
"Mbak, Andrian pamit shalat " Andrian pun pamit dengan Susan ketika mendengar suara azan
"Iya dek " Andrian pun pergi meninggalkan Susan bersama bik Ida menuju musolla rumah sakit. Setelah shalat Andrian menghubungi seseorang untuk mengatasi Nindri. setelah itu Andrian pun langsung menuju ruangan di mana sang istri sedang di rawat. Andrian pun mendekati sang istri lalu berbaring di sebelah sang istri. Rasannya Andrian tidak ingin melepaskan pelukannya dari tubuh mungil istri tercintanya.
"Sayang bangunlah, mas tidak bisa tanpa kamu sayang. Oh ya sayang sekarang anak kita sudah lahir, ia sangat tampan sama seperti suami mu ini. Apa kamu sudah tidak sayang lagi dengan suami tampan mu ini? hingga membuat kamu tidak ingin bangun dari tidur panjang mu. Apa kamu juga tidak ingin melihat anak kita. Bangunlah sayang kasihan dengan anak kita, ia sangat membutuhkan kamu, apa kamu tidak kasihan malihatnya. Kami berdua membutuhkan kamu sayang, hikksss,,hikksss bangunlah sayang bangunlah " Andrian tak henti henti mengajak sang istri bicara walaupun sang istri sedang keadaan tidak sadarkan diri. Ia berharap dengan mengajak sang istri bicara, agar sang istri cepat sadar dari komanya. Sekali kali Andrian mengecup kening sang istri sangat dalam, rasannya tak ingin ia lepaskan lagi.
"Tokk,,tokk,," ketukan pintu.
"Masuk" Perintah Andrian.
"ibuu" panggil Andrian, Andrian pu langsung menghampiri sang ibu memeluknya, walaupun ibu angkat andrian sangat menyangi ibunya itu, karna bagi Andrian itu adalah ibu kandungnya. Andrian tidak tau siapa ibu dan ayahnya, karna dari kecil ia sudah di besarkan oleh ibu Ningsih. Ibu Ningsih pun membalas pelukan Andrian dengan kasih sayang, buk Ningsih menyangi Andrian layaknya seperti anaknya sendiri.
"Ibu dengan siapa kesini?" tanya Andrian, karna ia tidak pernah memberi tahu kabar buruk yang menimpah keluarga kecilnya.
"Kamu itu anak ibu, jadi apa pun yang terjadi dengan kamu. Ibu pasti tau, walaupun kamu ingin menyembunyikan dari ibu" ucap ibu memarahi Andrian,
"Maaf bu, Andri hanya tidak ingin merepotkan ibu." ucap Andri tidak enak. Ibu pun mengangguk sambil mengusap kepala Andrian.
"Kamu sabar, harus kuat, yakin semua akan baik baik saja. Itu lah namanya hidup pasti ada masala, rintangan, tidak semua yang kita harapkan akan berjalan dengan mulus. Semua itu sudah ada garisnya masing masing. Jalani dengan sabar, penuh keiklhasan, insaallah tuhan akan memberi jalan yang terbaik. Ingatlah anak ku, tuhan tidak akan memberi kita cobaan yang tidak bisa kita lewati, ingatlah semua masala pasti akan ada jalan keluarnya. Ibu yakin anak ibu pasti kuat menghadapi ini semua." Nasehat ibu untuk Andrian. Ibu pun memeluk tubuh Andrian, mencium kening Andrian memberi kekuatan.
"Makasih bu, Insaallah Andri kuat bu. Do'ain Sarah bu dan anak kami semoga semuannya baik baik" Ucap Andrian, tanpa di sadari cairan bening pun lolos di permukaan Andrian. Ibu pun mendekati tubuh mungil Sarah yang sedang berbaring lemas tidak sadarkan diri.
"Sarah, kamu harus kuat nak melewati masa kritis kamu, ibu bersama keluarga menunggu kamu nak. Kamu jangan lemah melawannya nak, di sini suami bersama buah hatimu sedang menananti kepulangan mu sayang. Kasihan dengan mereka jika kamu tidak pulang pulang. Ibu mohon cepatlah pulang nak, kami di sini menunggu kepulangan kamu sayang, kami semua rindu kamu sayang " Ibu pun mengajak Sarah bicara, walaupun dengan keadaan Sarah tidak sadarkan diri, supaya Sarah lebih cepat mengingatkan semuanya.
