Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 75


__ADS_3

Tente, Caca mayu patai badu yang ini(Tante, Caca mau pakai baju yang ini)" Tunjuk Caca tepat pada baju tedy bear berwarana coklat.


"Caca, suka yang ini?" tanya Neysia sambil membawa baju itu di hadapan Caca


"Oye.. Caca mayu Caca mayu(Hore.. Caca mau Caca mau" Caca melompat-lompat kegirangan.


"Sini, tante pakaikan" Neysia memaki baju itu ke tubuh Caca, Caca di perlakukan seperti itu membuatnya merasa happy


"Tante, Caca tidak mayu cali papa. Caca mayunya sama tante telus(tante, Caca tidak mau cari papa. Caca maunya sama tante terus)" ucap Caca sambil mencium pipi Neysia.


"Apa Caca tidak kasihan sama papa?" Caca menggeleng


"Ya sudah kalau gitu Caca, makan dulu ya. Nanti bantuin tante jualan"


"Ote,,ote(oke,,oke)" Caca pun makan di suapi dengan Neysia


"Satu suap lagi" ucap Neysia sambil memberi suapan terakhir.


"Alhamdulillah" ucap Neysia mengajari Caca,


"Ayamduyiyah(alhamdulillah)"


"Anak pintar, ayo minum susunya lagi" perintah Neysia


"Tenang tante(Kenyang tante)" Walaupun Caca sudah mengatakan kenyang ia tetap melahap susu buatan Dewi itu.


Neysia bersama Dewi membuka toko, sedangkan Caca sibuk dengan film kartunnya.


"Dew, tolong tambahin yang model ini ya"


"Siap bos" Dewi memberi tanda hormat dengan Neysia


"Misi mbak, baju model ini ada?" tanya pelanggan sambil memberi gambar foto baju itu.


"Ada pak, tunggu sebentar" Neysia mengambil baju itu. Ketika Neysia mengambil baju itu Caca mendekati Neysia


"Tante, Caca mayu batu itu(Tante, Caca mau baju itu)" Caca memegang baju yang di bawa oleh Neysia


"Ini pak, warna yang mana?" tanya Neysia sambil memberikan baju itu, sedangkan Caca mengekor ke mana Neysia pergi.


"Mbak itu anaknya?" tanya pelanggan itu


"Eh, bukan pak. Memangnya kenapa?" tanya Neysia, karena bapak itu melihat Caca sangat detail.


"Tidak apa-apa" Bapak itu pun langsung pergi meninggalkan toko Neysia


" Pak baju nya" Teriak Neysia


"Ada apa mbak?" tanya Dewi


"tidak tahu lah Dew, ada orang gila" jawab Neysia


"Gila??"


"Sudah ah lupakan saja" ucap Neysia pada Dewi


"Cari apa bu?" Tanya Dewi ramah

__ADS_1


"Ada baju kokoh? yang bagus" tanya ibu itu


"Ada bu, ini" Dewi memberi bermacam merek


"Ini berapa?"


"275 bu" jawab Dewi ramah, walaupun ibu itu sangat menjengkel kan. Ya namanya juga pembeli adalah raja.


"Mahal sekali di toko ini, barang murahan seperti ini harganya melangit. Kalau mau cepat naik haji jangan jualan mahal-mahal mbak, nanti tidak ada yang mau mampir ke sini" omel ibu itu sambil mengacak-ngajak baju kokoh itu


"Ibu tau sama merek gak?" tanya Dewi


"Halah... Baju seperti ini hanya 35 ribu, akan saya posting ke ig saya, Kalau di toko ini yang pernah saya ketemui termahal" Cerocos ibu itu


"Silakan, saya tidak takut" Jawab Neysia baru tiba.


"Sok, sekali gayanya" ucap ibu sambil mencibir ke arah Neysia


"Silahkan ibu keluar di toko saya" bentak Neysia sambil menyeret tangan ibu itu.


"Sombong sekali kamu. Lihat saja nanti" Ancam ibu itu.


Neysia tidak peduli omongan ibu itu, ia tetap menyeret tangan ibu itu. Tiba-tiba saja datang seorang gadis remaja mendekati Neysia


"Maaf, mbak kalau mama saya membuat onar. Di karenakan mama sedikit kurang waras" jelas anak itu.


