
Bab 105
Arga memeluk lalu menuntun Alva menghampiri Marsha. Lalu, dia memeluk sang istri dan tidak lupa kecupan di kening.
"Dia menangis karena bertengkar dengan Pandu dan akan dipecat dari perusahaan jika terus mengganggunya," balas Arga.
"Pandu sudah pulang dari luar negeri?" tanya Marsha.
"Ya, semalam dia baru sampai. Tadi pagi juga sempat datang ke kantor lalu pergi lagi setelah bertengkar dengan Mariana," jawab Arga sambil ikut memainkan mainan Alva yang duduk dipangkuannya.
"Lalu, kenapa dia menangis di sini?" tanya wanita berjilbab baby pink.
Arga tersenyum lebar karena teringat kejadian beberapa menit yang lalu. Lalu, laki-laki ini menjawab, "Karena mereka bertengkar di sini, Sayang. Aku jadi penonton drama mantan kekasih bayaran, deh!"
Marsha tiba-tiba tertawa terkekeh mendengar ucapan suaminya barusan. Sudah bisa dia bayangkan bagaimana marahnya Pandu dan Mariana. Sudah beberapa kali kedua orang itu bertengkar setelah Pandu bertunangan. Meski wanita itu sudah dinasehati, tetap saja bersikukuh ingin menikah dengan Pandu meski nikah siri.
Arga dan keluarga kecilnya pergi makan siang bersama di rumah makan Nusantara, sesuai dengan keinginan Alva. Saat mereka menunggu pesanan datang, tiba-tiba ada seseorang yang datang dan menyapa.
"Hai, Arga ... Marsha, dan ... Alva."
__ADS_1
Valerie menatap kepada Alva. Bocah kecil yang dulu sering galak kepadanya. Entah kenapa anak laki-laki itu tidak menyukai dirinya sejak pertama kali bertemu.
"Hai, Valerie," balas Arga singkat.
Marsha hanya mengangguk saja. Mood dia menjadi rusak gara-gara melihat mantan kekasih suaminya. Apalagi sekarang ini dia memakai baju dress yang sejengkal di atas lutut dan tanpa lengan.
Tanpa malu Valerie duduk di samping kiri Arga karena di sebelah kanan ada Marsha. Ketiga orang yang sejak tadi duduk di sana tentu saja terkejut dengan perbuatan wanita itu.
"Ngapain kamu duduk di sini? Sana cari tempat yang lain!" bentak Arga mengusir Valerie.
"Kursi di sini masih kosong. Jadi, jangan pelit. Aku hanya ingin bisa akrab dengan Marsha dan Alva," balas Valerie sambil tersenyum manis.
'Akan aku buat kamu menyesal berada di sini!' batin Marsha.
Selama mereka makan Marsha menyuapi Arga dan Alva secara bergantian. Lalu, selanjutnya gantian Arga yang menyuapi Marsha.
Valerie yang melihat perbuatan kedua orang itu hanya bisa menahan amarah. Dia ingin berada di posisi Marsha. Bermanja kepada Arga dan disayang olehnya.
'Rasakan!' batin Marsha saat tanpa sengaja Valere beradu pandang antara mereka berdua.
__ADS_1
Arga benar-benar memperlakukan Marsha dengan sangat baik, laman lembut, dan penuh kasih sayang. Tentu saja ini membuat hati Valerie semakin terbakar melihat keromantisan kedua orang itu.
Arga sendiri terlihat santai dan tidak akan berbuat keberatan saat harus memanjakan sang istri. Alva juga terlihat anteng dengan mainannya.
"Mas, honeymoon ke Paris akan dipercepat minggu ini, ya? Selagi masih musim semi di sana," ucap Marsha dengan manja.
"Boleh, Sayang. Yang penting kamu senang dan bahagia," balas Arga sambil saling menatap dengan penuh cinta.
Hati Valerie semakin terbakar mendengar pembicaraan keduanya. Di dalam hatinya, dia juga akan pergi ke Perancis untuk mengganggu Arga agar tidak bisa bermesraan dengan Marsha.
"Wah, jadi kalian akan pergi honeymoon ke Paris, Perancis? Di sana banyak tempat yang romantis," ujar Valerie.
Arga mengikuti alur yang dibuat oleh sang istri. Dia juga tidak keberatan berbohong sedikit demi kebahagiaan sang istri.
"Rencananya kalian mau berapa lama pergi ke Perancis?" tanya Valerie ingin tahu.
"Ra–ha–sia!" jawab Marsha dengan menekan ucapannya.
***
__ADS_1