
"Om tanteng...... "Teriak Hanif sambil berlari menghampir Andrian bersama Sarah baru tiba.Hanif pun langsung mintak di gendong dengan Andrian tanpa memperdulikan Sarah.
"Anak mami enggak kangen sama mami ya??"tanya Sarah sambil memasangkan wajah bersedih
"Enggak "Hanif menggeleng
"Abang kangennya cama om anteng, mau main layi layi cama om om anteng "ucap Hanif sambil mencium Andrian
"Hiksss..hikkssss.. Abang jahat cama mami "Sarah pura pura menangis untuk mendapat perhatian dari sang ponakan . Tapi sayangnya tidak di hiraukan oleh Hanif. Mala Hanif asyik bermain bersama Andrian. Hingga membuat Sarah menjadi terpojok
"Napa Lo Ra ?"tanya Susan, karna melihat muka Sarah yang kesal
"Anak mbak itu, hanya sibuk dengan Andrian tanpa memperdulikan Sarah"Kesal sarah. Susan tersenyum menanggapi Sarah
"Abangg !!"Teriak Susan
"Tenapa ma, abang lagi cibuk"
"Sini bentar"
"Ada apa ma ??!ganggu abng main cama om anteng aja"ucap Hanif sambil mengecak pinggang di hadapan sang mama.
__ADS_1
"Abang gak kasiham sama mami Sarah, Mami Sarah sedih karna abng tidak mau main cama mami"
"Biyalin aja,kan udah becal "ucap Hanif pergi meninggalkan mami dan mamanya
Tidak memakan waktu lama Sarah dan kelurga pun tiba di kediaman Sarah.
Hanif sudah terlelap di pangkuan sang papa.Sarah berasama kak Susan membawa perlengkapan Hanif sedangkan Andrian membawa 2 buah koper bukan lain adalah perlengkapan Mbak Susan dan suami.
"Mbak tidur di kamar tengah ya, maklum mbak rumahnya masih kecil belum banyak kamar"ucap Sarah cengengesan
"Apaan kamu dek,bersyukur aja masih ada tempat untuk berteduh "Nasehat Susan .
"Hehehe,,iya mbak "
"An kami istrahat dulu"pamit Hendra
"Iya kak "Jawab Andrian
Andrian pun melangkah kakinya menuju ke kamar. Sedangkan Sarah bingung sendiri.
"Kamu tidur di sini ??"tanya Andria melihat Sarah bengong
__ADS_1
"Aku ikut kamu "Sarah pun menyusul Andrian dari belakang. Pelan pelan Sarah melangkah kakinya memasuki kamar Andrian. Selama satu minggu mereka satu atap tapi Sarah tidak pernah melihat isi kamar Andrian. Sarah menatap setiap sudut ruangan kamar Andrian yang tertata sangat rapi. Di mana buku buku tersusun sangat rapi tidak lupa di dalam ruangan Andrian sudah ia siapkan kusus tempat beribadah. Sarah masih terdiam menatap ruangan kamar Andrian. Banyak foto foto di mana waktu Andrian masa masa sekolah dulu tertempel di dinding kamar Andrian sebagai pengganti hiasan kamar. Sarah terus memperhatiakan setiap foto tapi tak kunjung ia dapati foto Nindri.
"Ke napa satu pun tidak ada foto Nindri."tanya Sarah dalam hati
"Apa sudah puas memandangnya"tanya Andrian membuat Sarah terkejut
"Jangan gr kamu Andrian!!, siapa juga yang mau memandangi foto jelek kamu "
"Sana mandi, bauk "perintah Andrian
"Bikin kesal aja "Ucap Sarah pergi meninggalkan Andrian. Sedangkan Andrian senyum senyum sendiri melihat tingkah Sarah.
"Ya tuhan bagaimana aku bisa lupa bawak baju ganti "kesal Sarah.
"Kalau aku keluar hanya menggunakan handuk,nanti bisa bisa Andrian sala pemikiran. Kalau aku mintak Andrian membawa ku baju.Pasti juga sangat memalukan. Ya bagaimana ini??kalau aku mintak tolong mbak Susan itu tidak mungkin. Jalan satu satunya hilangkan urat malu mu Sarah. Saran author sih"
Hampir satu jam Sarah belum juga keluar dari dalam kamar mandi. Hingga membuat Andrian memikir yang tidak tidak.
"Tokk...tokk..Sarahh"panggil Andrian
Masih mengheningkan cipta. "Sarah bukak pintunya "teriak Andrian Lagi Masih tidak ada jawaban. Sudah 15 menit Andrian mengedor gedor pintu kamar mandi tapi masih sama saja.Tidak perlu memikirkan lagi Andrian langsung menobrak pintu kamar mandi. Untung saja tidak tertimpa oleh Sarah yang sedang tertidur nyenyak di sudut ruangan.
__ADS_1
"Astafirullahhalazim Sarahh.... "ucap Andrian sambil menggendong tubuh mungil Sarah .Pelan pelan Andrian meletakkan Sarah di atas tempat tidur. Andrian pun langsung menutupi tubuh Sarah dengan selimut tebal.
"Wanita bodoh,bisa bisanya tertidur di dalam kamar mandi. Semoga kau cepat sadar Ra kalau Oki bukan laki laki baik buat kamu. "ucap Andrian