Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 53


__ADS_3

"Hikss,,,hikkss, sakit, sakit, apa salaku dengan mu. Kenapa kamu tega melakukan ini semua dengan ku. Hikksss,,,hikkss,, jangan sakiti anak ku. Aku mohon lepaskan aku, hiksss,, mas Andri tolong aku, aku takut mas. " Sarah semakin lemas, ia sudah tidak sanggup menahan siksaan wanita itu. Sekarang ia hanya pasrah ke pada sang pencipta. Dalam hatinya selalu berdo'a semoga ada keajaiban yang akan membantunya.


"Hahahahha,, Tidak ada gunanya kamu menangis Nona Sarah. Tidak akan ada yang bisa membantu mu. Kamu tau tempat ini!! kamu sekarang berada di tengah hutan. Tidak ada satu pun penghuni di sini. Hanya ada binatang buass..Hahahaha binatang buas, hahaha, siap siap la nona Sarah kamu akan di jadikan santapan mereka. Tapi sebelum itu, saya ingin membedah perut mu terlebih dahulu, saya ingin mengambil darah daging mas Andrian yang berada di rahim wanita kotor seperti mu. " wanita itu pun memegang satu buah guting dan pisau. Ia mendekati tubuh Sarah, mengelus ngelus perut Sarah. Wanita itu pun memainkan pisaunya di hadapan Sarah, sekali kali ia meletakkan di perut Sarah. Membuat Sarah semakin ketakutan.


"Bersiap la nona Sarah. " wanita itu pun membaringkan tubuh mungil Sarah layaknya seperti dokter sedang mengoprasikan pasien. Pelan pelan wanita itu membuka baju Sarah. Setelah itu wanita itu pun memulai Aksinya. Ketika wanita itu menggores tubuh Sarah dengan pisaunya, Datanglah seseorang yang menyalamatkan Sarah. Telat sedikit saja Sarah pasti hanya tinggal namanya saja alias tewas.


"Brukkk,,bruuukk,," wanita itu terjatuh ketika mendapat serangan dadakan dari seseorang.Dengan cepat Andrian meraih pisau dari tangan wanita itu. Hingga membuat wanita itu marah. Wanita itu pun bangkit ingin menghampiri Sarah dengan lincah Andrian menangkap tubuh wanita itu.


"Hentikan Nindri!! apa yang sudah kamu lakukan dengan istri ku " Marah Andrian.


"Hahaha,, sayang akhirnya kamu datang, aku rindu kamu sayang, Kamu ke mana saja selama ini kamu tega ninggalin aku. Hikss,, hikss,, aku sedih sayang. " ucap Nindri tidak jelas.


"Sayang coba kamu lihat, aku telah menyiksanya. Kita bakal bisa bersama sama lagi. Kamu pasti senang kan sayang? bisa kembalai bersama ku lagi. " ucapan Nindri tambah ngaur, tidak malu malu Nindri mencium Andrian sampai membabi buta. Hingga membuat Andrian semakin murka.


"Plakkk "


"Plakkk "


Andrian pun menampar Nindri hingga tidak Sadarkan diri. Setelah itu Andrian langsung memeluk sang istri.


"Sayang maafin mas, tidak bisa menjaga mu. Andaikan saja mas yang mengantarmu. Pasti kamu dan calon anak kita tidak akan merasakan seperti ini. Mas ini memang bukan suami yang baik untuk kamu. Maafin mas Sayang, hiksss,,hikksss. Mas mohon bangun sayang, jangan tinggalkan mas. " Andrian tak henti hentinya menagis sambil memeluk tubuh mungil sang istri yang lagi tidak sadarkan diri.


"Ndri bangunlah, kamu jangan seperti ini. Kalau kamu seperti ini, istri mu tidak akan sadar. " ucap Kelpin. Kelpin pun mengangkat tubuh Sarah, membawa ia ke dalam mobil menuju rumah sakit, sedangakan Andrian yang tengah mengamuk karna istrinya di bawa oleh Kelpin


"Mbak kenapa Kelpin membawa istri ku? aku tidak ingin kehilangan istri ku lagi. " tangis Andrian


"Kamu tenang dulu Ndri, Kelpin membawa istri mu ke rumah sakit. Bangkitlah kita akan menyusul istri mu, kalau kamu seperti ini, bagaimana istrimu bisa di selamatkan. "Susan merangkul tubuh Sarah


" Iya mbak "Andrian pun mengikuti Susan. Sedangakan Sarah telah di bawah oleh Kelpin bersama bik Ida, menuju rumah sakit terdekat di kota ini.


