
Bab 122
Valerie mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia takut terkejar oleh polisi yang ada dibelakangnya. Wanita itu beberapa kali menyiap kendaraan yang ada di depan.
Arga tidak mau kehilangan jejak Valerie. Kali ini wanita itu harus mendapatkan hukuman yang berat. Entah setan apa yang merasuki mantan kekasihnya itu sampai tega membunuh adik kandungnya sendiri.
"Kamu di mana?" tanya Pandu saat menghubungi Arga.
"Aku sedang mengejar Valerie yang kabur. Kamu hubungi aku nanti," jawab Arga kemudian mematikan hubungan seluler itu karena dia sedang mengemudi dan butuh konsentrasi tinggi.
Orang-orang yang ada di pinggir jalan atau pengemudi di jalan, terlihat penasaran dengan beberapa kendaraan mobil yang menggunakan sirine dan melaju dalam kecepatan tinggi. Mereka berpikir ada penjahat kelas berat atau buronan yang sedang mereka kejar.
Valerie terkejut saat melihat ada banyak polisi dan memasang perboden (verboden) untuk menahan laju beberapa kendaraan. Terlihat mereka sedang melakukan pemeriksaan kepada pengemudi. Wanita itu takut ketahuan lalu ditangkap. Namun, dia tidak bisa berbalik arah karena di belakang ada polisi yang sedang mengejarnya juga. Maka, dia pun memutuskan untuk menerobos pemeriksaan itu dengan menambah kecepatan penuh.
"Berhenti!" teriak para polisi setelah meniup peluit dengan keras.
Mungkin karena kepanikan Valerie semakin menjadi, dia sampai kehilangan fokus dan kendali pada mobilnya. Kendaraan itu menabrak pembatas jalan lalu berputar dan tertabrak kendaraan lainnya sampai terbalik lalu terseret beberapa meter sampai melintasi jalur dan menabrak mobil yang sedang melaju dari arah berlawanan.
Bunyi keras yang beberapa kali terdengar itu memekakkan telinga. Orang-orang yang menyaksikan semua itu berteriak histeris ketakutan. Apalagi ketika mobil yang ditumpangi oleh Valerie itu meledak dan membakar penumpangnya.
"Panggil pemadam kebakaran!"
"Panggil ambulans!"
Teriakan orang saling bersahutan. Para polisi yang ada di tempat kejadian langsung memblokir semua jalur jalan. Orang-orang yang ada di sana langsung diungsikan. Beberapa orang yang terluka akibat sempat bertabrakan dengan mobil Valerie tadi juga segara mendapatkan penanganan medis.
Arga yang baru sampai di sana terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini. Keadaan jalanan sangat kacau dan asap tebal keluar dari mobil Valerie. Lalu, beberapa mobil dalam keadaan rusak.
Dalam sekejap tempat itu dipenuhi oleh warga yang ingin melihat tempat kejadian kecelakaan sampai mobil pemadam kebakaran dan ambulans sulit mencapai tempat tujuan. Orang-orang menduga kalau pengemudi yang ugal-ugalan itu sedang di kejar oleh polisi karena sudah melakukan kejahatan.
"Pandu, bagaimana di sana?" tanya Arga.
__ADS_1
"Mariana belum bisa ditemukan. Lalu, kamu di mana? Kenapa berisik sekali?" Pandu balik bertanya.
"Mobil Valerie kecelakaan dan terpanggang di dalam mobilnya yang terbakar. Sekarang sedang dipadamkan oleh pemadam kebakaran. Keadaan di sini sangat mengerikan. Ada beberapa orang yang menjadi korban tabrakan. Katanya ini ulah Valerie yang kehilangan kendali mobilnya," jawab Arga.
"Apa? Akhir yang sangat mengerikan," ucap Pandu dan Arga membenarkan itu.
Seseorang yang jahat akan menemui ajalnya dalam keadaan mengenaskan dan terhina. Bahkan orang-orang akan menyebutkan keburukan selama hidupnya. Berbeda dengan orang baik dan benar. Mereka akan menemui ajal dalam keadaan baik dan terhormat. Orang-orang juga akan menyebut-nyebut kebaikan selama hidupnya.
Hal yang tidak terduga adalah Valerie ditemukan dalam keadaan belum mati, meski sekujur tubuhnya sudah dalam keadaan gosong karena terpanggang api. Wanita itu merasakan kesakitan yang teramat sangat. Dia terus merintih, bukannya mengucapkan istighfar atau bertaubat. Entah dia emang sudah lupa, atau Allah membuatnya sulit untuk mengucapkan kata-kata istighfar.
