Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 61


__ADS_3

Hari terus berlalu, terkadang tanpa kita sadari. Sama sepertinya dengan baby Ansa, tanpa di sadari usianya sudah memasuki 6 bulan. Baby Ansa semakin hari semakin pintar, siapa yang melihat tingkahnya pasti gemas sendiri. Di usiannya sekarang baby Ansa suka sekali bermain di lantai, ia sangat pintar. Tidak tau kenapa baby Ansa tidak mau di pisah dari ayah walaupun cuma sedetik, kalau tidak melihat sosok ayahnya, baby Ansa akan menangis hingga membuat Sarah pusing sendiri dengan tingkah si baby. Maka dari itu baby Ansa selalu di bawa ke toko, Menemani sang ayah berkerja.


"Owekk,,,owekk" tangisan baby Ansa.


"Cup,,cup, sabar ya baby, tunggu sebentar. Ayah lagi mengeluarkan bom" Sarah menimang-nimang baby Ansa supaya berhenti menangis, justru bukan membuat baby Ansa berhenti menangis mala semakin kencang.


"Ya allah nak, apa salah bunda sama kamu, sampai segitunya kamu menangis di gendong sama bunda" Ucap Sarah, Sedangkan baby Ansa masih setia sama tangisannya


"Mas, cepat sedikit napa!! Anak mu ini sudah tersedu sedu" Teriak Sarah. Sedangkan Andrian yang berada di dalam kamar mandi. Sudah seperti di kejar-kejar setan saja. Tidak lama itu Andrian pun selesai mengelurakan bomnya. Ia langsung bergegas menemui baby Ansa, yang tengah menangis di dalam gendongan bunda.


"Cup,,cup, anak ayah kenapa? bunda jahat ya?" Andrian pun mengambil alih menggendong baby Ansa. Begitulah baby Ansa kalau bersama ayah langsung diam tak bersuara. Sering kali membuat bunda cemberu.


"Sayang, apa tidak kasihan sama bunda mu?. Sepertinya ia ingin menciumi mu baby" ucap Andrian, baby Ansa pun melirik ke arah bunda, lalu mendekati bunda. Bukan ciuman yang di dapatkan oleh bunda mala di kasi bom sama baby Ansa.


"Prettt" Baby Ansa mengeluarkan bom di pangkuan bunda. Sedangkan Andrian hanya bisa tahan tawa, melihat kejahilan baby Ansa pada bundanya.


"Sayang, kamu pintar sekali. Ayah bangga" ucap Andrian, memberi 2 jempol pada baby Ansa. Baby Ansa tersenyum menaggapai ucapan ayah, seperti mengerti saja baby Ansa.


"Untung saja anak ku, kalau tidak sudah ku cubiti ni anak." kesal Sarah


"Sayang, ceboknya sama bunda ya, nanti kita main" rayu Andrian. Benar saja baby Ansa maunya di bersihkan oleh Sarah. Sarah menolaknya hingga membuat baby Ansa menagis. Mau tidak mau Nisa mengikuti keinginan baby Ansa.


"Lihat aja kamu mas!!" ancam Sarah, pergi meninggalkan Andrian yang sedang asyik menertawai istri tercintanya.


"Anak ku memang pintar" bangga Andrian.


Tidak lama setelah itu baby Ansa, sudah rapi dengan setelannya. Baby Ansa memakai setelan baju Doraemon.


"Wah,,wah, jagoan ayah ganteng sekali" puji Andrian. Baby Ansa langsung merengek dengan bunda, mau mintak di turunkan dari gendongan bunda. Baby Ansa sudah tidak tahan lagi bermain bersama ayah.

__ADS_1


"Sayang, dengarin bunda dulu ya. Hari ini waktunya adek posandu, kalau ikut ayah nanti adek tidak di kasih vitamin, sama buk dokter." Rayu Sarah. Baby Ansa pun memasang wajah iba. Supaya bunda iba melihatnya.


"Jagoan ayah, benar yang di katakan bunda. Nanti setelah pulang posandu. Ayah jemput, oke" Baby Ansa masih setia dengan wajah ibanya


"Sayang, kasihan" ucap Andrian tidak tega melihat jagoannya sedih.