" Nak Kelpin seprtinya itu rumah sakit " Tunjuk bik Ida

__ADS_1


"Iya bik " Kelpin pun menuju ke tempat itu. Ia pun langsung mengangkat tubuh Sarah membawa ke rungan persalinan. Tidak lama pun Andrian bersama Susan pun tiba di mana tempat istrinya sedang di rawat.


"Pin, mana istriku " tanya Andrian karna tidak melihat sang istri.


"Istri mu di dalam "Tunjuk Kelpin di ruangan oprasi.


"Aku mau masuk " ucap Andrian


"Ndri, kamu tidak boleh masuk. "


"Tapi pin, aku mau melihat keadaan istri ku "bentak Andrian


"Kalau kamu sayang istri kamu, seharusnya kamu ikuti perintah dokter. Biarkan dokter yang mengatasinya, kamu bisa apa kalau kamu ada di sana, mala tambah bikin dokter tidak konsentrasi. " Kesal Kelpin melihat sikap Andrian.


"Kamu benar pin " Andrian pun duduk di sebelah Susan.


"Kamu sabar, mbak yakin Sarah pasti kuat melawannya. " ucap Susan memberi ketenangan pada Andrian


"Maafin mbak selama ini mbak telah jahat dengan kalian. Mbak menyesal, Mbak janji dengan diri mbak, mbak akan jaga kalian selalu." batin Susan.


"Saya dok " ucap mereka serentak.


"Selamat, bayi buk Sarah telah lahir. " ucap dokter


"Bagaimana keadaan mereka berdua dok? " tanya mereka serentak.


"Baik, yang mana suaminya buk Sarah, mari masuk " ucap dokter. Andrian pun mengikuti langkah dokter. Ketika ia melihat sang buah hatinya yang berada di dalam tabung, membuat hatinya sedikit tenang. Walaupun ia masih merasakan kesedihan karna anaknya di lahirkan dengan keadaan seperti ini.


"Pak, silakan di azani putranya " Andrian pun mengazani sang buah hati, setelah itu ia memberikan dengan dokter, agar di masukkan kembali ke dalam tabung.


" Dok, bagaimana keadaan istri saya? " tanya Andrian. Andrian pun mengikuti dokter, menuju rungan Sarah, di mana Sarah masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


"Sayang bangun, maafin aku, karna aku kamu jadi seperti ini. " isak tangis Andrian.


"Mohon maaf pak, waktu kunjungan sudah habis, waktunya pasian istirahat " ucap suster


"Tapi sus, aku masih rindu dengan istri ku. " Andrian tidak ingin melepaskan pelukannya dari sang istri.


"Maaf pak, bapak bisa nunggu di luar " usir suster pada Andrian. Dengan gontay Andrian melangkah kakinya menuju ke ruang tunggu bersama Susan dan bik Ida.


"Ndri bagaimana keadaan Sarah dan anaknnya? "tanya Susan


"Sarah masih belum sadarkan diri mbak. Sedangkan anak kami masih di dalam tabung " jelas Andrian penuh rasa sedih.


"Sabar dek, mbak yakin semua akan baik baik saja. " Susan pun memeluk Andrian, penuh rasa kasih sayang.


"Makasih ya mbak, mbak sudah peduli dengan kami. " ucap Andrian melepaskan pelukan Susan


"Maafin mbak semua kesalahan mbak yang lalu, mbak menyesal sudah mempercayai wanita tua itu " Cerita Susan


"Sudahlah mbak, tidak usah di ungkitkan lagi.Semuanya sudah terjadi. Sekarang aku butuh do'a mbak. Supaya anak dan istri ku baik baik saja. "


"Mbak Andrian Sholat dulu " Andrian pun pamit dengan Susan ketika mendengar Azan.


"Iya dek "jawab Susan. Andrian pun pergi meninggalkan Susan menuju musollah rumah sakit.


Bersambung. . Ikuti terus kisah Sarah Andrian.


Terimakasih yang telah membaca karya Author. Tanpa kalian semua author tidak akan semangat menulisnya.


Jangan lupa like, komen dan votenya yang banyak ya.


Salam jumpa dari Authorr

__ADS_1


Muachhh😘😘😘


"


__ADS_2