Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan
Episode 48


__ADS_3

"Kami pulang dulu pak, mbak, "pamit Rina bersama rekan kerjanya


"Hati hati semoga kita bertemu di lain waktu " ucap Andrian


Sepasang suami istri itu pun meninggalkan kefe. Andrian melangkah kakinya menuju keparkiran, sedangkan Sarah menunggu di depan kafe.


"Sayang tunggin di siniya, mas ambil mobil duluya" ucap Andrian meninggalkan Sarah


"Iya mas, jangan lama lamaya." Andrian pun mengangguk.


Tidak memakam waktu lama, Andrian pun tiba di depan kafe. Dengan cepat Sarah naik ke dalam mobil Sang suami. Di perjalan sepasang suami istri itu pun terus berbagi cerita. Tiba tiba saja Sarah menginginkan pecel (lotek).


"Mas,, "panggil Sarah dengan manja


"Ada apa sayang??" jawab Andrian tidak kala lembutnya


"Aku pengen. " ucap Sarah terhenti


"Istri mas pengen apa? "tanya Andrian


"Pengen pecel buatan buk wati "ucap Sarah senang.


"Besok mas belikan? "Janji andrian


"Aku maunya sekarang, kalau besok sudah gak mau lagi "ucap Sarah sedih


"Tapi sayang, sekarang sudah larut malam. Buk watinya sudah di alam yang berbeda " Jelas Andrian


"Hikkss,,,hiikkssa Mas Andrian jahat hikks,,hikks,,, "Sarah pun menagis layaknya seperti anak kecil.


"Besok mas beli yang banyak, mas janji "ucap Andrian.


"Hikksss,,,hikksss aku gak mau mas, aku gak mau, aku pengennya sekarang hikkssa,,,hikksas" Sarah pun menagis semakin kencang dengan menghentak hentakkan kakinya. Andrian bingung dengan sikap sang istri. Tiba tiba saja ia menjadi seperti anak berusia 5 tahun.

__ADS_1


"Sayang,, bik watinya sudah tidur. Coba sayang lihat sekarang pukul berapa? "


"Pukul 12 malam "ucap Sarah


"Berarti sudah tengan malam, buk watinya sudah tidur. " ucap Andrian dengan lembut


"Hikkss,,,hikksss mas sudah gak sayang aku lagi, mas pasti sudah punya wanita lain. Hikksss,,,hikkssss Pa, Ma, Sarah rindu kalian. " Andrian semakin pusing.


"Mas sayang sama istri mas, "ucap Andrian sambil membelai wajah sang istri.


"Gak mas sudah gak sayang, mas sudah tidak peduli dengan ku lagi "Sarah membuang mukanya dari pandangam Andrian


"Bagaimana kalau kita minta bik Ida yang buatin pecel (lotek)nya malam ini "tawar Andria, setidaknya kalau bik Ida masih satu rumah. Dengan cepat Sarah menggelengkan kepalanya


"Aku tidak mauu!!! aku maunya buatan buk wati!!. Malam ini juga!! kalau mas tidak mau membelinya lebih baik aku turun saja dari mobil, biar aku beli sendiri." Andrian mengerutkan dahinya, tidak habis fikir dengan istrinya malam ini. Padahal tadih baik baik saja.


"Rasannya lebih baik aku tenggelam di dalam lautan. Dari pada menghadapi permintaan istri yang aneh aneh "batin Andrian


"Berhentii!!. " teriak Sarah


"Aku tidak selera lagi lotek buatan buk Wati " ucap Sarah tanpa dosa, sedangkan Andrian hanya bisa husapkan dada, Sabar Andri Sabar


"Ya tuhan istri ku kenapa??, jangan jangn ada roh jahat yang memasuki tubuh istri ku. Jangan mikir yang macam macam kamu Andri" Batin Andrian


"Aku mau itu "Tunjuk Sarah


"Kamu yakin sayang?? " tanya Andrian. Dengan cepak Sarah mengangguk.


"Bukannya istri mas tidak suka sate? " tanya Andrian.


"Siapa bilang kalau aku tidak suka sate!!, aku menyukainya " Cemberut Sarah


"Ya sudah kalau gitu ,kita beli sate lengganan mas saja. Di sana enak tempatnya juga bersih "

__ADS_1


"hikss,,hikks,, aku maunya yang itu "tunjuk Sarah dengan isak tari


"Ya sudah kalu gitu, kamu tunggu di sini ya. Mas beli dulu "


"Aku mau ikut, aku mau makan di sana "ucap Sarah dengan senang. Andrian tidak ingin membantah ucapan sang istri, dari pada masalahnya semakin rumit lebih baik diam.


"Mas satenya satu, makan di sini "ucap Andrian


Tidak memakan waktu lama satenya pun tiba. Dengan lahap Sarah mengahbiskan satenya.


"Istri ku benar benar aneh, "


"Mas nambah " mohon Sarah


"Kamu yakin yank?, "tanya Andrian tidak percaya apa yang ia dengar. Sarah pun mengangguk


"Alhamdulillah,, kenyang "ucap Sarah sambil menggosok gosokkan perutnya. Sedangkan Andrian geleng geleng kepala melihat sang istri. Mana tidak sate 3 porsi lenyap


"Ya sudah kalau gitu kita pulang lagiya " ucap Andrian


"Mas, aku mau itu " Sarah pun menunjuk ke arah penjual jagung bakar. Andrian pun mengikuti langkah sang istri


"Aku pesan 2, mas mau? " tanya Sarah. Andrian menggeleng


Tidak memakn waktu lama, sepasang suami istri itu pun tiba di kediamannya. Sarah sudah tertidur nyeyak di dalam mobil. Pelan pelan Andrian mengangkat tubuh mungil sang istri, agar tidak menggangu tidurnya. Andrian pun membaringkan tubuh sang istri di ranjang. Tidak lupa Andrian mengecup kening sang istri.


"Selamat malam sayang, semoga hari esok lebih baik" Andrian pun berbaring di samping sang istri sambil memeluk tubuh mungil sang istri.


Terimakasih baut para pencinta Novel telah berkenan membaca karya Author.


Author sangat butuh bantuan kalian semua.


Jangan lupa like, kemon, dan vote yang banyaknya

__ADS_1


Salam kenal dari Author ..


__ADS_2