"Mas, biarkan saja. Jangan terlalu di ikuti apa keinginannya. Nanti sampai dewasa ia seperti itu. Aku tidak mau!" ucap Sarah


"Baik lah, asal terbaik buat anak ku"


"Anak ku mas" jawab Sarah


"Enak saja bilang anak mu yank, itu anak ku." Andrian tidak mau kalah dengan isttrinya


"Ya, anak ku la, aku yang mengandung dan aku juga yang melahirkan!" Jawab Sarah


"Tanpa bantuan ku, kamu tidak akan bisa mengandung istri ku" jawab Andrian, senyum memggoda


"Hehehe, jadi baby Ansa anak Andrian bersama Sarah" Ucap Andrian. Sedangkan baby Ansa senyum- senyum sendiri, melihat perdebatan orang tuannya. Baby Ansa sungguh pintar


"Sayang, kalau gitu, mas berangkat dulu. Jaga anak kita" Pamit Andrian.


"Hati-hati mas"


"Jagoan ayah, ayah berangkat kerja dulu. Jangan nakal sama bunda" Andrian mengecup baby Ansa, lalu pergi meninggalkan anak dan bunda itu


"Bay,,bay ayah" ucap Sarah layaknya meniru suara anak kecil.


Setelah kepergian Andrian, Sarah membawa baby Ansa ke posandu. Untuk di suntik umunisasi supaya tidak terkena campak. Di mana di posandu sudah banyak ibuk-ibuk bersama anak-anaknya. Banyak yang mengagumi ketampanan baby Ansa. Ada salah satu dari ibu-ibu itu ingin menjodohkan putrinya dengan baby Ansa.

__ADS_1


"Halo calon nantu, nanti setelah kau dewasa ibu akan menjodohkan mu bersama putri ibu" ucap ibu itu sambil memegang pipi embul baby Ansa


"Anak ibu tidak cocok sama nak Ansa, yang cocok itu anak aku, yang satu ganteng, satunya lagi cantik." ucap ibu


"Enak ajah!! anak aku lebih cantik dari anak ibu Lihat ni, anak aku berkulit putih sedangkan anak ibu!! " Jawab ibu itu tidak terima anaknya di bilang jelek.


"Anak aku cuma sedikit hitam, nanti setelah dia dewasa dia bisa memutihkan badanya. Zaman sekarang serbah bisa asalakan duit selalu mengalir. Secara kami orang kaya " sombong ibu itu.


"Tetap saja tidak alami, lihat putri ku dari kecil saja sudah kelihatan cantiknya" lagi-lagi ibu itu membanggakan anaknya.


"Kalian berdua terlalu percaya diri, mana mungkin nak Ansa menyukai putri kalian itu" ucap ibu hamil itu


"apa katamu!!! kau menghina anak kami!!" Jawab 2 ibu itu.


"Maaf bu, jika ibu marah, berarti fakta dong anak ibu jelek" ucap ibu hamil itu dengan senyum mengejek.


"Ingat bu, ibu itu sedang hamil, jangan pernah menghina orang lain. Kalau tidak mau terkena dengan anak ibu sendiri apa yang sudah ibu ucapkan" ibu itu pun langsung terdiam, mendengar ucapan dari ibu yang baju berwarna biru. Ia takut jika itu benar-benar terjadi pada anaknya. Soalnya anak ibu yang berbaju biru itu, terkena penyakit campak, semua kulitnya menimbulkan bentol-bentol. Sedangkan Sarah hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala melihat tingkah 3 ibu itu. Menurut Sarah 3 ibu itu terlalu aneh. Bagaimana tidak aneh, anak-anak masih bayi sudah main di jodoh-jodohkan. Dasar ibuk-ibuk.


Maaf ya buk, bukannya aku tidak mau anak aku bersama anak-anak ibu. Biarkan mereka memilih sendiri. Kita sebagai orang tua, cukup mendo'a kan yang terbaik untuk anak kita nanti.


Maafin kami buk Sarah, kami semua sangat mengagumi ketampanan anak ibu. Hingga membuat kami tidak memikir hal yang panjang" ucap ibu itu serentak. Sarah pun tersenyum dengan ketiga ibu itu.


"Bu Sarah, boleh kah kami mencium baby Ansa" ucap ibu itu malu-malu


"Dengan senang hati" ucap Sarah, memberi baby Ansa ke pada ibu itu. Baby Ansa pun tersenyum manis di dalam gendongan para ibu-ibu itu.


Bersambung.. Ikuti terus kisah Sarah, Andrian.


Terimakasih telah berkenan membaca karya Author. Author sangat butuh bantuan kakak semua.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan Vote yang banyak ya.. Maaf ya jika Author banyak permintaan .


__ADS_2