya Andrian


"Kamu tidak lihat apa semua orang melihat ke arah kita"Tunjuk Sarah dengan Andrian menggunakan bibir.


"Kamu kengennya sama ciuman mas, sampai nyodor nyodorkan bibir" goda Andrian


"Apaan si mas!! turunin" bukannya Andrian menurunkan Sarah mala ia semakin erat memeluk tubuh mungil sarah dalam gendongannya.


"Ehemm,,ehemm" goda Tiara yang baru tiba.


"Maklumin aja Ti, kita mah hanya ngontrak." canda Neysia


"Apaan si, gak lucu" ucap Sarah jutek


"Ra, untung lo sudah sadar, kalau tidak mungkin Andrian sudah jadi sapu lidi" ucap Kelpin terkekeh


"Maksudnya?" tanya Sarah bingung


"Iya, jadi sapu lidi" jawab Kelpin


"Kok bisa?" Sarah masih bingung dengan ucapan Kelpin tentang sapu lidi.

__ADS_1


"Ya bisa la, kalau tidak makan-makan, bisa habis tu badan yang kekar" ejek Kelpin


"Ohh, Jadi selama ini mas Andrian tidak mau makan?" tebak Sarah.


" betul betul betul" ucap Kelpin meniru gaya ipin. Semua yang ada di sana merasa terhibur.


"Sayang, jangan di dengarin apa yang di katakan sama Kelpin. Kamu tau sendiri sayang kalau kelpin anaknya suka ngomong asal jadi saja." kesal Andri pada sahabatnya.


"Berarti kamu gak sayang aku dong mas?"


"Kenapa bertanya seperti itu? Mas sangat menyangai kamu Ra" jawab Andrian


"Habisnya mas tidak mau makan, Kalau mas sakit siapa yang jagain aku nanti." Sarah sengaja pura pura marah pada sang suami.


"Sayang maafin mas, bagaimana mas bisa menelan nasi sedangkan istri mas berbaring dengan keadaan lemah seperti itu." Jelas Andrian. Sedangkan Sarah bersama rombongan menahan tawa melihat ekspersi Andrian.


"Tapi tidak seperti itu juga mas!!"


"Berarti mas do'ain aku semoga sakit lagi"


"Bukan begitu sayang, jadi serba sala" ucap Andrian lemah. Sarah pun merasa tidak enak sudah mengerjai sang suami. Akhirnya Sarah beralih dengan topik yang berbeda.


"Oh ya mas, kamu bisa tau aku ada di sana bagaimana?" Andrian pun menceritakan semua kejadian itu.


Flashback..


Waktu malam itu mas bersama Kelpin tidak tau kenapa, tiba tiba saja menuju ke desa itu. Tanpa ada rencana sedikitpun, mas hanya mengikuti arah ke mana stir mobil membawa kami. Tiba saja Kelpin menekan rem, agar mas menghentikan mobil.


"Kamu gila Pin, bagaimana kalau ada mobil di belakang kita, bisa bisa kita mati" marah Andrian dengan sikap sahabtnya itu


"Itu Ndri, itu" ucap Kelpin terbatah batah

__ADS_1


"Ongomong tu yang jelas dikit!!!"


"Itu bibik" Tunjuk Kelpin .Andrian pun menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Kelpin. Dua sahabat itu pun langsung turun mobil menghampiri Bibik yang tengah kelelahan. Sepintas di lihat bibik sudah seperti orang gila. Bagaimana tidak, muka sudah di penuhi dengan lumpur, rambut pun sudah tidak tau arahnya di mana.


"Bibik kenapa bisa sperti ini?" tanya Andrian panik


"Den, tolong, tolong" ucap bibik dengan nafas yang masih terengah engah


"Iya bik, Andri pasti akan tolong bibik"


"Tolong non Sarah den, non Sarah" ucap bibik dengan isak tangis


"Sarahnya di mana bik?" tanya Andrian semakin tidak karuan yang ia fikirkan keadaan istri tercintanya.


"Non, non Sarah, ada di tengah hutan den. Sekarang nyawana non Sarah lagi bahaya"


'Apa yang sudah terjadi bik?"


"Kami di culik den, dan kami di bawa ke sini"


"Siapa yang menculik kalian bik? kenapa bibik berpisah dengan istri saya bik? " sepanjang perjalanan bibik menceritakan semua kejadian yang ia alami.


Maaf den, bibik tidak bisa bantu non Sarah. Karna non Sarah di kurung dalam ruangan tertutup rapat, tidak ada cela cela untuk mengintip. Sedangkan bibik hanya di letakkan di dalam gudang dan tidak ada pengawasan. Untungnya saja bibik tidak di ikat, dan tidak terlalu di pedulikan, hingga bibik bisa keluar untuk mencari bantuan. Dengan langkah cepat bibik meninggalkan ke tempat itu, ketika bibik keluar dari gudang teryata ada yang melihat hingga bibik di tangkap, itulah namanya kuasa tuhan ada-ada saja yang membantu bibik lepas dari genggaman para bajingan itu. Bibik bertemu dengan seekor hewan, bibik juga tidak tau itu hewan apa. Apa harimau atau singa, bibik juga tidak tau. Hewan itu pun menyerang bajingan itu, hingga membuat para bajingan itu pergi meninggalkan bibik. Bibik pasrah ketika hewan itu mendekati bibik, untuk di jadikan santapan malam mereka. Hewan itu pun mengelus ngelus tubuhnya dengan bibik. Bibik berpikir kalau si raja hewan itu adalah kiriman tuhan untuk membanu bibik. Dengan bismillah bibik menaiki tubuh si raja hewan itu. Hewan itu pun membawa bibik menuju jalan ke desa ini. Setelah ada sinaran cahaya lampu hewan itu pun berhenti, dengan cepat bibik turun dari tubuh si raja hewan itu. Belum sempat bibik mengatakan terimakasih si raja hewan itu pun sudah pergi menghilang tanpa jejak. Bibik terus berlari tidak tau arah yang mana harus bibik lewati. Akhirnya ketemulah den Andrian bersama den Kelpin.


Bersambung.. ikuti terus kisah Andrian dan Sarah.


Terimaksih buat sahabat semua yang sudah setia membaca karya Author. Author sangat butuh dukungan kalian semua.


Jangan lupa like, Komen, dan vote yang banyak. Maaf ya jika Author banyak permintaan..


author sayang semua

__ADS_1


Muachhh😘😘


__ADS_2