Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 96


__ADS_3

Hai kak jangan lupa mampir ke sini ya.


"Salah Alamat Berujung Nikah"


"Drettt.....drett.....drett...." panggilan telfon


"Mas, siapa yang nelfon?" tanya Neysia lemas, karena terlalu lama menangis.


"Mas tidak tahu siapa? No baru" Noval pun mengabaikan panggilan telfon itu.


"Dreettt.....Drettt....Drett....." lagi-lagi telfon berbunyi


"Mas, di angkat saja. Mungkin penting" Noval pun mengangkat telfon itu dengan rasa malam


"Hallo" ucap Noval


"Hallo" masih tak ada sahutan dari si penelfon.


"Hallo" jawab si penelfon. Tiba-tiba saja tubuh Noval melemas ketika mendengar suara yang sangat ia kenal.


"Mas siapa?" tanya Neysia, Noval enggan menjawab. Dengan cepat Neysia mengambil hanpon itu dari tangan Noval


"Hallo" ucap Neysia, hening tak ada jawaban dari si penelfon. Tiba-tiba saja terdengar suara anak kecil memanggil mama


"Mama....mama" Teriak Caca


"Hallo,, ini kamu sayang. Anak mama?" tanya Neysia


"Ma, Aca rindu" tangis Caca


"Kamu di mana sayang?" tanya Neysia, belum sempat Caca menjawab pertanyaan Neysia,sambungan telfon langsung terputus.


"Mass,, Caca" ucap Neysia dengan isak tangis


"Iya Caca.."


"Mas ada apa? Jangan bilang kalau kamu tahu Caca di mana!!" Noval tidak menjawab pertanyaan Neysia, justru ia mala terdiam seribu bahasa


"Mas, jawab!!!" teriak Neysia sambil mengoyang-goyang tubuh kekar Noval

__ADS_1


"Iya mas tahu, Caca bersama ibu kandungnya" Ucap Noval sekali tarikan nafas yang berat


"Terus kenapa mas tidak bilang? Jangan-jangan mas yang memberi Caca dengan ibunya. Tanpa sepengatahuan aku, iya kan mas!"


"Tidak!! mas tidak tahu ke napa Caca bisa bersama wanita itu?"


"Kamu tidak bohongkan mas?" tanya Neysia yang di penuhi dengan cairan bening membasahi pipinya.


"Tidak sayang, mas tidak bohong. Kamu harus percaya sama mas" ucap Noval, lalu membawa Neysia ke dalam pelukannya.


Pesan whatsap:


(Jika kamu menginginkan putri mu kembali lagi bersama mu, ceraikan istri mu). Setelah menerima pesan itu Noval pun lengsung menghubungi no itu


..."Dretttt....drettt....."pangilan telfon...


"Hallo" pangilan terhubung.


"Hallo..... Di mana kamu!!!!" bentak Noval.


"Santai.. Aku tidak akan menyakiti putri mu. Karena dia juga putri ku"


"Aku hanya membawa putri ku bersama ku. apa itu salah?" pertanyaan Naila membuat Noval geram


"Ibu macam apa kamu!!! yang tega meninggalkan putrinya demi orang lain.." bentak Noval


"Hahahahaha... Semoga kamu tidak menyesal dengan apa yang kamu fikirkan tentang ku. Hahaha" tawa Naila, membuat Noval semakin geram.


"Katakan di mana kamu membawa putri ku!!!"


"Okkk....Jalan hibrida 10, No 15"


"Jangan bohong kamu!!!"


"Terserah mau percaya atau tidak..." panggilan telfon berakhir.


"Mas ada apa?" tanya Neysia. Noval pun menceritakan semuanya dengan Neysia


"Ayo mas kita ke sana" ajak Neysia

__ADS_1


"Sayang kamu di sini saja. Biar mas bersama kak Andrian ke sana"


"Tidak mas. Aku mau ikut"


"Kamu tidak boleh ikut, kondisi kamu lemah. Apa kamu ingin kehilangan bayi yang ada di dalam perut mu itu" Neysia pun menggeleng


"Ya sudah kamu istirahat dulu di sini, Nanti mbak Sarah yang akan menemani kamu"


"Iya mas, hati-hati. Cepat bawa Caca pulang" sebelum meninggalkan Neysia, terlebih dahulu Noval mencium lembut sang istri.


"Assalammualaikum" ucap Noval pergi meninggalkan Neysia yang tengah berbaring di atas ranjang pasien.


Tidak memakan waktu lama, Noval bersama Andrian pun tiba di mana alamat yang mereka tuju. Dengan langkah cepat Noval menuju No rumah yang akan mereka datangi. Tidak memperdulikan orang yang ada di sekitar sana, Noval langsung melabrak pintu rumah itu, karena sudah berapa kali Noval menggedur pintu hening tak ada jawaban.


"Naila...... bukak pintunya!!!" teriak Noval


"Nailaaa ...Jangan main-main kamu. Saya hitung sampai tiga, jika kamu masih belum membukakan pintu, jangan salahkan saya kalau saya berbuat nekat" Ancam Noval


"Brukk....brukkkk...brukkk. " Naila yang tak tahan mendengar teriakan Noval di tambah dengan isak tangis Caca, dengan rasa was-was Naila membuka pintu


"Ceklek.." Suara pintu terbuka


"Di mana Caca!!!" bentak Noval langsung masuk ke dalam rumah itu


"Hahahahaha... Ingat Noval jangan mimpi kamu bisa membawa Caca kembali. Karena aku tidak sudih putri ku di rawat dengan wanita jahat itu"


"Maksud kamu apa? Wanita jahat" tanya Noval


"Apa kamu belum tahu siapa istri kamu itu sebenarnya??" tanya Naila dengan senyum mengejek


"Maksud kamu"


"Hahahaha... Sepertinya kamu sudah sangat di pengaruhinya, sehingga kamu tidak tahu siapa asli istri mu itu"


"Kamu jangan cari-cari alasan!!!" bentak Noval


"Ok,, sepertinya aku harus memberi tahu dengan mu. Siapa wanita itu"


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2