__ADS_1
"Nak di mana anak kalian" tanya ibu dengan Andri
"Anak kami masih di dalam tabung, karna kondisinya masih lemah bu" ucap Andrian sedih. Author yang bayanginnya aja sedih di posisi Andrian. Apa lagi Andrian, kita do'ain Sarah semoga cepat sadarkan diri ya sahabat author semua, agar ia bisa bersama sama lagi dengan suami dan buah hatinya.
"Ayo bu ikut Andri, kalau ibu ingin melihatnya" ajak Andrian. Ibu pun mengikuti langkah kaki Andrian menuju ruang bayi di mana letaknnya tidak berjauhan dari ruangan Sarah. ibu pun mendekati tabung bayi yang bernama putra Sarah, Andrian sengaja belum memberi nama sang buah hati. Ia ingin membuat nama putranya bersama istri tercintanya.
"Cucu nenek sangat tampan, sama seperti ayahnya. Sangat lucu, menggemaskan sekali. Nenek sudah tidak sabar ingin menggendong mu sayang. Cepat sehat sayang nenek sangat menyangi cucu nenek yang tampan ini." Tanpa di sengaja cairan bening lolos membasahi muka bu Ningsih.
"Putra ku sangat tampankan bu?" ucap Andrian dengan memandang wajah tampan sang buah hati yang berada di dalam tabung
"Sayang andaikan kamu berada di samping ku saat ini. Pasti kamu senang sekali, karna buah hati kita sangat menggemaskan, ia sangat lucu sayang, kamu pasti tidak terima karna buah hati kita mengfotokopi kan wajah ku sayang, jangan iri ya sayang kalau kau melihatnya nanti." batin Andrian
"Ndri," pangggil ibu dengan lembut, karna melihat Andrian tengah melamun.
"Kamu sudah makan nak, ayo makan bersama dengan ibu." Ibu tau bahwa Andria belum makan dari kemaren.
"Baik bu." Andrian tidak bisa menolak apa yang di katakan dengan ibu. Hanya perkataan ibu yang tidak bisa Andrian membantahkannya. Andrian bersama ibu pun menuju kantin rumah sakit.
Di tempat lain....
"Lepasin aku!! kalau kalian tidak mau aku laporkan dengan kekasih ku" Ancam Nindri penuh emosi.
"Hay nona, kekasih mana yang kamu maksud??!" tanya Kelpin penuh lemah lembut
__ADS_1
"Kamu tidak tau siapa aku!! aku adalah kekasih Andrian di mana hartanya berlimpah, yang akan memasukkan kalian ke dalam penjara, karna telah menyakiti kekasihnya " Ucap Nindri penuh kemenangan
"Jangan mimpi kamu Nindri!! dengar baik baik nona Nindri, Andrian tidak mencintai kamu. Satu lagi yang harus kamu ketahui bahwa Andrianlah yang akan memasukkan kamu ke dalam jeruji besi!! hahahah,, malang sekali nasibmu nona Nindri." ucap Kelpin sambil membelai belai muka Nindri, hingga membuat Nindri semakin emosi tingkat dewa.
"Diam kamu!!!!" amuk Nindri. Nindri pun menghentak hentakan kakinya ingin menendang Kelpin yang ada di hadapannya, tapi sayang semuanya tidak bisa. Karna tangan dan kaki Nindri pun sudah di ikat.
"Awas kamu!!! tunggu saja Andrian datang. Kamu pasti di hukumnya. Hahahah,,,hahahah. Andri sayang cepatlah datang kekasih mu di siksa dengan orang jahat. Hikksss,,,hikkss,, aku takut sayang, tolong aku" Nindri pun merubah rubahkan ekspresi mukannya, terkadang ia seperti seorang pembunuh, kadang ia seperti orang yang sudah tidak berdaya.
Kelpin pun mulai bingung melihat sikap Nindri seperti itu. Tidak tau ia merasa merinding dekat dekat dengan Nindri. Hingga akhirnya ia membawa Nindri ke kantor polisi dengan cepat.
"Jangan jangan sudah tidak waras lagi, karna terlalu obsesi dengan Andrian. Kasihan sekali nasip mu Nin kalau sampai gila."batin Kelpin
Bersambung.. ikuti terus kisah Andrian, Sarah
Terimakasih yang telah membaca karya Author. Tanpa kalian author bukanlah apa apa.
Dukung karya Author terusya, tapi jangan dukung author soalnya authornya berat. Hehe
Jangan lupa like, kome, satu lagi jangan pelit pelit sama votenya. Maaf ya kalau author banyak permintaannya.
Salam kenal dari author..
Sayang semuanya๐๐๐
__ADS_1