Menjadi Ayah Untuk Keponakanku

Menjadi Ayah Untuk Keponakanku
Bab 47. Status Baru


__ADS_3

Bab 47


"Apa? Mau apa dia pergi ke kampung halaman aku?" tanya Arga dengan alis yang mengkerut.


"Selama beberapa hari ini dia sering berteriak memanggil nama kamu saat tidur. Rencananya hari ini dia akan menemui psikiater. Tapi, entah kenapa tadi pagi dia akan menemui kamu. Katanya takut terjadi sesuatu kepadamu di sana," jawab Mariana.


Arga dan Pandu saling melirik. Mereka merasa kalau ini adalah suatu yang sudah direncanakan oleh Valerie. Keduanya tadi sempat membahas masalah hubungan Arga dengan wanita itu, salah satunya adalah kenekadan untuk melakukan bunuh diri.


Akhirnya mereka bertiga mendatangi rumah sakit di mana Valerie mendapatkan perawatan. Wanita itu masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kepalanya dibalut perban dan kakinya dipasangi gips karena tulang kakinya retak.


"Pasien masih belum sadarkan diri. Selian luka pada tubuhnya, tekanan darahnya juga sangat rendah dan tubuhnya juga mengalami kekurangan gizi," jelas dokter setelah melakukan pengecekan secara menyeluruh tadi.


"Terima kasih, dokter," balas Mariana.


Ada dua orang polisi di depan pintu ruang rawat inap. Mereka sejak tadi berjaga-jaga di sana. 


"Pak, kalau boleh tahu kecelakaan yang dialami oleh teman kami itu bagaimana kronologinya?" tanya Pandu.


"Menurut saksi mata mobil yang dikendarai oleh nona Valerie terlihat beberapa oleng. Lalu, saat akan menabrak tukang cilok, dia membanting setir ke arah kanan dan melintasi jalur yang berlawanan arah di mana ada truk yang sedang melaju tabrakan pun terjadi. Mobil milik nona Valerie dan truk itu menabrak kendaraan lainnya sehingga terjadi tabrakan beruntun," jawab polisi menjelaskan.


"Pak, apa tidak ada keringanan untuk kakak saya agar jangan sampai mendapat hukuman?" tanya Mariana.


"Hal itu bisa dilakukan dengan bernegosiasi bersama keluarga para korban," jawab polisi.


Marina pun mengatakan kalau kondisi kesehatan kakak sedang dalam tidak baik. Namun, dia memaksakan pergi untuk menemui Arga karena mengkhawatirkan keadaannya. 

__ADS_1


Mendengar ucapan Mariana tentu saja Arga tidak suka. Dia merasa menjadi penyebab Valerie kecelakaan. Rasanya dia sangat menyesal sudah memberikan perhatian kepada Valerie setelah sadar dari koma panjangnya.


"Status nona Valerie saat ini sudah menjadi tersangka atas kelalaiannya dalam berkendara dan mengakibatkan kecelakaan beruntun. Banyak keluarga korban yang melaporkan nona Valerie," ujar salah seorang berseragam polisi.


Mariana hanya bisa pasrah, keuangan mereka sudah banyak habis untuk pengobatan Valerie selama lima tahun. Wanita itu tentu saja tidak mau bagian warisannya habis untuk membayar keluarga korban lagi sekarang. 


'Kenapa hidup Kak Valerie selalu bikin banyak masalah dan menghabiskan banyak uang. Selain itu, dia juga suka sekali berbuat menyulitkan aku dan berbuat seenaknya. Biarkan saja dia di penjara,' batin Mariana kesal karena selalu saja dia yang harus mengalah dan menyelesaikan masalah yang diperbuat oleh kakaknya.


***


Sudah seminggu Valerie dirawat di rumah sakit. Dia tidak bisa mendapatkan kesepakatan dengan keluarga korban. Mereka menuntut ganti rugi yang sangat besar kepada wanita itu, tetapi tidak bisa dipenuhi. Jadi, penjaralah yang akan menanti setelah dia ke luar dari rumah sakit.


"Pandu, tidak bisakah kamu menolong aku dengan memberikan pinjaman kepadaku lima miliyar?" Valerie menangis karena tidak mau di penjara.


