Menjadi Ayah Untuk Keponakanku

Menjadi Ayah Untuk Keponakanku
Bab 160. Masa Lalu Shinta


__ADS_3

Bab 160


Dokter Rama sangat marah kepada mantan istrinya itu. Dia tahu apa yang diinginkan oleh putri mereka.


"Coba saja kamu nikahkan Fira dengan anak haram itu! Maka saat itu juga aku akan cabut semua peralatan medis yang ada pada tubuhnya," ucap Shinta mengancam Dokter Rama.


Semua orang yang ada di sana sangat terkejut mendengar ucapan Shinta. Mereka tahu bagaimana sifat dan watak wanita itu. Dia tidak pernah bercanda dengan ucapannya.


"Dasar kau gila, Shinta!" teriak Dokter Rama. Dia tidak sadar kalau saat ini mereka sedang berada di rumah sakit, terlebih hari sudah malam.


"Ya, aku gila. Aku gila karena kamu dan mamamu sudah menjauhkan aku dari putriku sendiri!" balas Shinta dengan tidak kalah nyaring.


Beberapa orang tidak paham dengan perkataan Shinta. Karena selama ini wanita itu dibebaskan untuk bertemu dengan Safira.

__ADS_1


"Apa maksud kamu? Selama ini kamu yang tidak mau mengurus Safira dari kecil. Kamu lebih mementingkan karir dari pada keluarga sendiri," tanya laki-laki bersurai hitam itu dengan ekspresi merasa heran.


"Karena siapa aku kembali menggeluti dunia model setelah aku melahirkan? Keluargamu! Mereka meminta aku mengganti rugi kerugian yang dilakukan oleh saudaraku yang mati karena terus ditekan oleh kalian! Aku harus mengganti uang sebanyak 50 Miliar. Entah dari mana kalian mendapatkan angka ganti rugi yang harus aku bayar," jawab Shinta dengan lantang. Terlihat jelas gurat kemarahan dan kesedihan di wajah wanita itu.


Tubuh Dokter Rama limbung, untungnya ada Arga dan Dewi yang sigap memeganginya. Laki-laki itu merasa seluruh tenaga di dalam tubuhnya hilang sekejap.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi dahulu? Kenapa aku tidak tahu tentang uang ganti rugi itu?" tanya Dokter Rama dengan lirih.


Semua orang tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan Dokter Rama sama Shinta di masa lalu. Kabar yang beredar selama ini adalah keduanya bercerai karena Shinta tidak bisa mengurus Safira dan selalu meninggalkannya.


"Wah, selain menjadi dokter yang hebat, ternyata kamu juga bisa berakting!" Senyum merendahkan terlukis di wajah Shinta.


"Apa maksud kamu? Aku sama sekali tidak tahu soal uang ganti rugi itu. Bukannya kamu tahu aku bekerja keras untuk menyelesaikan masalah yang sudah ditimbulkan oleh kakakmu," ujar Dokter Rama.

__ADS_1


"Masih pura-pura tidak tahu. Sudah jelas di kertas perjanjian itu ada tanda tangan kamu. Rumah sakit kalian meminta ganti rugi kepada keluarga aku sebanyak 50 Miliar akibat kecerobohan yang dilakukan oleh kakakku dan mengakibatkan seorang pasien mengalami kematian karena salah memberikan resep obat akibat hasil rekam medis milik pasien yang tertukar dengan pasien lain yang memiliki nama hampir mirip. Kalian meminta keluarga aku mengganti rugi sebanyak itu. Lalu, pihak rumah sakit hanya memberikan uang kepada keluarga korban sebesar 3 Miliar," tukas Shinta meracau penuh emosi.


Orang-orang di sana terkejut mendengar kenyataan ini. Arga ingat ada kejadian di mana seorang pasien meninggal setelah melakukan pengobatan di rumah sakit milik keluarga Dokter Rama. Keluarga pasien curiga adanya malpraktek. Lalu, mereka mencari tahu penyakit yang di derita oleh pasien dan obat yang diberikan oleh dokter. Dokter yang melakukan pemeriksaan itu dinyatakan bersalah karena keteledoran. Itu kasus yang sudah lama sekali, tetapi sempat membuat heboh negeri ini dan masuk ke berita.


Dokter Rama tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia sungguh tidak tahu akan adanya kejadian itu. Laki-laki itu juga tidak mendengar apa pun dari keluarganya atau dari keluarga Shinta.


"Lalu, kenapa kamu tidak bicarakan hal itu kepadaku?" tanya Dokter Rama.


"Bukannya aku sering bilang sama kamu untuk memaafkan kesalahan yang sudah kakak aku lakukan. Tapi, kamu bersikukuh kalau dia harus mendapatkan hukuman agar keluarga korban merasa keadilan. Dan akhirnya mereka mendapatkan itu dengan kematian kakakku," jawab Shinta.


Alva menatap Safira yang masih berbaring tidak sadarkan diri. Kalau bisa, dia ingin membawa kabur gadis itu jauh dari sana.


***

__ADS_1



__ADS_2