Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
102


__ADS_3

Tidak terasa sudah empat bulan di mana masa Neysia mengalami keguguran. Tapi sayang kondisi Neysia tidak sebaik dulu, Neysia sekarang mudah lelah dan sedikit emosional. Dengan kondisinya seperti sekarang kemungkinan Neysia tidak bisa hamil, di karena rahimnya lemah akibat terbentur di waktu itu.


"Sayang pagi-pagi sudah melamun saja" ucap Noval mendekati Neysia yang tengah duduk di atas pinggir ranjang


"Kamu kenapa? Akhir-akhir ini mas lihat kamu sering melamun" tanya Noval


"Gak ada kok mas. Itu hanya perasaan mas saja"


"Kamu jangan bohong sayang. Mas tidak bisa kamu bohongi kalau Caca mungkin bisa kamu bohongi"


"Hiksss,,,hikkksss" tiba-tiba saja Neysia menangis di dalam pelukan Noval


"Ada apa sayang? kenapa menangis?" tanya Noval panik


"Maafin aku mas"


"Kamu kenapa? Mintak maaf"


"Maaf aku belum bisa memberi mu anak. Aku bukan istri yang sempurna" ucap Neysia


"Sayang dengar mas baik-baik. Mas tidak pernah menyesal atau apapun la hidup dengan mu. Walaupun kamu tidak bisa memberi mas anak, kamu tetap istri mas satu-satunya. Jangan pernah berfikir kalau mas akan ninggalin kamu. Karena kamu adalah wanita yang paling berharga buat mas dan Caca, kamu adalah wanita sempurna di mata mas. Mas tidak peduli dengan kondisi mu sekarang. Karena mas tulus mencintai mu, ingat jangan pernah berfikir yang tidak-tidak" ucap Noval, tahu apa yang ada dalam pikiran sang istri.


"Hikksss,,,hikk,,,. Maafin Nay ya mas. Yang sudah memikirkan yang tidak-tidak"


"Sudah jangan menangis lagi. Nanti Caca lihat" ucap Noval


"Iya mas. Caca di mana mas?"


"Caca ada di depan bersama Naila"


"Oh. Ada mbak Naila mas. Kenapa mas tidak memberi tahu ku?"

__ADS_1


"Mana mas ingat kalau sudah melihat kamu seperti tadi" jawab Noval


"Ya sudah mari kita keluar" ajak Neysia


"Tunggu dulu" ucap Noval sambil menahan tubuh Neysia


"Ada apa lagi mas?" tanya Neysia


"Cup.." Noval pun langsung mengecup bibir mungil Neysia


"Ayok" ajak Noval tanpa merasa bersalah


"Eh ada mbak Naila" sapa Neysia sambil menyalami Naila


"Iya Nay"


"Sudah lama mbak?" tanya Neysia


"Mama kok lama sekali keluar kamarnya. Untung ada tante Naila. Jadi, Aca ada teman kalau tidak ada tante Naila pasti Aca sendirian"


"Maafin mama ya sayang. Tadi mama ketiduran" bohong Neysia


"Iya ma. Ke pala mama masih pusing?" tanya Caca


"Sudah sembuh kok sayang"


"Kalau gitu mama bisakan temani Caca jalan-jalan


"Sayang mamanya masih sakit. Aca di temani tante Naila saja ya" rayu Noval


"Aca maunya sama mama pa" tangis Caca

__ADS_1


"Tapi sayang. Mama Nay masih lemas, mama Nay tidak boleh kecapean"


"Tidak kok mas, aku sudah sembuh. Jadi biar hari ini aku yang menemani Caca"


"Tapi sayang"


"Mas, aku juga bosan di rumah saja"


"Ya sudah kalau gitu, mintak Naila yang menemani kalian. Karena mas tidak bisa"


"Ok pak bos" jawab Neysia yang di ikuti Caca


"Tapi ingat kalian harus hati-hati jangan sampai kecapean" nasehat Noval


"Iya papa..." Jawab Caca


"Naila aku titip Neysia dan Caca. Jaga mereka untuk ku"


"Baik mas" jawab Naila.


"Ya sudah kalau gitu mas berangkat dulu" pamit Noval


"Hati-hati ya pa." ucap Caca. Noval pun pergi meninggalkan Neysia bersama rombongan


"Mbak Nai maafin kami ya, yang sudah merepotin mbak."


"Apaan si kamu Nay, mbak tidak merasa di repotkan justru mbak senang kita bisa pergi bersama-sama"


"Makasih mbak"


Bersambung.....

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca karya author. Jangan lupa tinggalin jejaknya dengan cara like, komen, dan vote


__ADS_2