Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 88


__ADS_3

Hai kak... Jangan lupa mampir ke sini ya..


(Salah Alamat berujung Nikah)


Setelah menangkan putri ke sayangannya, Neysia langsung menghubungi sang suami.


"Tut.....tutt.....tuutt....." panggilan telfon


"Haloo... Ada apa sayang?" tanya Noval dengan perasaan tidak enak.


"Sayang..."


"Iya, ada apa?"


"Orang itu datang lagi"


"Apa dia menyakiti kalian??"


"Tidak sayang, tapi dia memberi Caca sebuah surat. "


"Jangan di buka sebelum mas pulang!! Di mana Caca sakarang??"


"Caca tidur sayang"


"Sayang mas titip Caca, sebentar lagi mas akan tiba. Assalamualikum" ucap Noval mematikan telfon


Sehabis telfonan dengan Noval, Neysia langsung menghampiri Caca yang tengah terlelap di atas ranjang Dewi, kebetulan mereka sedang berada di toko.


"Sayang kamu jangan takut ya, mama janji mama bakal jagain Caca terus, Sampai hayat hidup mama. Mama sayang Caca nak" ucap Neysia sambil mengusap wajah imut Caca yang tengah terlelap.


"Iya mama, Caca juga sayang mama" Ucap seseorang baru tiba.


"Mas...." teriak Neysia, karena ulah Noval yang jahil.

__ADS_1


"Mas... Ini" dengan cepat Neysia memberi surat itu pada Noval. Noval pun membuka surat itu dengan perasaan tegang.


"Bangsattt...." ucap Noval setelah membaca surat itu, dengan menggumpal kedua tangannya.


"Sayang,, ada apa?" tanya Neysia panik melihat perubahan wajah sang suami. Noval tidak menjawab pertanyaan Neysia, mala ia menatap Neysia dengan tatapan teduh


"Sayang ada apa? Ke napa kau menatap ku seperti itu" lagi-lagi Noval enggan menjawab mala kali ini Noval memeluk istri tercintanya itu dengan isak tangis. Neysia merasa aneh dengan tingkah sang suami, dengan cepat ia mengambil surat itu dari genggaman suaminya. Tapi sayang Noval langsung merobek surat itu, sehingga Neysia tak tahu apa isi dari surat itu


"Sayang... ada apa?" lagi-lagi Neysia bertanya. Noval masih setia dengan tatapannya


"Sayang..." panggil Noval lembut sambil memegang kedua pipi sang istri


"Iya sayang" jawab Neysia tidak kalah lembutnya


"Jika suatu hari Caca akan pergi meninggalkan kita, mas harap kamu bisa iklhas" ucap Noval


"Tidak mas!! Caca tidak akan pergi meninggalkan kita. Aku akan merawat Caca hingga dia dewasa. Dia putri ku!! aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambil putri ku dari aku. Walaupun itu ibu kandungnya sendiri" ucap Neysia penuh tekanan.


"Mas tahu sayang kamu sangat menyangi Caca. Tapi..." belum sempat Noval menyelesaikan kalimatnya, Neysia sudah berteriak duluan


"Sayang.. kamu anak mama, kamu janji ya tidak akan tinggalin mama." Neysia memeluk tubuh mungil Caca yang tengah tertidur, Neysia pun menciumi setiap permukaan pipi Caca. Yang di penuhi dengan linangan cairan bening. Caca yang merasa tidurnya terganggu, memberanikan membuka bola mata indahnya.


"Mama... Kenapa nangis??" tanya Caca


"Tidak sayang,, mata mama hanya terkena debu" bohong Neysia


"Mama tidak bohongkan? bohong itu dosa lo ma"


"Gak kok sayang"


"Ma"


"Iya sayang"

__ADS_1


"Papa belum pulang ya ma?" tanya Caca, Kerana dari tadi Noval tidak kelihatan


"Ada apa sayang? papa pulang" ucap Noval baru tiba. Sebenarnya Noval sudah dari tadih di depan pintu kamar sang anak.


"Papa" teriak Caca lalu bergayut manja dengan sang papa


"Iya sayang" Noval pun menimang-nimang tubub gembul Caca. Tanpa di sadari cairan bening menetes di pipi mulus Neysia


"Tuhan jangan pisahkan kami bertiga, aku sangat menyayangi keluarga ku. mungkin aku tidaka akan bisa Hidup tanpa mereka. Jaga dia untuk ku tuhan, jangan biarkan orang lain memisahkan kami." batin Neysia sambil menatap sepasang anak dan ayah yang tengah bercanda tawa.


"Mama sinii" panggil Caca


"Iya sayang." Neysia pun menghampiri sang suami dan putrinya.


Di tempat lain....


"Hahahaha.... Aku tidak akan membuat mu bahagia. Kau harus menderita....Menderita..."gelak tawa seseorang


"Nyonya apa rencana mu setelah ini??"


"Aku akan membuat mereka ketakutan.. Hingga waktu yang aku tunggu-tunggu tiba. hahahha"


"Apa kau tidak takut nyonya? Kamu tahu sendiri keluarga itu"


"Tidakk!!!!!" ucap wanita itu dengan tatapan tidak suka


"Baik la nyonya... Aku akan selalu ikut nyonya!!!"


"Bagusss....." ucap wanita itu


b


Terimaksih yang sudah setia membaca karya author. Maaf sudah lama author tidak up, di karena banyak urusan di dunia nyata. Hingga membuat author tidak bisa berfikir.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak..


__ADS_2