Sementara itu, Broto sudah berada di dalam sel tahanan. Pengacara Pandu kembali membuka semua kasus kejahatan yang pernah dilakukan oleh laki-laki ini. Dengan banyaknya kejahatan yang sudah dilakukan sudah pasti akan mendapatkan hukuman yang berat.
***
Waktu terus bergulir, sudah seminggu sejak kejadian Mariana dibuang ke laut. Sampai saat ini tubuhnya belum juga ditemukan. Sampai tim SAR menyatakan kemungkinan Mariana sudah meninggal.
"Dokter, pasien yang bernama Valerie mengalami kejang-kejang," ucap polisi yang berjaga di depan ruang rawat wanita itu.
Arga mendengar kabar kematian itu dari Pandu melalui pengacaranya. Mayat Valerie akan dikebumikan di dekat makam kedua orang tuanya. Dia dan beberapa kenalannya wanita itu datang saat proses pemakaman.
"Tidak menyangka akhirnya akan seperti ini," ucap Pandu.
"Ya. Hal ini tidak pernah terbayangkan olehku," balas Arga.
Jika saja Valerie menjadi perempuan baik-baik dan bisa menjaga diri serta kehormatannya, mungkin saja hubungan dia dengan Arga akan baik-baik saja. Namun, takdir siapa yang tahu. Wanita itu suka selingkuh dan mencari kesenangan sesaat.
***
Marsha menatap Dewi tidak percaya saat memberi tahu kalau Dokter Rama mengajaknya untuk menjalin hubungan serius. Setelah kejadian itu, keduanya terus menjalin komunikasi dengan baik. Safira juga setiap hari video call dengannya dan membicarakan banyak hal.
"Terus, kapan kalian mau menghalalkan hubungan itu?" tanya Marsha.
__ADS_1
Ditanya seperti ini Dewi langsung tersipu malu. Karena secara ucapan Dokter Rama sudah melamarnya. Dia ingin melamar secara resmi minggu depan.
"Hari Sabtu minggu depan. Keluarga yang dari Surabaya juga akan datang ke sini katanya," jawab Dewi malu-malu.
"Wah, kalau begitu aku tidak akan pulang dulu ke ibu kota. Mau di sini bantu-bantu mama," ucap Marsha.
Mendengar ucapan sang istri Arga tentu saja protes. Dia tidak mau pulang sendirian nanti. Alva juga malah senang liburannya diperpanjang.
"Sayang, lalu aku bagaimana?" Arga merajuk.
Marsha lupa kalau suaminya tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk dirinya. Belum lagi ngidam laki-laki itu masih saja sampai sekarang meski ganti-ganti keinginannya.
Kadang tengah malam ingin makan seblak, cilok, rujak, petis, mangga muda. Arga tidak segan-segan juga menyuruh Pandu atau teman lainnya untuk mencari makanan yang dia inginkan memenuhi rasa ngidamnya.
"Tanya sama Pak Pandu, apa boleh kerja di sini?" tanya Marsha.
"Tidak bisa. Karena lusa akan ada meeting dengan orang Malaysia," jawab Arga.
"Jangan bilang kalau orang Malaysia itu Azizah putrinya Engku Baharudin," ujar Marsha.
Azizah adalah rekan kerja sama dari perusahaan luar negeri yang sudah lama menjalin kerja sama dengan perusahaan keluarga Pandu. Wanita itu sudah menaruh hati kepada Arga sejak pertama kali mereka bertemu. Namun, perempuan itu sudah memiliki tunangan di negaranya. Begitu juga dengan Arga yang saat itu masih menjadi kekasih Valerie.
Marsha awalnya tidak tahu, tetapi saat dulu dia dan Arga sudah menjalin hubungan baik, wanita itu datang ke Indonesia. Azizah terkejut saat mendengar kalau Arga sudah menikah, apalagi Marsha sedang hamil. Dengan tidak tahu malunya Azizah bilang ingin menikah dengan Arga dan akan memutuskan hubungan pertunangannya.
"Meski ada seribu Azizah, aku tidak akan pernah berpaling dari kamu, Sayang!" ucap Arga dengan tegas.
Melihat Marsha cemburu itu ada senang, tetapi ada tidaknya juga bagi Arga. Senang karena merasa sangat dicintai, tidak senangnya kalau dicuekin.
***
Tinggal menunggu Marsha lahiran, ya!
__ADS_1