Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
106


__ADS_3

Hai kak jangan lupa mampir ke sini ya.


"Salah Alamat Berujung Nikah"


Hari terus berlalu, di mana hari ini pas satu minggu Neysia di rawat di rumah sakit. Tapi, belum ada tanda-tanda Neysia akan sadar. Caca yang sudah merajak dewasa, membuatnya menjadi gadis yang pintar dan mandiri. Setiap hari Caca selalu marawat Neysia serta sang adek, jika Noval sibuk dengan urusan kantor. Caca yang tidak tega melihat sang mama yang terbaring lemah, ia rela melakukan apa pun yang bisa menggantikan posisi sang mama.


"Ma, ayo bangun! Biar Aca yang menggantikan mama, asalkan mama sehat" ucap Caca sambil mengusap ke pala sang mama.


"Ma, sekarang adek sudah lahir. Adek tampan sekali ma, sama seperti papa" puji Caca. Caca sengaja mengajak Neysia bercerita walaupun Neysia dalam ke adaan tidak sadarkan diri.


"Caca!" panggil Naila baru tiba


"Iya bunda" jawab Caca, Naila yang mendengar Caca mengambilnya bunda merasa terharu.


"Ca, kamu panggil tante apa?" tanya Naila masih belum yakin dengan pendengarannya


"Bunda!" jawab Caca sambil tersenyum


"Tante, Aca sudah tahu bahwa tante mama kandung Aca" ucap Caca mendekati Naila


"Makasih sayang. Apa kamu membenci tante?"


"Aca tidak pernah membencikan wanita yang sudah melahirkan Aca. Walaupun bunda tidak membesarkan Caca, bunda tetaplah wanita hebat yang sudah melahirkan Aca" ucap Caca.

__ADS_1


"Makasih sayang. Bunda tidak pernah menyangka jika putri bunda, tumbuh menjadi putri cantik yang pintar"


"Iya bunda. Ini berkat mama Nay, yang selalu mengajarkan Caca tentang menjadi keperibadian yang baik"


"Iya sayang. Mama nay memang wanita yang baik. Kita do'a kan semoga mama Nay cepat sadar dan bisa sama-sama kita lagi"


"Iya bunda" ucap Caca memeluk tubuh Naila. Ketika mereka asik mengobrol tiba-tiba saja tangan Neysia bergerak, dan bola matanya Neysia pun terbuka.


"Caca"panggil Neysia lemah


"Mama!" teriak Caca senang. Dengan cepat Naila menekan bel, manggil perawat. Tidak lama setelah itu perawat pun tiba dengan membawa bermacam alat medis..


"Dokter. Mama Caca sudah bangun" ucap Caca bahagia menghampiri perawat


"Sayang bagaimana ke adaan mama?" tanya Noval baru tiba


"Mama lagi di cek oleh dokter pa" jawab Caca. Tidak menggunakan waktu lama dokter pun keluar dengan raut wajah senang


"Dok. Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Noval panik


"Alhamdulillah pak, istri bapak sudah sadarkan diri" ucap dokter itu. Dengan cepat Noval ingin menemui sang istri


"Pak. Tunggu sebentar, biarkan istri bapak istrhat sejenak" ucap dokter itu pergi meninggalkan Noval. Noval pun mengikuti perintah dokter. Tidak lama setelah itu Noval bersama Caca pun menghampiri Neysia yang tengah berbaring lemas di atas ranjang pasien.

__ADS_1


"mama." panggil Caca menghampiri Neysia yang di ikuti oleh Noval.


"Aca, mama kangen" ucap Neysia


"Aca juga kangen mama. Mama cepat sembuh ya agar kita bisa main-main sama adek" ucap Caca senang


"Adek?" tanya Neysia


"Iya sayang. Apa kamu lupa jika kamu sudah melahirkan?" tanya Noval


"Iya mas, aku lupa. Karena di dalam mimpi ku hanya ada Caca" ucap Neysia.


"Apa mas tidak ada di dalam mimpi mu?"tanya Noval, dengan cepat Neysia menggelengkan ke palanya.


"Kalian berdua memang susah untuk di pisahkan"


"Tentu dong pa!"


"Kak. Di mana adek?" tanya Neysia


"Bentar ya ma. Kakak ambil adek dulu" ucap Caca pergi meninggalkan Neysia bersama Noval.


Bersambung.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah setia membaca karya author. Jangan lupa tinggalkan jejak ya kak..Dengan cara like, komen dan vote. ak


__ADS_2