
Detik demi detik, menit demi menit, hari pun demi hari. Tak terasa pernikahan Andrian bersama Sarah telah memasuki 10 bulan. Selama itu pun Sarah tidak tahu keberadaan mbak Susan, tapi Sarah tidak menyerah ia terus mencari ke beradaan sang mbak. Sarah tidak mau ada kebencian dengan sang kakak (mbak) walau pun mbak Susan telah jahat dengannya. Ia sudah memaafkan saudara angkatnya itu.
"Assalamualaikum " ucap Andrian baru tiba. tidak ada jawaban.
"Assalamualikum sayang " ucap Andrian ,Andrian pun membuka pintu, karna masih tidak ada jawaban dari pemilik rumah. Ia pun mencari sosok wanita yang selalu ia rindukan setiap hembusan nafasnya.
"Sayang di mana kamu?, mas pulang membawa makanan kesukaan kamu. "panggil Andrian, Andrian pun menyelusuri setiap sudut ruangam rumahnya. Tapi masi saja belum ketemu dengan sosok yang ia cari.
"Den andrian sudah pulang?? "tanya bik Ida.
"Sarahnya mana bik? " tanya Andrian
"Oh non Sarah, non Sarah ada di taman belakang den." ucap bik Ida
"Oh ya bik, makasih " ucap Andrian, Andrian pun menuju di mana tempat sang istri berada. Andrian menghentikan langkah kakinya ketika berada di belakang sang istri, ia hanya diam memperhatikan sang istri.
"Hikss,,hiikkss, mbak Susan sarah rindu, Sarah rindu masa kecil kita dulu. Di mana waktu kita selalu bermain bersama sama. Mbak ingatkan mbak tempat ini, di mana kita selalu menghabiskan waktu kita berdua. Mbak Susan selalu jagain Sarah , Sarah kangen masa itu mbak. Kenapa setelah dewasa mbak tega melakukan itu semua dengan Sarah mbak, mbak kenapa bisa jahatin Sarah. Apa sala Sarah mbak. hikksss,,hikkss Sarah tetap sayang mbak walaupun mbak membenci Sarah mbak. Mbak tetap sosok kakak yang hebat bagi Sarah. " Sarah menyandarkan tubuhnya di balik pohon tua yang berada di taman belakang rumahnya. Walaupun pohonnya sudah tua dedaunannya masih terlihat rimbun. Ia terus menangis di balik pohon tua itu tanpa menyadari kedatangan seseorang. Andrian tidak tega melihat kesedihan sang istri, ia pun langsung memeluk istri tercintanya dengan lembut, memberi rasa ketenangan kepada wanita yang paling ia cintai.
" menagislah, jika itu membuatmu merasa lebih tanang. " ucap Andrian,
"Hikksss,,,hiikssss,, Sarah rindu mbak Susan mas, Sarah rindu!!. "ucap Sarah dalam dekapan dada bidang sang suami.
__ADS_1
"Iya sayang mas tau, " Andrian membelai raut wajah sang istri.
"Ya sudah sekarang kita makan dulu ya, mas sudah membeli makanan kekusakaan kamu. " ucap Andrian
"Mas beli apa? " tanya Sarah
"Biasa masakan buk Wati. "ucap Andrian. Sarah pun mengikuti langkah sang suami menuju ke ruang makan. Di mana di atas meja sudah ada 3 bungkus nasi, dua bungkus untuk sepasang suami istri, satunya lagi buat bik Ida. Apa pun yang ia beli pasti ia selalu membelikan untuk asisten rumah tangganya( bik Ida ), Andrian tidak pernah membeda bedakan.
"Bik ayo makan?? " ajak Andrian
"Iya Den, " bibik pun mendekati sang majikan.
"Bibik mau kemana?, makan di sini saja bareng kita. "ucap Sarah
"Pokoknya bibik makan bareng kita. Tidak ada penolakan!! " ucap Andrian .Bibik pun mengambil posisi sebelahan dengan Sarah. Tidak ada percakapan selama menyantapi hidangan. Sehabis makan sepasang suami itu pun menuju ke ruang tamu, sedangkan bik Ida membersihkan meja makan.
"Sayang kok siarannya di gantikan??. Mas kan mau lihat berita "tanya Andrian
"Aku tidak suka, " manja Sarah
"Memangnya istri mas sukannya apa? "tanya Andrian penuh dengan kelembutan.
__ADS_1
"Aku mau canel TV yang ada ikan terbangnya" Andrian mengerutkan dahinya, mendengar ucapan sang istri.
"Mas, boleh ya " rayu Sarah.
"Boleh, tapi ada satu syarat" ucap Andrian dengan senyum menggoda
"Apaan?? " tanya Sarah.
"Mau naik punjak gunung!! " ucap Andrian sambil mengangkat kedua alisnya.
"Mass!! " kesal Sarah. Andrian pun tertawa senang melihat ekspresi wajah kesal sang istri.
"Ada apa sayang? " tanya Andrian, Sarah manyun, kesal dengan Andrian.
"Cup,,cup,, istri mas tambah seksi saja kalau seperti ini. "Ucap Andrian sambil membelai wajah cantik sang istri.
"Istri mas mau nonton apa?? "
"Azab,," ucap Sarah jutek.
"Hahahaha,, teryata istri ku pencinta sinetron mak mak" batin Andrian.
__ADS_1
"Kenapa mas senyum senyum sendiri?. Ngeledek aku ya " kesal Sarah.
"Gak kok sayang, ya sudah mas mau mandi dulu ya, selamat menikamati " ucap Andrian, Andrian pun mengecup bibir mungil sang istri, lalu pergi meninggalkan sang istri yang asyik dengan sinentron favoritnya.