
**Hai kakak tercinta jangan lupa mampir ke sini ya, cerita nya sedikit menyedihkan.
Sanas seorang gadis berusia 16 tahun, Menikah dengan laki-laki dewasa yang dingin. Yang tidak ia kenal sama sekali. "Salah alamat berujung nikah" di tunggu kak
Kembali lagi bersama neysia dan noval**....
"Mama....." Teriak Cacah
"Iya sayang, ada apa nak?" tanya Neysia langsung menghampiri Caca yang tengah bermain di teras rumah.
"Mama... ada tante-tante jahat" isak tangis Caca langsung memeluk Neysia.
"Mana sayang?" tanya Neysia, karena tidak melihat siapa pun yang datang.
"Hikss,,,hiksss.. Tadih tante itu mau gendong Caca mau bawa caca pergi bersamanya ma. Caca takut ma" adu Caca
"Kamu jangan takut sayang, di sini ada mama yang akan jagain Caca" ucap Neysia menenag kan anak sambungnya itu.
"Hikss,,,hikksss,, mama jangan tinggalin Caca, Caca takut"
"Tidak sayang, mama tidak akan ninggalin Caca"
"Ayo sayang kita masuk" Neysia menggendong tubuh mungil Caca membawa ke dalam ruamah.
"Mama.. Caca mau telfon papa" Rengek Caca
"Nanti ya sayang kita telfon papa. Papa lagi kerja tidak boleh di ganggu"
"Mama.. pokoknya Caca mau telfon papa" Bentak Caca dengan isak tangis, hingga membuat Neysia pusing tujuh keliling.
"Caca diam ya nak, mama coba telfon papa" rayu Neysia
"Tuutt...tuutt...No yang anda tuhuh di luar jangkauan" suara operator
__ADS_1
"Sayang kan Caca dengar sendiri, kata tantenya papa lagi sibuk"
"Iya ma" Jawab Caca tidak semangat
"Anak mama mau makan apa?" tanya Neysia
"Aca mau makan nasi goreng kecap telur ceplok" ucap Caca bersemangat
"Kalau gitu mama, masakin dulu ya buat anak tersayang mama"
"Ok mama Aca tersayang"
"Ma, Aca bantu ya?"
"Anak mama bisa apa?" tanya Neysia
"Bisa makan..Heheeh"
"Sini mama suapin" Caca pun mendekati Neysia
"Enak ma" puji Caca sambil memberi tanda dua jempol. Sehabis makan Neysia mengajak Caca menyiram tanaman bunga di halam rumah.
"Sayang, kita siram bunga yuk."
"Ok, ma"
Neysia membawa dua buah selang air, di mana yang satu berukan besar dan yang satunya lagi berukuran kecil. Pasti la yang satu punya Neysia satunya punya Caca.
"Mama.. Aca bantu siramin ya ma" ucap Caca mengambil selang dari tangan Neysia.
"Iya sayang, ini sudah mama siap kan"
Tanpa Neysia sadari ada sosok wanita yang memperhatikan setiap gerak geriknya bersama Caca. Wanita itu terlihat kesal ketika Neysia mengendong tubuh Caca dengan canda tawa.
__ADS_1
"Mama geli mama. " ucap Caca menahan geli karena ulah Neysia.
"Bilang ampun ma"
"Ampun ma, ampun" Neysia pun menuruni Caca dari gendonganya. Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaannya kembali.
"Awas kamu tidak ku biarkan kamu bahagia, lihat saja apa yang akan aku lakukan denganmu" ucap wanita itu geram. Meninggalkan tempat persembunyiannya
"Assalammualaikum" ucap Noval baru tiba.
"Waalaikumsalam papa" jawab Caca barengan bersama Neysia
"Pa, papa bawak apa?" tanya Caca melihat sang ayah memegang satu kantong plastik.
"Papa bawak makanan buat anak papa dan mama" ucap Noval.
"Ye..ye dapat makanan" Caca loncat kegirangan
"Sayang jangan loncat-loncat nanti jatuh" ucap Neysia
"Pa, tadih ada tante-tante ganggu Caca" adu Caca
"Siapa sayang?" tanya Noval
"Aca tidak tahu pa, tante itu bilang mau bawa Caca bersamanya"
"Ciri-cirinya seperti apa sayang?"
"Caca lupa, yang Caca ingat tante itu bedaknya tebal tidak seperti mama"
"Brengseng..." ucap Noval menggumpal ke dua tangannya
Bersambung...
__ADS_1