
Setelah beberapa hari kejadian antara Neysia dan Kelpin. Noval pun segera ingin melamar Neysia. Tidak ada keraguan sedikit pun di hati Noval untuk menjadikan Neysia pendamping hidupnya dan menjadi ibu sambung buat putri tercintanya. Noval pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju toko Neysia dengan perasaan tak menentu. Tidak menggunakan waktu lama Noval pun tiba di tempat tujuannya. Ketika Noval ingin memasuki tokoh milik Neysia di mana di sana sudah ada Andrian bersama sang istri dan anaknya.
"Assalammualaikum" ucap Noval
"Waalaikumsalam" jawab Andrian
"Ada kak Andrian" ucap Noval sambil menyalami Andrian.
"Apa kabar Val? Sudah lama tidak berjumpa" ucap Andrian
"Baik kak"
"Caca tidak ikut Val?" tanya Sarah
"Gak mbak, Caca di rumah nenenk nya"
"Ohh.."
"Neysia nya mana mbak?" tanya Noval
"Kurang tau juga Val, tadih Neysia bersama Ansa" jawab Sarah sambil meletakkan secangkir minuman di atas meja
"Val, di minum" ucap Andrian
"Iya kak."
"Atalammualitum" ucap Neysia meniru suara anak kecil
"Waalaikumsalam" jawab mereka serentak.
"Eh ada kamu Val, sudah lama?" tanya Neysia
"Gakk" jawab Noval
"Wahh Ansa tanpan sekali" puji Noval
"Terimaksih Om" ucap Neysia sambil memainkan baby Ansa
Neysia pun ikut bergabung dengan Andrian bersama Noval yang di ikuti dengan Sarah. Neysia tidak terlalu mengubris obrolan mereka, ia sibuk dengan keponakan tampannya bukan lain baby Ansa. Ketika Neysia mendengar sebuah ucapan membuat ia langsung tersedak.
"Kebetulan kakak ada di sini, ada yang ingin Noval katakan" ucap Noval dengan serius
"Kamu mau mengatakan apa Val?" tanya Sarah, sedangkan Neysia tidak memperdulikan mereka.
__ADS_1
"Kak, aku mintak izin untuk menjadikan Neysia pendamping hidupku dan ibu sambung buat anak ku" ucap Noval dengan satu tarikan nafas dengan perasaan was was akan di tolak.
"Uhukk,,,uhukkk" Neysia tersedak mendengar ucapan Noval
"Kamu baik-baik saja Nay?" tanya Sarah sambil memberi segelas air putih dengan Neysia
"Iya kak" jawab Neysia
"Apa kamu serius Val?" tanya Andrian
"Iya kak, aku serius. Tidak ada keraguan sedikit pun di hati ku kak"
"Kalau kakak terserah dengan Neysia. Karena menjalani kehidupan nantinya Neysia bukan kakak"
"Nay bagaimana dengan mu?" tanya Andrian. Neysia tertegun untuk berapa detik
"Nay, apa kamu meneriama Noval?" tanya Sarah.
"Maaf,, Nay bisa mintak waktu untuk berfikir" ucap Neysia ragu-ragu takut akan Noval tersinggung
"Baik lah Nay, aku tunggu jawabannya" ucap Noval
"Kak, Noval pamit dulu ya" pamit Noval
"Iya mbak, Noval ingin ke kantor"
"Oh iya, hati-hati" jawab Sarah
"Asaalammualaikum" ucap Noval pergi meninggalkan Neysia bersama keluarganya.
"Dek, Kakak tidak pernah memaksa mu menerima siapa pun yang akan menjadi imam mu. Yang terpenting bagi kakak kebahagian mu, apa pun jawaban yang kamu beri nanti tanyakanlah dengan hati kecil mu. Jangan pernah terbelenggu dengan masa lalu, kakak tau kamu masih trauman dengan kegagalan waktu bersama Kelpin kemarin. Tapi, tidak semua laki-laki itu sama. Yang kakak lihat Noval itu orangnya baik dan ia juga pernah merasakan kegagalan dalam berumah tangga, sebisa mungkin ia tidak akan menyakiti mu." Nasehat Andrian pada sang adek.
"Hikks,,hikss,, Nay gak tau kak. Nay masih bingung kak." Andrian membawa Neysia ke dalam pelukannya
"Sudah jangan menagis, sebaiknya kamu fikir-fikir dulu jangan terlalu buru-buru mengambil keputusan" Andrian melepaskan pelukannya
"Iya kak, Nay hanya membutuhkan waktu saja" ucap Neysia
"Ya sudah kalau gitu kakak pulang dulu, jaga diri baik-baik. Jangan terlalu di fikirkan, nanti bisa mengakibatkan kamu sakit" Andrian mengusap kepala Neysia lalu mencium kening sang adek.,
"Iya kak"
"Mami Nay, abang Ansa pulang dulu ya" pamit Sarah sambil menggendong baby Ansa,
__ADS_1
"Muachhhππππ" Neysia mencium baby Ansa .
"Assalammualaikum" ucap Andrian bersama Sarah
"Waalaikumsalam" jawab Sarah
"Dew, mbak pulang dulu" pamit Sarah dengan Dewi yang tengah sibuk melayani pelanggan.
"Eh iya mbak Sarah" Teriak Dewi dengan kesibukannya
"Dew, itu siapa kak Neysia?" tanya Rini karyawan baru Neysia
"Oh itu mbak Sarah, kakak ipar kak Neysia. Waktu kak Neysia belum buka toko aku berkerja dengan suami mbak Neysia. Setelah kak Neysia buka toko aku di minta temani kak Nay" Cerita Dewi.
"Ohh... Sepertinya baik ya Dew"
"Iya, mereka semua baik."
"Rini, Dewi. Kakak titip toko ya, kakak mau keluar sebentar"
"Iya kak, Emang kakak mau ke mana?" tanya Dewi
"Biasa Dew" Dewi sudah tau kebiasaan Neysi, setelah habis nangis ia pasti ke tempat itu."
"Oh iya kak, hati-hati" ucap Dewi
Tidak memakan waktu lama, Neysia pun tiba di sebuah tempat di mana sering ia kunjungi di saat ia sedang dalam keadaan apa pun, sedih maupun bahagia. Neysia memasuki ke pemakaman umun tempat sang mama.
"Mbak Neysia" ucap penjaga TPU, penjaga tpu sudah sangat mengenali Neysia. Karena bukan sekali dua kali Neysia mengunjungi tempat ini
"Sendiri aja mbak, mbak Dewi nya tidak ikut?" tanya penjaga TPU itu
"Gak mas, aku ke sana dulu mas"pamit Neysia. Tibalah Neysia di sebuah batu Nisan di mana itu tempat terakhir sang mama.
"Ma, Nay mau cerita sama mama. Kalau Nay tadih di lamar lagi ma. Nay, takut ma kejadian itu akan terulang kembali lagi dengan Nay ma. Nay, mohon ma bantu Nay ma, apa yang harus Nay lakukan ma." Isak tangis Neysia di hadapan makam sang mama
"Ma, andai saja mama masih bersama Nay. Nay, tidak akan merasa kebingungan ma. Ma Nay mohon datanglah ke mimpi Nay ma, berikan Nay petunjuk ma. Nay butuh mama"
"Ma, Nay pamit pulang dulu" Pamit Neysia lalu memcium batu Nisan sang mama.
Bersambung...
Terimakasih yang sudah setia membaca karya Author. Author sangat butuh bantuan kalian semua, Jangan lupa like, komen dan vote yang banyak ya.
__ADS_1