
Hari terus berlalu, tak terasa Neysia sudah satu minggu berbaring di atas ranjang pasien. Kondisi Neysia pun semakin melemah, sehabis keguguran. Di tambah dengan Caca yang belum bisa bertemu dengan Neysia karena di larang oleh Naila. Noval pun bingung bagaimana membawa Caca ke pada Neysia. Sudah bermacam cara Noval meyakinkan Naila jika bukan Neysia yang merusak hubungannya. Tetapi, tetap saja Naila tidak mempercayainya.
"Sayang bangun... Maafin mas tidak bisa jagain kamu bersama anak kita. Mas pantas di katakan bukan suami yang baik dan ayah yang baik untuk anak-anak. Mas mohon sayang bangun lah, kamu boleh mau lakukan apa pun dengan mas, asalkan kamu bangun sayang" Noval tak henti-henti menangis di hadapan Neysia yang tengah tidak sadarkan diri. Mama yang melihat putranya menjadi seperti itu merasa bersalah. Karena ulahnya putranya harus menderita. Mama yang tak tega melihat Noval seperti itu, langsung ke luar dari ruangan. Mama pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke diaman Naila.
"Tokk...tokk..." ketukan pintu
"Siapa?" teriak Naila sambil membuka pintu
"Mama....." ucap Naila terkejut
"Mau ngapain mama ke sini??" bentak Naila
"Nai maafin mama" ucap mama sambil memohon
"Nai sudah maafin semuanya" ucap Naila dingin
"Naii... Mama mohon dengan mu. Izinkan Caca bertemu dengan Neysia"Mama memohon sambil berlutut dengan Naila
"Tidak akan!!!"
"Neysia tidak bersalah. Dia tidak tahu apa-apa. Dia benar-benar menyangi Caca dengan tulus. Semenjak kenal Neysia Caca mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Mama mohon izinkan Caca bertemu Neysia" Mama terus memohon dengan isak tangis.
"Maksud mama apa? Neysia tidak bersalah? Bukankah selama ini dia yang mengancam mama, agar aku meninggalkan Noval bersama putri ku?" tanya Naila penuh emosi
__ADS_1
"Wanita itu bukan Neysia" ucap mama
"Terus siapa......?" tanya Naila
"Lusi"
"Lusi........?" tanya Naila tidak percaya
"Iya Lusi" Mama pun menceritakan semuanya dengan Naila
"Mama tidak bercandakan?" tanya Naila yang masih belum yakin dengan apa yang di ceritakan mama. Mama pun menggeleng
"Naila mama mohon dengan mu izinkan Caca bertemu Neysia. Karena ke adaan Neysia" ucap Mama terhenti sambil mengeluarkan cairan bening.
"Neysia tidak sadarkan diri selama satu minggu ini. Di karena waktu itu dia keguguran"
"Kok bisa ma?" tanya Naila
"Waktu itu mama tidak tahu jika Neysia mendengarkan semua obrolan mama dan Noval. Neysia marah dengan kami yang telah membohonginya tentang keberadaan Caca. Kami sengaja tidak memberi tahunya karena kami takut dia semakin ngedrop, tapi kami salah. Neysia pun berlari sekencang mungkin meninggalkan kami, hingga ia tersandung dengan batu. Neysia pun memgalami benturan keras di perutnya hingga ia keguguran. Selama Neysia tidak sadarkan diri, ia selalu menyebut nama Caca" Cerita mama dengan tatapan kosong yang di penuhi linangan air mata.
"Kasihan Neysia ma" ucap Naila merasa bersalah
"Apa kamu masih belum mau menemui Caca bersama Neysia?" tanya mama dingin
__ADS_1
"Maafin Naila ma, Naila sudah egois. Naila tidak mau mendengarkan cerita yang sesungguhnya"
"Lupakan. Sekarang di mana Caca?" tanya mama. Naila pun membawa mama bertemu Caca
"Aca,, cucu nenek" panggil nenek yang tengah melihat Caca sedang menyisir rambut barbynya
"Nenek... Mama mana?" tanya Caca
"Apa Caca rindu Mama?" tanya Nenek
"Iya Nek, Aca rindu sama mama. Aca mau peluk mama, Aca mau belajar ngaji sama mama, Aca mau makan sup buatan mama, Aca mau makan di suapin mama, pokoknya Aca semuannya mau sama mama Neysia nek. Bawak Aca bertemu mama nek, Aca rindu mama nek. Aca mohon nek bawak Aca, Aca janji nek Aca tidak nakal lagi kalau nenek bawak Aca sama mama. Aca juga janji nek akan jagain Adek Aca yang di dalam perut mama, Aca mau peluk adek nek di perut mama" Mohon Caca yang di penuhi isak tangis.
"Sekarang Aca pamit sama mama Naila dulu cu" perintah nenek
"Hikkz,,,hikkss,,, tante Aca mohon izinkan Aca bertemu mama Nay. Aca rindu mama tante, Aca tidak mau berpisah sama mama tante. Mohon tante"
"Iya sayang, kamu boleh temui mama Nay"
"Terimakasih tante" ucap Caca langsung memelu Naila.
Bersambung...
Terimakasih yang sudah membaca karya author. Jangan lupa like, komen dan vote kak.
__ADS_1