
"Sayang apa kamu sudah menyiapkan nama buat anak kita?"tanya Andrian. Sarah pun mengangguk
"Siapa Ra?" Tanya Tiara bersama Neysia
"Ansa putra pratama" ucap Sarah
"Ansa nama yang keren" puji Rina
"Oh ya Ra, Ansa apa artinya? kalau putra pratama pasti anak laki laki yang pertama." Tebak Neysia
"Kamu benar Nay, Ansa singkatan dari Andrian dan Sarah"
"Kapan ya aku punya baby tampan seperti baby Ansa." ucap Tiara, sambil senyum sendiri membayangkan sedang menimang nimang si kecil.
"Kode itu kak Toni" Ucap Dewi
"Aku tidak main togel, untuk apa aku kode-kodean?" Jawab Toni
"Bukan kode main togel kak Toni!! tapi kode bahwa mbak Tiara sudah siap untuk di lamar, iyakan mbak Rina" Kesal Dewi.
"Kamu benar Dew, sepertinya sahabat ku memang sudah siap menjadi seorang ibu" goda Sarah
"Apaan sih gak lucu, garing" Wajah Tiara pun sudah seperti kepiting rebus, Menahan malu karna di goda oleh sahabatnya.
"Eh Tia, napa muka mu merah? perasaan kamu tidak makan pedas, lagian juga tidak ada makanan di sini, hanya ada mineral. Tapi kenapa muka kamu merah seperti itu." Lagi lagi Tiara di jadikan bahan bulihan Neysia dan rombongan
"Bukan makan pedas kak Neysia, tapi ada seseorang yang baru tiba membuat hati mbak Tiara dag dig dug. Karna dari itu mbak tiara harus menahan detak jantungnya, Jadi efek sampingnya pergi ke muka mbak Tiara" ucap Dewi cengengesan. Semua yang ada di sana pun tertawa melihat keusilan Dewi pada Tiara.
"Anak kecil tau apa?" kesal Tiara
"Hehehe,, kecil kecil seperti ini tidak jomblo ya" bangga Dewi. Dewi terpaut muda dari usia Tiara maupun Sarah. Dewi masih berusia 18 tahun sedangkan rombangan Tiara sudah di atas 20 tahun.
"Sudah sudah, kasihan sama nak Tiara, di goda terus. Tapi ibu sangat senang jika nak Tiara bersama nak Toni bisa bersama-sama seperti Nak Andrian dan nak sarah." Ucap ibu sambil melirik dua insan itu.
"Ah ibu yang benar saja?" Tanya Toni. Ibu pun tersenyum melihat anak-anaknya. Ibu sudah mengenali mereka semua kecuali Dewi, kebetulan Dewi baru bekerja di tempat Andrian sedangkan yang lain sudah lama.
"Ra, aku mau gendong baby Ansa" Rengek Neysia, layaknya seperti anak kecil meminta mainan dengan ibunya. Pelan-pelan Sarah memindahkan baby Ansa ke dalam pangkuan Neysia.
"Cilumba" Ucap Neysia. Sedangkan baby Ansa menatap Neysia, kadang ia memasang wajah asam terkadang ia memasang wajah manis. Hingga membuat Neysia semakin gemas.
"Sayang, apa kamu mau punya baby seperti baby Ansa?" Ucap Kelpin mendekati sang kekasih.
"Tidak mau" Jawab Neysia
"Bukannya kamu gemas melihatnya?" Kelpin pun langsung mencumbu wajah si kecil Ansa.
__ADS_1
"Aku mau punya anak perempuan, supaya nantinya aku nikahkan dengan baby Ansa" ucap Neysia
"Ah, kamu memang pintar sayang. Kalau seperti itu mari kita cetak" ajak Kelpin
"cetak apaan?" tanya Neysia bingung
"Cetak anaklah sayang, masa cetak duit. Kalau babang bisa cetak duit tidak akan babang biarkan kekasih babang bekerja" ucap Kelpin sambil mengedip ngedipkan mata.
"Kamu pikir buat anak itu pakai mesin" kesal Neysia
"Iya, Mesin kita berdua" Kelpin semakin senang menggoda Neysia yang lagi kesal karana ulahnya.
"Para lo pin, Kalau aku jadi lo Nay, sudah aku putuskan laki laki yang otaknya kurang waras"
"Hahaha, mana ada wanita yang mau pergi meninggalkan ku, Secara aku kan cowok tampan" bangga Kelpin. Ketika mereka asyik bercanda tiba tiba saja suara petir menyambar ke dalam rungan.
