
"Hikss,,hiks,," Tangisan anak kecil
"Hiksss,,hikss" lagi-lagi anak itu menangis, hingga membuat Neysia hilang konsentrasi.
"Dew, kamu mendengar anak kecil menangis? Tidak" tanya Neysia, melirik ke arah Dewi yang sedang asyik mengemil sambil menonton Lida dangdut indonesia.
"Mungkin anak tetangga kak. Biarkan saja"
"Hikss,,hikss" anak itu menagis semakin kencang, parahnya lagi anak itu memukul-mukul roling toko Neysia.
"Dew, coba kamu lihat. Sepertinya anak itu memukul-mukul roling kita" perintah Neysia, Dewi langsung melangkah kakinya menuju ke sumber suara.
"Kak..." teriak Dewi
"Iya, ada apa Dew?" tanya Neysia
"Kak sini dulu" Neysia menyusul Dewi. Neysia kasihan melihat anak itu. Menangis di lantai sambil memeluk boneka tedy bear berwarna pink, yang berukuran sedang. Neysia ikut duduk di lantai, membawa anak itu ke dalam pelukannya.
"Sayang, kenapa menangis?" tanya Neysia lembut.
"Hikss,,hikss.. papa"
"Iya, papa kenapa?"
"Papa , Caca tindalin papa(Caca tinggalin papa), palti papa Caliin caca(pasti papa cariin Caca)" adu anak itu, layaknya mengadu ke mamanya sendiri
"Kamu tenang ya, nanti kita cariin papa" pujuk Neysia
"Caca, tidak tau papa di manya(tidak tau papa di mana)" ucap Caca menagis di pelukan Neysia
"Kalau gitu, Caca ingnap sama tante malam ini. Besok pagi kita sama-sama cariin papa." ucap Neysia
"Benelan ya tante(beneran ya tante)"
"Tante jandi(tante jannji)" ucap Caca sambil melingkari jari tangannya dengan Neysia
Neysia mengangkat tubuh mungil itu, membawanya ke dalam ruko.
"Caca, sudah makan?" tanya Neysia
"Beyumm, tadi beyum tepat matan. Caca pelgi tindalin papa(Belum, tadi belum sempat makan, Caca pergi tinggalin papa" ucap anak itu manja.
"Ok, sekarang Caca makan ya sama tente" Caca pun angguk-angguk
"Dew, tolong ambilan nasi pakai sop" perintah Neysia, sedangkan Neysia mengganti baju Caca, karena baju Caca basah semua. Untung saja Neysia penjual baju anak-anak, bebas deh Caca cari model yang ia suka.
"Tante, Caca tidak mau patai baju yang ini. Jeyek, Caca tidak tuka(Tante, Caca tidak mau pakai baju ini. Jelek, Caca tidak suka) " Protes Caca. Caca melirik sebuah baju terpajang di atas rak. Sebuah baju gaun berwarna biru ke biruan, di tambah dengan Manik-manik.
"Sayang, baju itu. Bukan untuk di pakai sekarang. Itu baju untuk jalan-jalan." Jelas Neysia.
"Tapi, caca Tuka" Rengek Caca
__ADS_1
"Iya, nanti ya. Minta papa belikan, sekarang Caca pakai dulu, baju ini" Neysia sengaja memakaikan baju tidur yang panjang, agar tidak masuk angin tidak lupa Neysia memberi minyak telon di lingkaran perut Caca.
"Deyi tante deyi(Geli tante geli)" ucap Caca dengan tawa. Neysia senang melihat Caca yang menahan geli,
"kakak seperti anak dan ibu" Celetuk Dewi baru tiba. Dengan membawa satu piring nasi yang di isi dengan sop iga.
"Ah kamu Dew, kakak sangat menyukai anak ini. Kakak harap orang tuanya tidak mencarinya" Ucap Neysia serius
"Seharusnya kakak, do'ain semoga bapaknya duda" ucap Dewi cengengesan.
"Terus??" tanya Neysia
" Kalau duda, kakak bisa nikah sama bapaknya. Untung lagi kak. Beli satu dapat dua" ucap Dewi asal
"Kamu ini"
"Tapi aku yakin kak, kalau bapaknya ini ganteng."
