Menjadi Ayah Untuk Keponakanku

Menjadi Ayah Untuk Keponakanku
Bab 126. Minum Susu Kotak


__ADS_3

Bab 126


"Siapa nama kedua bayi ini?" tanya Barata yang duduk di sofa bersama istrinya.


"Anak laki-laki, kami beri mana Azka dan anak perempuan diberi nama Arshy.


Arga memberi nama kedua anaknya, yaitu Azka dan Arshy atas rekomendasi pembaca. Soalnya author lupa mau kasih nama apa.


"Nama yang sangat bagus," puji Ayu sambil tersenyum manis.


"Semoga mereka menjadi anak-anak yang sholeh-sholeha, diberikan akal yang sehat agar bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Rezeki yang banyak seluas langit dan bumi. Sayang saudara dan keluarga. Lalu, yang paling penting adalah jadi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Allah," lanjut Indah dan di-aamiin-kan oleh Bagas.


Kedua keluarga itu merasa kelahiran si kembar ini semakin menyempurnakan keluarga mereka. Arga juga merasa lebih sempurna hidupnya dengan kehadiran putra dan putrinya.


Begitu juga dengan Alva, yang merasa senang dengan kehadiran dua adiknya ke dunia ini. Kini dia sudah menjadi sosok kakak bisa diandalkan. Sejak tadi bocah itu sangat sigap jika ibunya perlu sesuatu.


"Kenapa Adek bayi menyusu dengan mata menutup seperti tertidur?" tanya Alva yang penasaran.

__ADS_1


"Itu karena dia masih bayi dan belum bisa membuka matanya lebar-lebar," jawab Arga merasa tidak yakin juga sebenarnya.


Alva berharap kedua adiknya bisa segera tumbuh besar agar bisa diajak bermain. Dia begitu menyayangi kedua adiknya.


Kondisi Marsha cepat sekali pulih, tiga hari dia berada di rumah sakit. Selama itu Arga selalu siap siaga untuk sang istri. Sementara kedua orang tua dan kedua mertuanya bergiliran ikut menjaga di rumah sakit dan menjaga Alva.


"Sayang, hati-hati jalannya!" ucap Arga saat melihat Marsha berjalan ke arah boks bayi si kembar.


"Mas, aku ini sudah tidak apa-apa. Aku sehat dan baik-baik saja," balas Marsha dengan bibir mengerucut.


Arga semakin posesif dan tidak mengizinkan dirinya melakukan hal apa pun dengan alasan kondisi tubuh belum sembuh total. Padahal wanita itu sudah mengatakan berulang kali kalau dirinya sudah dalam keadaan baik.


'Marsha semakin menggoda saja setelah melahirkan. Ya Allah, kuatkan imanku!' batin Arga.


Marsha hanya tersenyum tipis karena menertawakan suaminya. Dia tahu kalau Arga saat ini sedang mati-matian menahan gelora hasratnya.


"Sabar, ya ... Mas," ucap Marsha dengan mata berkedip sebelah menggoda sang suami.

__ADS_1


"Iya ... iya. Aku harus sabar dan harus rajin puasa seperti kata kamu dan ibu," balas Arga sambil keluar dari kamar tidurnya menuju dapur.


Terlihat Alva sedang minum susu di kotak kemasan pakai sedotan. Mulut mungilnya itu mengerucut menyeruput cairan berwarna putih.


"Alhamdulillah, enak sekali susunya. Besok giliran rasa coklat, ah. Lalu, lusa rasa strawberry. Lalu, besoknya lagi rasa apa, ya?"


Arga pun mengambil salah satu susu kotak yang ada di kulkas. Susu itu adalah milik Alva yang sengaja beli dalam jumlah banyak dan rasanya bervariasi. Susu murni buatan home industri itu merupakan minuman favorit sang anak.


"Ayah, kenapa minum susu punya aku?" tanya Alva.


"Ayah, boleh minta susu punya Kakak, ya? Sampai Dek Azka dan Dek Arshy tidak lagi menyusu sama Bunda," jawab Arga.


Terlihat wajah Alva yang merasa heran. Selama ini ayahnya tidak pernah meminum susu kotak miliknya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Ayu yang kebetulan datang ke dapur bersama suaminya.


"Ayah bilang minta susu punya Alva sampai Adek kembar tidak menyusu sama Bunda. Apa hubungannya susu kotak sama Adek kembar menyusu sama Bunda?" tanya Alva dan itu membuat Ayu juga Barata melotot kepada Arga.

__ADS_1


***


__ADS_2