
"Diamm!! jangan banyak bicara!! " bentak pak supir, membuat nyali Sarah menciut. Sedangkan bik Ida sudah keringat dingin menaha rasa takut.
"Bagaimana ini non? bibik takut " ucap bik ida
"Bibik tenang dulu "
"Pak turuni kami, kami tidak mengganggu bapak "ucap Sarah lembut, agar pak supir luluh
"Kamu memang tidak mengganggu aku!! tapi kamu mengganggu majikanku. "ucap pak supir dengan emosi
"Hikks,,,hikkss,, Pak aku mohon, turunkan aku. Aku tidak mengenal majikan bapak, mungkin saja bapak sala orang. "Sarah terus memohon penuh dengan isak tangis.
"Hahahahahahaha, sebenarnya aku kasihan denganmu anak muda. Tapi maaf aku harus membawamu bersama majikan ku!! "
"Pakk aku mohonn pakk, apa bapak tidak kasihan dengan bayi ku. "
"Diammm!!! aku tidak mau mendengar ocehan darimu " pak supir pun melaju mobil dengan kecepatan sangat kencang.
Tibalah di sebuah rumah jauh dari kata keramain. Rumah itu terletak di tengah hutan, tidak ada lampu hanya ada lilin yang menerangi. Di mana di rumah itu sudah ada berapa orang yang menunggu kedatangan Sarah bersama bik Ida. Sarah semakin pucat melihat tiga orang peria yang bertubuh besar, berkulit hitam, berkumis tebal. Ia pun mendekati Sarah yang tengah mematung, dan menyeret tubuh Sarah dengan paksa. Sarah berusaha melawan dari genggaman peria itu, tapi percuma tenaga Sarah tidak sekuat peria itu hingga membuat sarah terjatuh. Sedangkan bik Ida sudah tidak sadarkan diri ( pingsan ).
"Lepaskam aku, lepaskan aku, Mas Andriannn tolong aku, hikkssss,,hikkssss" Sarah meronta ronta, membuat tiga peria itu semakin murka melihat Sarah.
"Kamu bisa diam gakk!! kalau tidak mau di siksa." ancam orang itu
"Mas Andriannn,, hikksss,,hikksss,, tolong Sarah, Sarah takut mas. "
**Plakkkk
Plakkk
__ADS_1
plakkk**
"Diammm!! Kalau tidak mukamu akan hancur " ucap seorang wanita.
"Hikkssss,,, hiikksss apa sala aku, kenapa kamu tega berbuat seperti ini denganku " ucap Sarah dengan isak tangis.
"Hahahahaha,, kamu tanya apa sala kamu!! jelas kamu sala dengan ku. " bentak wanita itu dengan tawa seperti kesetanan.
"Hikksss,,,hikkksss,, Aku mohon lepaskan aku. "
"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kamu melepaskan milik ku, kamu telah merebut apa yang seharusnya menjadi milikku. Aku benci kamu, aku tidak akan membuat mu bahagia bersamanya, dia itu milikku milikku!! " ucap Wanita itu penuh dengan emosi.
"Hahahaha, Aku akan mengambil milikmu, untuk menggantikan rasa sakit ku, melihatnya bersama kamu bahagia. " wanita itu pun mengelus ngelus perut Sarah, Sambil tertawa, terkadang ia menangis.
"hikksss,,hikkss,, maafin tante ya sayang, tante harus memisahkan mu dari orang tua mu. Tapi tante janji akan merawat mu, karna di tubuhmu ada darah sayangku Andrian." ucap wanita itu dengan mengelus ngelus perut Sarah sekali kali ia mencium perut Sarah.
"Hikkss,,hikks,, aku mohon jangan sakati anak ku, ia tidak bersala, ia tidak tau apa apa. "
"Pak tolong kamu masukkan wanita ini di dalam gudang, jangan sampai lolos. Satu lagi berikan dia makan. Aku tidak mau melihatnya mati kelaparan aku belum selesai menyiksannya" perintah wanita itu. Wanita itu pun pergi meninggalkan Sarah bersama anak buahnya.
"Pak lepasin aku, aku mohon pak " mohon Sarah
Jangan mimpi kami!!
Di tempat lain..
"Assalammualikum sayang, mas pulang " ucap Andrian
"Assamualaikum" ucap Andrian, Andrian pun membuka pintu,
__ADS_1
"Sayang kamu di mana, sayang " panggil Andrian sambil mencari keberadaan sang istri di setiap sudut ruangan.
"Bik, bibik" panggil Andrian
"Kalian di mana,gak lucu sayang, " Semua rungan sudah Andrian datangi tapi tidak di ketemui ke beradaan mereka.
"Apa mungkin mereka ke pasar? " tanya Andrian pada dirinya sendiri.
"Lebih baik aku telfon saja "Andrian pun mengambil hp nya menelfon sang istri, bukannya suara sang istri mala suara operator yang di dengar.
Andrian mondar mandir, menunggu kepulangan sang istri. Hari pun semakin gelap, belum ada tanda tanda kepulangan sang istri. Andrian pun menghubungi dokter kandungan sang istri.
" Haloo " ucap doktet
"Hallo, dokter maaf menggangu, saya mau tanya. istri saya tadi pulangnya jam berapa. "
"Pak Andrian, Habis pemeriksaan buk Sarah langsung pulang "cerita dokter
"Makasih dok, maaf menganggu " panggilan telfon pun berakhir.
"di mana kamu sayang " batin Andrian
Terimakasih buat para pencinta novel telah berkenan membaca karya author.
Author sangat butuh bantuan kalian semua, jangan lupa like, komen, dan vote yang banyak ya.
Author sayang kalian semua
muachh😘😘
__ADS_1
Ikuti terus kisah Andrian bersama Sarah