Pandu tidak akan pernah mengalami kesulitan dalam masalah keuangan. Perusahaan juga sedang dalam keadaan baik, bahkan sedang mengalami peningkatan. Namun, laki-laki itu tidak mau memberikan uang. Alasannya karena adanya perjanjian dengan Mariana yang melarang memberikan uang untuk membebaskan Valerie dari jeratan hukum.


Arga hanya diam karena dia juga sudah menolak memberikan uang kepada Valerie. Alasannya adalah semua uang dia sudah diberikan kepada Marsha dan Arga. Tentu saja laki-laki tidak berbohong, karena semua uang itu sudah di masukan ke rekening milik istri dan anaknya.


Mariana merasa senang karena tidak ada lagi yang menolong kakaknya. Setelah Valerie sadar mereka bertengkar hebat dan membuat Mariana membenci kembali sang kakak. Bahkan dia rela menjadi gundiknya Pandu asal laki-laki itu tidak memberikan bantuan keuangan kepada kakaknya. 


Ada rahasia yang tidak pernah diketahui oleh Arga. Dulu Valerie dan Pandu pernah menjalin kasih di belakang Arga. Namun, mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan itu saat Pandu akan dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Walau belakangan pertunangan itu kandas karena Pandu ketahuan sedang bersenang-senang dengan sekretarisnya oleh sang tunangan.


Mariana baru tahu hal ini beberapa minggu yang lalu saat tanpa sengaja mendengar percakapan antara Valerie dengan Pandu di kantor. Valerie memaksa Pandu untuk memberi tahu alamat rumah orang tua Arga yang ada di kampung. Wanita itu mengancam akan memberi tahu Arga kalau Pandu pernah mengkhianatinya dengan berpacaran diam-diam pacar sahabatnya sendiri. Akhirnya, laki-laki itu memberi tahu alamat yang diminta. 


Sejauh apa hubungan keduanya, Mariana tidak tahu. Namun, mengingat kelakuan Pandu yang seorang casanova yang memiliki banyak harta, pastinya mereka pernah tidur bersama. Sungguh sang adik semakin tidak mau kalau Arga sampai jatuh kembali ke dalam pelukan kakaknya.

__ADS_1


***


Waktu terus berlalu, sidang perceraian Arga dengan Marsha berjalan lancar. Selama persidangan laki-laki itu tidak hadir, hanya diwakilkan kepada pengacara. Sekarang Marsha sudah menyandang gelar janda beranak satu. Kampung mereka dibuat geger oleh berita ini. Mereka semua tidak percaya akan perceraian itu. Kabar yang beredar kalau Arga selingkuh.


Hubungan Marsha dengan Arga masih terjalin baik. Setiap hari mereka berkomunikasi karena Arga dan Alva selalu saling merindukan. Sebulan sekali mereka juga bertemu, hanya saja si ayah dan anak saja. Selama mereka berada di kampung, bocah itu akan dibawa ke kediaman keluarga Wibowo. Kadang Alva sering menangis jika Arga pergi kembali ke ibu kota.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya Arga kepada Marsha yang semakin terlihat cantik.


"Alhamdulillah, baik. Kakak sendiri bagaimana keadaannya?" tanya Marsha balik.


"Sama seperti biasanya. Sakit karena harus menahan rindu kepada orang yang aku cintai," jawab Arga dengan senyum simpul.


Marsha merasa salah tingkah. Dia senang mendengar itu.


Marsha mendengar kalau Valerie masuk penjara karena sudah mencelakai banyak orang dengan mengendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk. Arga juga bilang kalau dia dan Valerie sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi.


"Bunda!" teriak Alva.


Alva berjalan mendekati ayah dan bundanya sambil membawa handphone milik Marsha. Benda pipih itu berbunyi menandakan ada yang menelepon. Terlihat ada nama mantan ibu mertuanya.


"Mama Ayu menelepon, ada apa, ya?" tanya Marsha dan Arga hanya menggelengkan kepala.


***


Apakah hubungan Arga dan Valerie benar-benar telah berakhir? Bagaimana Marsha menghadapi kehidupannya setelah menjadi seorang janda? Ikuti terus kisah mereka, ya!

__ADS_1


__ADS_2