"Oweekk,,owekk,,," Suara tangis baby Ansa pecah
"Sayangnya bunda kenapa nangis? mama neysia jahatnya" Sarah pun mengambil alih menggendong baby Ansa.
"Anak aku saja tidak terima kalau kamu di bilang tampan pin." Canda Andrian
"Baby Anas dengarkan om mu yang tampan ini ya. Kamu tidak perlu ikut sifat ayahmu yang jelek itu. Selalu iri sama om mu ini" Ucap Kelpin pada baby Ansa. Seperti baby Ansa mengerti saja.
"Tapi memang faktanya om, ayahnya Ansa lebih ganteng" Ucap Sarah meniru suara anak kecil.
"Ya iyalah kitakan kelurga kompakkan sayang?" bangga Andrian. Sarah pun mengangguk dengan senyum yang melebar.
"Ra, lo jangan bikin jiwa jomblo ku meronta ronta" kesal Tiara, melihat sang sahabat begitu romantis melebihi drama korea.
"Mangkanya cepat la nikah, itu Toni sudah siap. iya kan Ton?" tanya Sarah dengan senyum menggoda.
"Kasihan Mbak, sama mbak Tiara di buli terus." Bella Toni
"Ehem,,ehem" goda Dewi.
"Oh ya mbak, kita pamit pulang dulu ya" pamit Rina pada Sarah.
"Oh iya Rin, makasih ya sudah menjenguk" ucap Sarah
"Sama-sama mbak. Dada baby Ansa Ante pulang dulu ya. Muachh" Rina pun berpamitan dengan Sarah, tidak lupa memberi satu kecupan untuk Baby Ansa.
"Hati hati di jalan ante" ucap Sarah meniru suara anak kecil.
"Pulang dulu mbak" pamit Dewi. Dewi pun meninggalkan satu kecupan untuk baby Ansa.
__ADS_1
"Ra, aku pamit dulu ya" pamit Tiara
"Lo mau kemana ya, cepat sekali pulangnya." Tanya Sarah
"Aku mau ke kampus Ra" Pamit Tiara
"Cie yang mau ketemu sama babang Johan" Masih ingatkan sama babang Johan penjual Somay duda beranak satu.
"Tia, biar aku anatarin ya" Tawar Toni
"Apa tidak merepotkan kamu Ton?"
"Tidak, mau gak"
"Boleh juga"
"Jangan nyimpangya" Teriak Sarah, karana sang sahabat sudah keluar ruangan.
"Sepertinya mereka sama-sama mempunyai perasaan." ucap Neysia
"Iya Nay, aku juga melihat seperti itu." Jawab Sarah
"Semoga saja mereka bersatu" do'a Sarah dan Neysia.
"Aminnnn" Di aminin oleh Andrian dan Kelpin.
"Assalammualaikum" ucap suster
"Waalaikumslam" Jawab mereka serentak
"Maaf mengganggu, waktunya Putra ibuk untuk di cek." Ucap suster. Sarah pun memberi buah hatinya pada suster, untuk di periksa. Suster pun membawa baby Ansa
Tidak memakan waktu lama, baby Ansa pun tiba yang di gendong oleh suster. Suster pun memberikan baby Ansa pada Sarah, dengan cepat Sarah mengambil baby Ansa di dalam gendongan suster, penuh dengan rasa bahagia. Dokter pun menemui Sarah bersama Andrian.
"Pak Andrian, buk Sarah, baby nya sudah normal. Jika ingin di bawa pulang. Sudah di perbolehkan"ucap Suster
"Terimakasih dok" Jawab Andrian
"Kamu dengarkan sayang, kalau kita bisa pulang" ucap Andrian bahagia. Tidak lupa ia mengecup kening sang istri penuh rasa kasih sayang.
"Anak Ayah, hari ini kita akan tinggal di rumah baru kita. Di sana ayah sudah menyiapkan tempat bermain putra tercinta ayah." Ucap Andrian sambil memgecup baby Ansa, hingga membuat baby Ansa terjaga dari tidur nyeyaknya.
"Rumah baru?" tanya Sarah, Andrian pun tersenyum.
Terimaksih yang telah membaca karya Author.
__ADS_1
Jangan lupa like, kome, Votenya jangan lupa
Muachh