"Sok, tau" Jawab Neysia
"Lihat tu, anaknya cantik bingit" ucap Dewi sambil membelai dagu Caca
"Caca, tidak tuka di pegang cama tante, tantenya jeyek.(Caca tidak suja di pegang sana tante, tantenya jelek)" ucap Caca, lalu memeluk Neysia
"Hahahaha,, Sudahlah Dew, anak kecil saja tau kalau kamu jelek. Akaui saja"
"Jelek-jelek seperti ini banyak yang dekati lo" Bangga Dewi. Sedangkan Neysia tersenyum. Melihat ke gaduhan Dewi bersama Caca.
"Ayo" Neysia pun mengendong tubuh Caca, membawa ke kamarnya bersamana Dewi.
"Tamalnya tempit, tidak ada Ac(kamarnya sempit, tidak ada Ac)" celetuk Caca
"Ya elah ini anak, mulutnya pedas amat. Melibihi cabe setan" Kesal Dewi
"Namanya juga anak kecil, Dew" Nasehat Neysia
"Hehehehe... iya ka"
"Ca, mama lo ke mana?" tanya Dewi
"Mama?" tanya Caca, kebetulan Caca di antara Dewi dengan Neysia.
"Iya, mama"
"Hikss,,,hikk,, Ca tak punya mama"Caca menangis sekencang mungkin. Membuat Kuping Dewi pekak seketika.
"Sayang, kenapa?" Neysia memeluk tubuh mungil caca
"Tante Dewi, jahat" adu Caca
"Plakk" Neysia pura-pura memukul Dewi, supaya Caca diam
__ADS_1
"Tante, tata papa tidak buye tukul-tukul(Tante, kata papa tidak boleh pukul-pukul)" ucap Caca
"Jadi, tante sala?" tanya Neysia, sambil menatap Caca. Caca pun mengangguk
"Ya, tante minta maaf. Caca bobo ya. Besok kita cari papa, supaya Caca bisa bertemu sama papa" Rayu Neysia
Caca sudah terlelap, di dalam mimpinya yang di susul dengan Dewi.
"Kenapa muka anak ini mengingatkan ku dengan seseorang, tapi siapa ya?" *Neysia memandang Caca lalu mencium anak itu layaknya seperti anaknya sendiri.
"Tante janji, tante akan mencari keluarga mu." Neysia pun ikut terlelap sambil memeluk erat tubuh mungil Caca.
Di tempat lainn...
"Bodohh....Bodoh..."Ucap laki-laki itu sambil memukul-mukul tubuhnya sendiri.
"Coba saja, aku ikuti keinginan putri ku. Ia pasti tidak akan hilang..Dasar Bodoh..." ucap laki-laki itu penuh dengan penyesalan. Semua perkataan putrinya selalu terbayang denganya
Flaschback on..
"Pa, Aca mau jayan-jayan, mau mamam ec clim(Pa, Aca mau jalan-jalan, mau makan ec krim)" rengek Caca pada papa
"Aca, papa tidak bisa temani Caca. Papa sedang sibuk." Ucap papa sambil mencium putri semata wayangnya.
"Hikss,,,hikss papa, cayat tidak tayang Aca. Aca benti papa(papa, jahat tidak sayang Aca. Aca benci papa)" Caca menangis sambil memukul-mukul tubuh sang papa
"Caca!!!! jangan jadi anak manja. Ngerti la, papa lakukan itu semua demi masa depan kamu!!" Bentak papa. Membuat caca takut, karena selama ini papa tidak pernah memarahinya. Hingga Caca langsung tertidur dengan isak tangisnya.
Flaschback of...
"Bapak tenang dulu"
"Bagaimana aku bisa tenang, kalau putri ku tidak tau di mana!!" bentak laki-laki itu dengan seketarisnya
"Kalau Bapak seperti ini. Bagaimana bisa bapak menemui anak bapak, sedangkan bapak sudah seperti orang gila!!" ucap Seketaris itu.
"Apa kamu bilang!!!" bentak laki-laki itu
Seketaris itu enggan menjawab, dari pada memperpanjang masalah lebih baik diam.
"Kalau putri saya sampai tidak di temui!!! Kalian semua saya hukum!!!" Ancam laki-laki itu, dengan tatapan mengerikan. Semua yang ada di sana cuma bisa pasyrah apa yang di lakukan oleh majikannya itu. Satu pun tidak ada yang mampu membela diri, karena mereka tau akibatnya.
Bersambung...
Ikuti terus kisah Neysia
Terimakasih telah setia membaca karya author. Author sangat butuh dukungan dari kalian semua. Jangan lupa like, komen dan votenya
Salam kenal dari Author..
"Muachh😘😘😘
__ADS_1