
"uwakk...uwaakk" Suad tidak terhitung berapa kali Sarah memuntahkan isi perutnya. Hingga membuat tubuhnya menjadi pucat seperti mayat hidup. Sedangkan Andrian sudah sama seperti setrika pakain, maju mundur.
"Mas, tolong ambilkan air hangat. "perintah Sarah dengan lemas, dengan cepat Andrian melangkah kakinya untuk mengambil apa yang di minta oleh sang istri.
"Mas!!!, aku bukan mintak ini." ucap Sarah sambil memberi minyak kayu putih dengan Andrian. Andrian bengong sendiri
"Maaf sayang, mas lupa. "ucap Andrian sambil mengacak ngacak rambutnya.
"Ya sudah, mas tolong pijiti kepala ku saja. "Dengan cepat Andrian melakukan apa yang di pinta sang istri.
"Uwaak,,,uwaak,, " lagi lagi Sarah mengeluarkan isi perutnya. Andrian pun di buat semakin cemas dengan keadaan sang istri seperti itu.
"Sayang,, kamu baik baik sajakan?. " tanya Andrian.
"Mas, aku tidak tahan seperti ini terus. "ucap Sarah lemah.
"Terus apa yang harus mas lakukan?!. "tanya Andrian. Sarah kesal sendiri melihat sang suami tiba tiba menjadi seperti orang tolol.
"Mass!!, jangan cuma diam saja. Bawak aku ke Dokter apa kan!! "kesal Sarah
"Oh iya mas lupa "ucap Andrian tanpa dosa. Andrian langsung memapah tubuh mungil sang istri masuk ke dalam mobil. Di dalam perjalan Sarah diam, ia sudah tak mampu untuk bicara. Sedangkan Andrian mengoceh tidak jelas
"Sayang kenapa kamu bisa seperti ini??, jangan jangan karna kamu makan sate sampai 3 porsi tadih malam. Oh ya apa mungkin karna kamu makan jagung bakar. Hingga mengakibatkan kamu jadi seperti ini. Kan mas sudah bilang jangan makan banyak banyak, kamu masih sajah ngeyel, sekarang tanggung akibatnya" ocehan Andrian.
Tidak memakan waktu lama sepasang suami istri itu pun tiba di rumah sakit terbesar di kotanya. Andrian memapah sang istri menuju ke rumah sakit. Andrian pun mendaftar nama Sarah, setelah itu ia menghampiri sang istri yang sedang duduk di ruang tunggu. Tidak lama nama Sarah pun di panggil.
" Sarah Navira " ucap buk dokter. Sarah pun masuk ke dalam ruangan yang di temani oleh Andrian.
"Apa yang ibuk rasakan? " tanya buk dokter.
"Perut saya mual maul dok, sudah berapa banyak saya mengeluarkan isi perut saya, dan kepala saya juga sakit dok, berat rasanya" jawab Sarah. Buk dokter angguk angguk
"Mari buk Sarah, berbaring dulu. Saya akan memerika buk Sarah. " ucap buk Dokter. Buk dokter pun memeriksa di bagian perut Sarah. Pemeriksaan pun selesai.
__ADS_1
"Istri saya sakit apa Dok??! " tanya Andrian panik.
"Istri anda tidak sakit pak. " jawab buk Dokter dengan senyum mengembang.
"Dokter jangan bercanda!, tidak sakit bagaimana? jelas jelas istri saya muntah muntah Dok. "Andrian tidak terima jika dokter mengatakan istri tidak apa apa.Dokter itu tersenyum menanggapi Andrian
"Dokter kok mala tersemyum?? " tanya Andrian kesal
"Buk Sarah kapan terakhir datang bulannya?? "tanya Dokter
"Sudah 2 bulan sepertiny dok, aku juga lupa "Jawab Sarah
"Selamat pak, buk sebentar lagi kalian akan menjadi kedua orang tua " ucap buk dokter.
"Maksud dokter istri saya hamil?? "tanya Andrian antusias. Buk dokter pun menangguk sambil tersenyum. Dengan reflek Andrian langsung memeluk sang istri.
"Maksih sayang, sebentar lagi kita menjadi orang tua." Andrian tak henti henti nya mencumbu sang istri.
"Ehem" buk doktet berdhem melihat adegan di depan matannya.
"Buk Sarah, ini vitaminnya di minun 2 kali sehari, sesudah makan. "ucap buk dokter.
"Terimaksih dok, " sepasang suami istri itu pun pergi meninggalkan dokter.
Tidak memakan waktu lama mereka pun tiba di kediamannya, di mana kedatangan mereka sudah di tunggu oleh bik ida bersama Tiara.
"Non bagaimana keadaannya?, non sakit apa?, non baik baik saja kan?. " tanya bik ida panjang lebar. Andrin tersenyum menanggapi ucapan bik ida.
"Lo kok, den Andrian mala tersenyum? " tanya bik ida dengan ekspresi membingungkan
"Sarah gak sakit bik. " jawab Andrian dengan senyum mengembang.
"Tidak sakit?? " tanya Tiara bingung, jelas jelas ia melihat keadaan sahabatnya seperti mayat hidup.
__ADS_1
"Sebentar lagi bibik bakal punya cucu, sedangkan Tiara bakal punya ponakan. " ucap Andrian.
"Kamu hamil Ra??! " tanya Tiara dengan sahabatnya, Sarah pun mengangguk. Tiara bersama bik Ida dengan reflek memeluk tubuh mungil Sarah
"Selamat Non, bibik ikut bahagia"ucap bik ida
"Selamat sayang ku, Cepat cepat hadir baby, Aunty menunggu kehadiranmu "ucap Tiara sambil mengelus ngelus perut Sarah yang masih rata.
"Makasih ya."ucap Sarah bersama Andrian.
"Ra, kalau gitu aku pamit pulang dulu" pamit Tiara
"Ti, belikan aku somay pak Johan ya "mintak Sarah
"Ok, baiklah demi keponakan Aunty" ucap Tiara pergi meninggalkan kediaman Tiara.
"Sayang kamu kenapa senyum senyum sendiri? "tanya Andrian
"Aku membayangkan eksperi Tiara bertemu dengan pak Johan penjual somay. Tiara paling anti membeli somay pak Johan, Karna ia selalu di goda dengan pak Johan. Pak Johan seorang duda beranak satu. "
"Hahahah,, Kasihan Tiara" ucap Andrian
"Oh ya sayang mas berangkat kerja dulu ya, Jangan terlalu capek. " pamit Andrian, Sarah pun menyalami sang suami. Sedangkan Andrian mengecup kening Sangn istri
"Hati hati sayang "ucap Sarah sambil melambai lambiakan tangan
Terimaksih yang telah berkenan membaca karya Author, Ikuti terus ya cerita Andrian Sarah.
Author sangat butuh bantuan dari kalian semua. Jangan lupa like, komen, dan vitenya ya
Salam kenal dari Author buat kalian semua.
Author harap kita semuannya dalam lindungan Allah swt.
__ADS_1
Muaccchh😘😘
.