"Oh, tidak apa. Lain kali jangan di biarkan ia keluar sendiri" nasehat Neysia dengan gadis itu


"Iya mbak, makasih" ucap anak remaja itu


"Pantasan saja ya kak" ucap Dewi


Ketika Neysia sedang asyik bermain bersama Caca, tiba seorang laki-laki kekar marah-marah tidak jelas.


"Di mana putri ku??!!" bentak laki-laki itu pada Dewi


"Maaf pak, di sini bukan tempat penitipan anak. Jadi kami tidak tahu anak bapak di mana" ucap Dewi lembut gemetaran


"Jangan bohong, aku tau anak ku di sini kalian yang menculik putri ku"


"Bapak jangan asal nuduh.. Eh bentar bapak ini yang makan jangung di pinggir pasar malam waktu itu" Tebak Dewi, membuat laki-laki itu semakin murka


"Plakklk...Plakkkk..." Tamparan meja


"Aku tidak main-main di mana putri ku!!!" bentak Laki-laki itu


Sedangkan Neysia mendengar keributan di depan, dengan cepat ia ke sana


"Ada apa ini?" teriak Neysia


"Di mana putri ku!!" Bentak Noval


"Putri mu? Mana kami tau" jawab Neysia santai


"Jangan bohong kamu, kamu kan yang menculik putri ku"


"Hay pak... Jangan asal ngomong!! tidak ada untung bagi saya menculik anak bapak. Hanya merepotkan saja!!!" bentak Neysia

__ADS_1


"Saya tau anak saya ada di sini" ucap Noval terus menyulusuri toko Neysia.


"Hay.. Berhentilah kau mengacak toko ku. Atau""


"Atau apa!!!" Bentak Noval


Caca yang mendengar suara papanya langsung menghampiri papa


"Papa" Teriak Caca sambil berlari menghampiri papa


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Noval, Noval pun tak henti-hentinya menciumi putri tercintanya.


"Maafin Aca pa, aca tuda tindalin papa(maafin Aca pa, Aca sudah tinggalin papa)


"Papa juga mintak maaf ya. Karena papa sudah jahat sama Aca" ucap Noval lembut


"Iya pa, Aca janji Aca tidak atan tabul lagi(iya pa Aca janji tidak akan kabur lagi) Caca melingkari jari manisnya berasama papa.


"Oh, jadi itu putrinya" ucap Dewi


"Sepertinya??"


"Semoga duda kak"


"Terus???"


"Nikah sama kakak" jawab Dewi cengir kuda


"Tante, Caca cudah ketemu tama papa Aca. Papa tini kenayan cama tante tantik(Tante, Caca sudah ketemu sama papa Aca. Pap sini kenalan sama tante cantik)" Neysia berjongkok agar sama rata dengan Caca


"Papa, tanapa diam? ini tante yang tudah nolongin Aca. Tante ini baik Aca tayang tante(Papa, kenapa diam? ini tante yang sudah nolongin Aca. Tante ini baik, Aca sayang tante" Ucap Caca sambil mencium Neysia


"Iya. Maksih" ucap Noval


"Mangkanya pak, kalau ada masalah tu selesaikan dengan kepala dingin. Jangan di bawah emosi" Kesal neysia


"Iya saya tau saya salah. Sekali lagi terimaksih kalau tidak ada kamu saya tidak tau nasip putri saya" ucap Noval merasa bersala


"Sama-sama, aku juga menyukai anak ini. Anak yang pintar" puji Neysia sambil mengusap kepala Caca


"Sayang, pulang ya sama papa" Rayu Noval pada putrinya


"Aca tak au pulang, Aca au main tama tante tantik(Aca tidak mau pulang, Aca mau sama tante canik)" Caca merajuk


"Caca pulang sama papa ya, nantikan bisa main sama tante lagi" Rayu Neysia


"Benelan ya tante(beneran ya tante)"


"iya sayang. Tapi Caca pulang dulu ya" Tidak lupa Neysia mencium Caca.


"Dada... tante cantik" Caca melambai lambai tangannya.


bersambung..


Terimaksih telah berkenan membaca karya Author. Author sangat butuh dukungan kakak semua. Jangan lupa like, komen dan vote


Salam kenal dari author

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang melaksanakan.


__ADS_2